EDUCARE.CO.ID – Pembersih wajah kini tidak hanya hadir dalam bentuk cair. Sekelompok mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) mengembangkan Chibi Tissue Cleanser, tisu pembersih wajah berbahan ekstrak kembang sepatu dan minyak sacha inchi.
Inovasi tersebut mereka bawa ke KMI Expo XVII 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kamis (1/10/2026). Produk ini menawarkan cara membersihkan wajah yang lebih praktis karena pengguna tidak membutuhkan kapas tambahan.
Tim pengembang terdiri atas Indria Maharani Samigo, Asih Amilia, Najwa Hasbillah, Dwi Abellia, dan Ailka Dytha. Mereka membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk mengembangkan Chibi Tissue Cleanser melalui beberapa tahap evaluasi.
Berdasarkan sumber Universitas Sriwijaya (Unsri), perjalanan produk tersebut dimulai dari cleansing oil, berlanjut menjadi cleansing water, lalu berkembang menjadi tisu pembersih wajah.
Berawal dari Cleansing Oil
Indria Maharani Samigo selaku ketua tim mengatakan tim tidak langsung menemukan bentuk produk seperti sekarang.
Pada 2024, mereka memulai pengembangan dengan format cleansing oil. Tim kemudian meminta masukan dari konsumen untuk melihat kekurangan dan kebutuhan pengguna.
Evaluasi tersebut mendorong tim melakukan perubahan pada tahun berikutnya. Pada 2025, mereka mengembangkan produk dalam bentuk cleansing water.
Namun, proses evaluasi kembali menemukan kebutuhan lain. Konsumen menginginkan produk yang lebih praktis, terutama saat menggunakannya.
“Kami bertumbuh dari evaluasi konsumen. Awalnya cleansing oil, lalu cleansing water, dan sekarang sudah dalam bentuk tisu sehingga tidak perlu kapas tambahan lagi,” ujar Maharani.
Masukan tersebut akhirnya membawa tim pada konsep cleansing tisu. Bentuk ini memungkinkan pengguna langsung memakai tisu untuk membersihkan riasan dan kotoran sehari-hari.
Satu Kotak Berisi 30 Saset
Chibi Tissue Cleanser hadir dalam satu kotak yang berisi 30 saset tisu. Setiap saset dirancang agar pengguna dapat membawa dan menggunakannya dengan lebih praktis.
Tim tidak hanya mengubah bentuk produk. Mereka juga mengeksplorasi bahan dan teknologi formulasi.
Produk tersebut menggunakan ekstrak kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) yang tim peroleh melalui proses ekstraksi. Tim kemudian mengombinasikannya dengan minyak sacha inchi.
Dalam formulasi, mereka menerapkan teknologi Solid Nano Emulsion (SNE).
Kombinasi bahan dan teknologi tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan Chibi Tissue Cleanser. Tim terus melakukan evaluasi untuk mendapatkan formulasi yang sesuai dengan konsep produk.
Gandeng Industri Farmasi
Perjalanan Chibi Tissue Cleanser juga melibatkan mitra dari industri farmasi. Kolaborasi tersebut mencakup sejumlah tahapan pengembangan.
Tim bekerja sama dalam proses pengolahan bahan, penerapan teknologi formulasi, hingga produksi. Pengalaman ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung proses membawa sebuah inovasi dari tahap pengembangan menuju produk yang dapat digunakan konsumen.
Bagi Maharani dan tim, proses tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.
Mereka tidak hanya belajar membuat produk. Tim juga belajar membaca kebutuhan pasar, menerima kritik, mengevaluasi hasil, memperbaiki formula, serta memahami proses produksi.
Sudah Kantongi Izin BPOM
Setelah melalui berbagai tahap pengembangan, Chibi Tissue Cleanser kini telah mengantongi izin edar BPOM.
Tim saat ini memasarkan produk secara regional, terutama di wilayah Indralaya dan Palembang. Mereka juga mulai memanfaatkan kanal digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Shopee dan TikTok menjadi beberapa platform yang mereka gunakan. Tim juga membuka sistem prapesan untuk konsumen.
Keikutsertaan dalam KMI Expo XVII 2026 menjadi kesempatan bagi tim untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada pengunjung.
“Kami senang bisa membawa Chibi Tissue Cleanser ke KMI Expo karena di sini kami bisa bertemu dengan banyak orang dan memperkenalkan produk kami secara langsung. Dari sini kami juga mendapatkan masukan dan pengalaman baru untuk pengembangan produk ke depannya,” kata Maharani.
Bersiap ke Seoul International Invention Fair
Tim Unsri belum berhenti pada KMI Expo. Mereka kini menyiapkan Chibi Tissue Cleanser untuk mengikuti Seoul International Invention Fair pada akhir 2026.
Target tersebut menjadi langkah berikutnya setelah tim mengembangkan produk sejak 2024.
Perjalanan Chibi Tissue Cleanser menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa tidak selalu lahir dalam satu percobaan. Tim membutuhkan evaluasi berulang untuk menemukan bentuk produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Dari cleansing oil hingga cleansing water, tim terus menerima masukan dan melakukan perubahan. Proses tersebut akhirnya membawa mereka pada produk tisu pembersih wajah yang lebih praktis.
Kisah Chibi Tissue Cleanser juga memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat menggabungkan riset, teknologi, kebutuhan konsumen, dan kolaborasi industri dalam satu produk.
Melalui KMI Expo XVII 2026, tim Unsri membawa inovasi tersebut ke ruang yang lebih luas. Selanjutnya, mereka akan menguji kiprah Chibi Tissue Cleanser di panggung inovasi internasional melalui Seoul International Invention Fair.

