Mahasiswa ITB Raih Juara 1 dalam Kompetisi Inovasi Produk PROCESS 2.0

EduNews EduSchool

educare.co.id, Bandung – Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang terdiri dari Roihan M. Iqbal, Muhamad Abdulah Al Azam, dan Nahiza Hazim Valensi Miriandran, berhasil mengharumkan nama ITB dengan meraih Juara 1 dalam kompetisi Product Innovation Process 2.0 yang diselenggarakan oleh AIChE ITB Student Chapter di Kampus ITB Ganesha.

PROCESS 2.0 (Progressive Research of Chemical Engineering Solution Summit) merupakan kompetisi tahunan yang bertujuan mendorong inovasi berdampak dalam keberlanjutan. Tahun ini, kompetisi mengusung tema “Meningkatkan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan, Mendefinisikan Kembali Limbah, dan Meningkatkan Kehidupan Cerdas,” yang selaras dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Kompetisi ini diikuti oleh 120 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan dua kategori utama, yaitu Inovasi Produk dan Makalah Teknik Kimia.

Dalam kompetisi ini, tim ITB menciptakan inovasi bernama PETSOL, sebuah panel surya berbahan dasar limbah botol plastik PET. Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya jumlah limbah botol plastik PET yang belum terkelola dengan baik serta meningkatnya kebutuhan akan energi terbarukan.

“Kami melihat banyaknya limbah botol plastik PET yang tidak terkelola dengan baik, sementara kebutuhan akan energi terbarukan terus meningkat. Melalui PETSOL, kami ingin menawarkan solusi untuk kedua permasalahan tersebut,” ujar Roihan, ketua tim dalam siaran tertulis ITB (6/3).

Perjalanan menuju kemenangan tidaklah mudah. Kompetisi ini terdiri dari beberapa tahapan seleksi, mulai dari pengumpulan abstrak hingga penyusunan proposal lengkap yang menjelaskan ide inovasi secara mendetail. Tim ITB berhasil lolos ke tahap final dan mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi tim adalah keterbatasan dana dalam pembuatan prototipe. “Namun, dengan semangat dan kerja sama tim, kami berhasil mengatasinya,” ungkap Muhamad Abdulah.

BACA JUGA:  Tim POCOOL ITB Raih 2nd Runner-Up di ShARE IBCC 2024/2025

Selain menorehkan prestasi, kompetisi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para anggota tim. “Seru sekali, karena kami berkolaborasi dengan teman-teman dari berbagai jurusan. Ini memperkaya wawasan dan keterampilan kami,” kata Roihan.

Tim juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam mengikuti kompetisi. “Jika ingin mengikuti lomba, sebaiknya berkolaborasi dengan jurusan lain. Selain menambah ilmu, kolaborasi seperti ini bisa menjadi nilai tambah di mata juri,” tambah Roihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *