EDUCARE.CO.ID – Politeknik ATI Makassar kembali mencatat prestasi di tingkat internasional. Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Otomasi Sistem Permesinan (OSP) meraih medali emas dan perak dalam International Innovation and Invention Competition Through Exhibition (iCompEx) 2026 di Malaysia.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 11–13 Agustus 2026. Universiti Kebangsaan Malaysia dan Politeknik Sultan Abdul Halim Muadzam Shah menyelenggarakan ajang ini untuk mempertemukan para inovator dari berbagai bidang.
Berdasarkan sumber laman resmi Politeknik ATI Makssar, dalam kompetisi tersebut tim Politeknik ATI Makassar mengikuti kategori Machines, Equipment & Manufacturing Processes. Mereka mempresentasikan dua inovasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kembangkan Inovasi AI untuk Keselamatan Bangunan
Tim pertama meraih medali emas melalui inovasi berjudul “RESCUE-SYNC AI: Next-Gen Autonomous Building Emergency Ecosystem”. Hamdan Gani memimpin tim pengembang inovasi tersebut.
Proyek ini mengusung konsep ekosistem darurat bangunan berbasis AI. Inovasi tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung penanganan keadaan darurat di lingkungan gedung.
Sementara itu, tim kedua membawa pulang medali perak melalui karya berjudul “UNIT SENSE AI: Smart AI Solution for Predictive Pump Maintenance & Utility Infrastructure”. Muhammad Fadli Azis memimpin tim ini.
Berbeda dengan proyek pertama, UNIT SENSE AI berfokus pada pemeliharaan prediktif pompa dan infrastruktur utilitas. Pendekatan ini memanfaatkan AI untuk mendukung pemantauan kondisi peralatan dan perencanaan pemeliharaan.
Kedua karya tersebut menunjukkan upaya dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan solusi teknologi untuk kebutuhan keselamatan bangunan dan operasional industri.
Direktur Apresiasi Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, mengapresiasi pencapaian tim OSP. Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan semangat inovasi dan kolaborasi di lingkungan kampus.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh tim dosen dan mahasiswa program Studi Otomasi Sistem Permesinan. Raihan Medali Emas dan Medali Perak ini menunjukkan bahwa semangat inovasi, kolaborasi, dan kompetensi yang dikembangkan di Politeknik ATI Makassar mampu menghasilkan karya yang mendapat pengakuan di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia juga berharap pencapaian tersebut dapat mendorong sivitas akademika untuk terus mengembangkan gagasan dan menghasilkan inovasi baru.
“Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi bagi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus berinovasi dan menunjukkan bahwa pendidikan vokasi Indonesia mampu bersaing di kancah internasional,” tambahnya.
Dorong Daya Saing Pendidikan Vokasi
Perolehan dua medali di iCompEx 2026 menjadi pencapaian bagi Politeknik ATI Makassar dalam bidang inovasi teknologi. Selain membawa nama kampus, prestasi ini juga memperlihatkan keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam pengembangan solusi berbasis AI.
Ke depan, pengembangan inovasi semacam ini dapat membuka ruang bagi pendidikan vokasi untuk menjawab kebutuhan industri. Karena itu, kolaborasi antara dosen dan mahasiswa menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong lahirnya karya yang relevan dengan perkembangan teknologi.

