Dari Bengkel Las ke Dunia Kerja: PKK Mengantar Pemuda Raih Mimpi
educare.co.id, Bontang – Di sebuah bengkel praktik pengelasan di LKP Sasana Widya, suara percikan api berpadu dengan semangat anak-anak muda yang ingin mengubah nasib. Banyak dari mereka datang dari keluarga sederhana, lulusan jalur nonformal, bahkan ada yang sempat menganggur. Melalui Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK), mereka menemukan ruang untuk belajar keterampilan yang benar-benar dibutuhkan industri. Bagi peserta seperti Adib, yang baru sebulan berlatih, program ini bukan hanya tentang belajar mengelas, tetapi tentang menemukan arah hidup yang lebih jelas. Materi yang mudah dipahami, lingkungan yang suportif, dan instruktur yang sabar membuat peserta merasa mampu berkembang dari hari ke hari.
Tak hanya laki-laki, dua peserta perempuan juga menarik perhatian di angkatan tahun ini. Salah satunya Sulfi, gadis 19 tahun dari keluarga petani di Kutai Kartanegara, yang datang ke Bontang dengan satu tekad: membuktikan bahwa perempuan juga bisa unggul di bidang yang selama ini didominasi pria. Meski awalnya ragu, kini ia justru menikmati proses belajar—bahkan merasa pengelasan itu seru dan menantang. Semangat seperti inilah yang membuat ruang pelatihan di Sasana Widya selalu penuh, dengan jumlah pendaftar jauh melebihi kuota yang tersedia.
Kisah para lulusan PKK sebelumnya menjadi bukti nyata bahwa pelatihan ini membuka pintu karier yang dulu terasa jauh. Dehan, lulusan 2023, kini bekerja sebagai juru las di perusahaan tambang besar dan mampu membantu kuliah adik-adiknya. Aji yang awalnya tidak punya dasar keterampilan, langsung diterima bekerja setelah lulus pelatihan. Sementara Adam, yang memulai dari nol, memberikan seluruh gaji pertamanya untuk orang tua—sebuah kebanggaan tersendiri. Mereka sepakat bahwa tes kerja memang menegangkan, tetapi keterampilan yang diasah di LKP membuat mereka siap menghadapi tantangan industri.
Di balik keberhasilan itu, ada peran lembaga dan industri yang bergerak bersama. LKP Sasana Widya melatih peserta hingga level sertifikasi 6G, sementara PT Dian Pandu Pratama membantu menyalurkan lulusan sekaligus membina etos kerja mereka. Kolaborasi ini menghasilkan tenaga las yang kompeten, disiplin, dan siap bersaing di sektor migas dan pertambangan. Lebih dari sekadar pelatihan, PKK menjadi jalan mobilitas sosial bagi anak muda—membawa dampak nyata bagi keluarga dan membuka harapan baru di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
