EDUCARE.CO.ID – Kesempatan bekerja di luar negeri bisa datang dari jalur pendidikan nonformal. Hal itu dirasakan Ailsya Sabila, peserta didik kursus spa di LKP Puspita Martha International Beauty School yang kini bersiap meniti karier hingga Turki.
Perempuan berusia 21 tahun tersebut sebelumnya bekerja di sebuah agensi kreatif. Namun, ia memilih mengundurkan diri karena menilai jam kerja tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima.
Saat menganggur, Ailsya mendapat informasi tentang Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK). Ia kemudian melihat program tersebut sebagai kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru sekaligus membuka peluang kerja.
“Saya ingin mencoba hal baru, dan kesempatan itu saya dapatkan melalui PKK secara gratis. Selain menambah pengalaman, menurut saya program ini juga membuka peluang untuk bekerja di luar negeri,” ujar Ailsya.
Berdasarkan sumber Ditjen Dikmen Diksus Kemendikdasmen, Program PKK memang membuka akses pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang membutuhkan bekal untuk memasuki dunia kerja.
Dua Bulan Belajar Spa hingga Lulus Uji Kompetensi
Ailsya mengikuti kursus spa selama sekitar dua bulan. Ia memulai pembelajaran dari materi dasar hingga berbagai teknik pijat.
Pada awal kursus, Ailsya sempat merasa tertinggal dari peserta lain. Namun, ia terus mengikuti latihan dan memanfaatkan arahan dari instruktur.
Dukungan tersebut membuatnya mampu mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Setelah menyelesaikan pelatihan, Ailsya juga mengikuti uji kompetensi.
Hasil tersebut menjadi bekal penting sebelum ia memasuki industri spa.
“Setelah uji kompetensi ini, saya akan proses kerja ke Turki. Saya yakin dengan kursus yang sudah saya pelajari, saya 100% siap,” ungkap Ailsya.
Kini, Ailsya bersiap melanjutkan proses kerja ke Turki dengan keterampilan yang ia peroleh melalui program kursus.
Amelia Perkuat Pengalaman sebagai Terapis
Peserta lain, Amelia dari Semarang, memiliki pengalaman berbeda.
Sebelum mengikuti kursus, Amelia sudah bekerja sebagai terapis. Ia mempelajari teknik pijat langsung melalui perusahaan tempatnya bekerja.
Namun, kursus spa di LKP Puspita Martha memberinya pengalaman baru. Materi yang ia pelajari tidak hanya mencakup teknik pijat, tetapi juga memperkenalkan sejumlah metode lain.
“Dulu saya belajar langsung di perusahaan dengan teknik pijat sesuai standar perusahaan. Di Kursus Spa ini, pembelajarannya lebih lengkap, termasuk Thai Massage dan kewirausahaan usaha spa,” ujar Amelia.
Selain memperoleh pengetahuan baru, Amelia juga mengikuti uji kompetensi.
Sertifikasi tersebut memberikan pengakuan terhadap keterampilan yang ia miliki. Bekal itu kemudian dapat ia gunakan untuk mengembangkan karier sebagai terapis.
Amelia juga bersiap mengikuti proses kerja ke Turki.
“Saya juga sudah siap untuk bekerja di Turki. Menurut saya, kesempatan ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
LKP Puspita Martha Siapkan Lulusan untuk Industri Spa
Program PKK juga membuka peluang bagi lembaga kursus untuk memperkuat keterampilan peserta didik sesuai kebutuhan industri.
LKP Puspita Martha International Beauty School selama ini mengembangkan pembelajaran di bidang kecantikan dan wellness. Lembaga tersebut juga membekali peserta dengan keterampilan yang dapat mereka gunakan untuk memasuki dunia kerja.
Direktur LKP Puspita Martha International Beauty School Wulan Tilaar mengatakan pihaknya telah berkolaborasi dengan Kemendikdasmen melalui Program PKK.
Menurut Wulan, kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi lulusan untuk mengembangkan karier di luar negeri.
“Puspita Martha telah berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dalam penyelenggaraan Program PKK. Tahun ini, alumni Program PKK akan didistribusikan untuk berkarier di industri spa di luar negeri, salah satunya di Turki,” ungkap Wulan.
Kesempatan tersebut memperluas pilihan karier peserta didik. Mereka tidak hanya dapat bekerja di industri kecantikan dan spa dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang memasuki pasar kerja internasional.
Program PKK Bekali Peserta dengan Keterampilan Kerja
Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) menjadi salah satu program prioritas Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen.
Program ini menyasar masyarakat, termasuk peserta didik dan lulusan yang belum memiliki pekerjaan. Peserta mendapatkan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Melalui pelatihan tersebut, peserta dapat memperoleh kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan.
Selain keterampilan teknis, proses pembelajaran juga dapat memberi peserta pengalaman menghadapi standar industri. Uji kompetensi kemudian menjadi salah satu bagian penting untuk mengukur kemampuan yang mereka kuasai.
Dari Kursus hingga Peluang Kerja di Luar Negeri
Kisah Ailsya dan Amelia menunjukkan bahwa pendidikan nonformal dapat menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan karier.
Ailsya memulai dari kondisi tanpa pengalaman di bidang spa. Sementara itu, Amelia datang dengan pengalaman sebagai terapis dan kemudian memperluas keterampilannya melalui kursus.
Keduanya kini memiliki peluang untuk mengembangkan karier hingga Turki.
Program PKK juga memperlihatkan pentingnya hubungan antara lembaga kursus dan kebutuhan industri. Ketika pelatihan menyesuaikan kebutuhan pasar kerja, peserta memiliki bekal yang lebih relevan untuk memasuki dunia profesional.
Bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan, jalur kursus dan pelatihan dapat menjadi pilihan untuk memperoleh keterampilan baru.
Dengan dukungan lembaga pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta akses ke industri, keterampilan tersebut dapat membuka jalan menuju peluang kerja yang lebih luas.

