Wortel Afkir Disulap Jadi Gummy dan Skincare, Mahasiswa UMM Tingkatkan Nilainya hingga 3 Kali Lipat

Must read

EDUCARE.CO.ID – Wortel berukuran kecil atau memiliki bentuk kurang sempurna sering kali tersisih dari pasar. Padahal, sayuran tersebut masih memiliki potensi untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Melihat peluang itu, 10 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengolah wortel sortiran menjadi produk pangan dan perawatan tubuh.

Program tersebut berlangsung di Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, melalui Projek Kepemimpinan. Ivone Yuliantina memimpin tim tersebut dengan bimbingan Dr. Arina Restian, S.Pd., M.Pd.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat meningkatkan nilai jual wortel yang sebelumnya masuk kategori afkir.

Wortel Sortiran Diubah Jadi Produk Kekinian

Pujon dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil sayuran hortikultura di Malang Raya. Namun, produksi yang melimpah juga dapat memunculkan persoalan ketika harga turun saat panen raya.

Petani juga menghadapi proses sortasi setelah panen. Wortel yang terlalu kecil, memiliki bentuk kurang sempurna, atau mengalami cacat fisik biasanya sulit masuk pasar komersial.

Kondisi tersebut membuat sebagian hasil panen kehilangan nilai jual. Jika warga tidak mengolahnya kembali, wortel sortiran berpotensi menjadi limbah.

Para mahasiswa PPG UMM kemudian mengajak ibu-ibu PKK dan perwakilan kelompok tani di Dusun Bagean untuk mengolah wortel tersebut.

Mereka memperkenalkan dua produk, yaitu Veggy Gummy dan Carolive.

Veggy Gummy Hadir sebagai Camilan Berbahan Wortel

Veggy Gummy merupakan permen jelly dengan sari wortel sebagai bahan utama.

Produk tersebut memanfaatkan wortel yang kaya betakaroten dan provitamin A. Tim merancangnya sebagai alternatif camilan yang lebih bernutrisi dan menarik bagi anak-anak.

Bentuk olahan seperti permen jelly juga membuat wortel lebih mudah diterima oleh konsumen yang kurang menyukai sayuran dalam bentuk segar.

Inovasi tersebut menunjukkan bahwa wortel sortiran tidak harus berakhir sebagai produk bernilai rendah.

Carolive Bawa Wortel ke Dunia Skincare

Selain produk pangan, tim mahasiswa UMM juga mengembangkan Carolive.

Carolive merupakan produk perawatan kulit dan rambut yang memadukan ekstrak wortel dengan virgin olive oil.

Produk ini mengangkat pemanfaatan kandungan alami wortel dalam perawatan tubuh. Tim memposisikannya sebagai produk berbasis bahan alami yang dapat melembapkan kulit serta membantu merawat kesehatan kulit dan rambut.

Konsep tersebut menarik perhatian peserta pelatihan. Mereka melihat wortel ternyata dapat memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar bahan makanan.

Salah satu peserta mengaku mendapat wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Pelatihan ini membuka wawasan baru bahwa wortel bukan hanya diolah menjadi olahan makanan tetapi bisa juga digunakan sebagai produk kecantikan.”

Ampas Wortel Tidak Langsung Jadi Limbah

Tim mahasiswa UMM juga memasukkan konsep zero waste dalam proses pengolahan.

Sisa padat dari penyaringan sari wortel tidak langsung masuk tempat sampah. Warga mengumpulkan ampas tersebut untuk pakan budidaya maggot Black Soldier Fly.

Langkah ini menciptakan pola pemanfaatan kembali bahan organik. Dengan demikian, proses produksi tidak hanya mengejar nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan pengelolaan limbah.

Pendekatan tersebut sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular kepada masyarakat.

Nilai Ekonomi Wortel Bisa Naik 2–3 Kali Lipat

Pengolahan wortel sortiran memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Menurut program tersebut, produk olahan mampu meningkatkan nilai ekonomi wortel hingga 2–3 kali lipat dibandingkan saat warga menjualnya sebagai hasil sortiran.

Namun, tim mahasiswa tidak berhenti pada pelatihan produksi.

Mereka menyerahkan modul berisi resep standar atau SOP kepada warga. Tim juga mendampingi masyarakat dalam membangun cikal bakal UMKM desa.

Selain itu, peserta mendapat pembekalan mengenai strategi digital marketing. Media sosial menjadi salah satu kanal yang dapat warga gunakan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.

Mahasiswa Dorong Potensi Lokal Jadi Produk Bernilai

Program ini menunjukkan bahwa persoalan hasil panen tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit.

Kreativitas dan kemampuan melihat peluang dapat membuka nilai baru dari komoditas yang sebelumnya kurang diminati pasar.

Melalui Veggy Gummy dan Carolive, mahasiswa PPG UMM menghubungkan potensi pertanian lokal dengan kebutuhan pasar modern.

Konsep tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis bahan baku lokal.

Jika masyarakat mampu menjaga kualitas produk, mengelola pemasaran, dan mempertahankan keberlanjutan produksi, wortel sortiran tidak lagi sekadar hasil panen yang kehilangan harga.

Komoditas tersebut justru dapat menjadi bahan baku produk baru yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article