Minat pada Kebudayaan, Alumni UNAIR Raih Beasiswa LPDP ke University of Melbourne

EduNews

educare.co.id, Surabaya – Melanjutkan studi ke luar negeri menjadi impian banyak orang, termasuk para alumni Universitas Airlangga (UNAIR). Setiap tahunnya, sejumlah lulusan UNAIR berhasil mendapatkan kesempatan tersebut. Salah satunya adalah Reno Afriano, alumni Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2019, yang berhasil meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi di Australia.

Reno terpilih menjadi salah satu awardee LPDP dan memilih The University of Melbourne sebagai tujuan studinya untuk jenjang magister. Ia akan mendalami program studi Arts and Cultural Management, sejalan dengan ketertarikannya pada bidang kebudayaan.

Reno menjelaskan bahwa pilihannya tersebut dilatarbelakangi oleh minatnya yang besar dalam mempelajari budaya sejak menempuh pendidikan di jurusan Sastra Inggris dengan konsentrasi kajian budaya. Ia ingin memperluas pemahaman serta memberikan kontribusi nyata di bidang kebudayaan.

“S2 Arts and Cultural Management merupakan salah satu rumpun ilmu terapan yang cukup unik. Ilmu ini menawarkan mata kuliah yang menarik minat saya, seperti Cultural Policy dan Marketing of Arts. Saya ingin mendalaminya sebagai bekal untuk rencana karir dan penelitian tesis saya ke depan,” ungkapnya.

Persiapan Reno dalam meraih beasiswa tersebut dilakukan jauh hari. Ia menyiapkan berbagai portofolio dan memperkaya pengalaman sejak masih di bangku kuliah.

“Banyak portofolio yang harus dipersiapkan, mulai dari pengalaman kerja hingga prestasi. Selama berkuliah saya telah mengikuti berbagai kegiatan lomba, magang, serta memiliki publikasi yang mendukung dalam mendaftar beasiswa ini. Selain itu, perlu persiapan tes IELTS sebagai syarat penerimaan universitas dan beasiswa LPDP luar negeri,” jelasnya.

Reno juga menilai bahwa bidang studi yang ia pilih memiliki prospek kerja yang spesifik. Namun, hal tersebut justru menjadi peluang karena belum banyak ahli di bidang tersebut. Menurutnya, kebudayaan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan bangsa secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Kasus Prediabetes Meningkat di Surabaya, Dosen UNAIR Ajak Anak Muda Terapkan Gaya Hidup Sehat

“Untuk kontribusi pada bangsa, saya ingin bekerja secara profesional menjadi PNS di kementerian kebudayaan. Selain itu, dalam esai saya menuliskan ingin berkontribusi dengan membuat komunitas tentang meningkatkan kesadaran tentang isu budaya seperti restorasi bangunan cagar budaya dan menjaga nilai historis serta mengembangkan cultural for development,” ungkapnya.

Selain alasan akademis, Reno memilih University of Melbourne karena faktor bahasa dan lokasi yang strategis. Australia sebagai negara berbahasa Inggris dinilai cocok, dan jaraknya pun relatif dekat dengan Indonesia.

“Melanjutkan studi, apalagi ke luar negeri jangan hanya karena FOMO. Kita harus memiliki urgensi serta cari dan kenali kebutuhan untuk lanjut studi. Terutama LPDP yang dibiayai pajak masyarakat, kita harus benar-benar merealisasikan dan amanah dalam mengemban kepercayaan sebagai awardee,” tambahnya.

Reno berharap studinya di Australia dapat membuka jalan untuk berkontribusi lebih besar dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *