Chief Barber & Supplies Co Olah Limbah Rambut Menjadi Pupuk Organik

EduNews

educare.co.id, Jakarta – Setiap tahun, sekitar 2,2 miliar kg limbah rambut berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Jika dibuang dalam kantong plastik, rambut menghasilkan gas metana yang 25 kali lebih kuat dibanding CO2 dalam menahan panas di atmosfer. Sementara itu, jika dibakar, rambut akan melepaskan gas beracun yang berbahaya bagi kualitas udara.

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Chief Barber & Supplies Co meluncurkan KRAMA (Kreasi Rambut Masa Depan), sebuah inisiatif untuk mengolah limbah rambut menjadi pupuk organik bernama Eco Hairtilizer. Kolaborasi dengan Kumpulin, platform pengelolaan limbah berbasis komunitas, menjadikan Chief Barber & Supplies Co sebagai pelopor dalam mengurangi sampah rambut dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Oky Andries, Chief Marketing Officer Chief Barber & Supplies Co, menyatakan bahwa inovasi KRAMA lahir dari permasalahan limbah rambut yang terus meningkat. Ia menjelaskan bahwa rambut manusia mengandung nitrogen yang baik untuk pertumbuhan tanaman, keratin yang dapat mengusir hama, serta kemampuan menyerap dan menahan air hingga 3–5 kali beratnya.

Annisa Natamiharja, Chief Operating Officer (COO) Kumpulin, juga mengungkapkan kegembiraannya dalam bekerja sama dengan Chief Barbershop dalam proyek ini. Ia menekankan bahwa limbah rambut dapat diolah menjadi pupuk organik yang mendukung pertanian berkelanjutan.

Limbah rambut dari delapan cabang Chief Barbershop dikumpulkan, ditimbang, dan diserahkan kepada Kumpulin. Tim Kumpulin kemudian berkoordinasi dengan Mitra Bandotan Farm di Semarang, Jawa Tengah, untuk mengolahnya menjadi Eco Hairtilizer, yang selanjutnya didistribusikan ke pertanian dan perkebunan setempat.

Dalam acara peluncuran proyek ini, Chief Barbershop juga mengadakan sesi cukur rambut gratis bagi para jurnalis dan undangan, di mana limbah rambut mereka akan langsung diolah menjadi pupuk.

BACA JUGA:  Survei P3M-UI: Kepuasan Publik terhadap Kemendikdasmen Tembus 89,8 Persen, Bukti Nyata Pendidikan Indonesia Makin Maju

KRAMA diharapkan dapat menjadi awal pembentukan ekosistem yang menghubungkan barbershop, brand perawatan rambut, dan platform pengolahan limbah rambut, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *