EDUCARE.CO.ID – Materi sistem organ pencernaan manusia sering menghadirkan tantangan bagi siswa sekolah dasar. Anak perlu memahami proses biologis yang kompleks dan melibatkan banyak organ.
Kondisi tersebut mendorong Ella Putri Muslimasari, mahasiswa S2 Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA), mengembangkan Digital BigBook sebagai media pembelajaran IPA.
Ella mengembangkan media ini melalui penelitian tesisnya. Ia berfokus pada materi sistem organ pencernaan manusia untuk membantu meningkatkan literasi sains siswa kelas V sekolah dasar.
Berdasarkan sumber laman resmi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA), Ella menghadirkan Digital BigBook untuk menjawab kebutuhan pembelajaran IPA yang lebih visual, interaktif, dan sesuai dengan karakter siswa di era digital.
Digital BigBook Bantu Siswa Memahami Materi IPA
Pembelajaran IPA tidak selalu mudah bagi siswa sekolah dasar. Terlebih ketika guru harus menjelaskan konsep yang tidak bisa siswa lihat secara langsung.
Sistem organ pencernaan menjadi salah satu contohnya. Siswa perlu memahami fungsi berbagai organ sekaligus proses yang terjadi di dalam tubuh.
Buku teks konvensional terkadang belum mampu menghadirkan visualisasi yang cukup menarik. Akibatnya, siswa dapat mengalami kesulitan saat memahami konsep dan mengembangkan literasi sains.
Melihat kondisi tersebut, Ella mengembangkan Digital BigBook sebagai alternatif media pembelajaran.
Media ini memadukan teks, gambar, dan tampilan digital dalam satu bahan ajar. Pendekatan tersebut membantu guru menyajikan materi secara lebih visual.
Selain itu, format digital membuat siswa dapat mengakses materi dengan cara yang lebih dinamis.
Gunakan Metode R&D dan Model ADDIE
Ella menggunakan metode Research and Development (R&D) dalam penelitian tersebut. Ia mengadaptasi model pengembangan ADDIE dalam proses penyusunan media.
Pertama, Ella menganalisis kebutuhan pembelajaran. Kemudian, ia menyusun konsep dan desain Digital BigBook sesuai karakteristik siswa sekolah dasar.
Setelah itu, Ella mengembangkan media dan melakukan evaluasi. Ia melibatkan ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa dalam proses validasi.
Ketiga aspek tersebut membantu Ella memastikan kualitas isi dan tampilan Digital BigBook.
Ella juga memperhatikan ukuran teks dan gambar. Ia menyesuaikan keduanya agar siswa dapat membaca serta memahami materi dengan lebih nyaman.
Dengan format digital, guru juga memiliki alternatif baru untuk menyampaikan materi IPA di kelas.
Hasil Evaluasi Digital BigBook Menunjukkan Peningkatan
Hasil penelitian menunjukkan Digital BigBook memperoleh penilaian sangat baik dari berbagai aspek.
Para ahli menilai materi dan tampilan media dengan kategori sangat baik. Penilaian tersebut menunjukkan kesesuaian isi dan desain dengan kebutuhan pembelajaran.
Guru dan siswa juga memberikan respons positif terhadap penggunaan media. Hasil angket menunjukkan tingkat kepraktisan yang sangat kuat.
Artinya, guru dan siswa dapat menggunakan Digital BigBook dengan relatif mudah. Tampilan visualnya juga mampu menarik perhatian siswa selama proses belajar.
Ella kemudian membandingkan hasil pretest dan posttest untuk melihat efektivitas media.
Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan literasi sains siswa setelah mereka menggunakan Digital BigBook.
Hasil tersebut menunjukkan potensi Digital BigBook sebagai salah satu alternatif media pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Tantangan Utama: Sederhanakan Materi Sains
Pengembangan media ini juga menghadirkan tantangan bagi Ella. Ia harus menyederhanakan materi sistem pencernaan tanpa menghilangkan substansi ilmiahnya.
Materi tersebut memiliki konsep yang cukup kompleks. Karena itu, Ella perlu memilih bahasa yang mudah dipahami anak.
Ia juga harus menyesuaikan visualisasi dengan tingkat perkembangan siswa sekolah dasar.
Dalam proses tersebut, Ella mendapat bimbingan dari Enny Susiyawati, S.Si., M.Sc., M.Pd., Ph.D. dan Prof. Dr. Wahono Widodo, M.Si.
Arahan kedua dosen membantu Ella menyusun media yang tetap memiliki kedalaman materi. Pada saat yang sama, Digital BigBook tetap mengutamakan keterbacaan dan daya tarik bagi siswa.
Dengan pendekatan tersebut, Ella tidak hanya mengejar tampilan visual. Ia juga menjaga kualitas materi sains dalam setiap bagian media.
Jadi Alternatif Pembelajaran IPA di Era Digital
Digital BigBook membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran IPA yang lebih dekat dengan karakter generasi digital.
Guru dapat memanfaatkan media ini ketika menjelaskan materi yang membutuhkan banyak visualisasi. Sistem organ pencernaan menjadi salah satu materi yang cocok dengan pendekatan tersebut.
Selain itu, media digital dapat membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif.
Penelitian Ella juga memperkuat pentingnya inovasi bahan ajar dalam mendukung literasi sains sejak sekolah dasar.
Dengan bahan ajar yang lebih menarik, guru memiliki lebih banyak pilihan dalam menyampaikan konsep sains kepada siswa.
Ella Dorong Pengembangan ke Materi IPA Lain
Ella merekomendasikan pengujian Digital BigBook pada cakupan yang lebih luas. Ia juga membuka peluang pengembangan media untuk materi IPA lain.
Materi yang memiliki konsep abstrak dapat menjadi sasaran pengembangan berikutnya. Dengan begitu, penggunaan Digital BigBook tidak hanya berfokus pada sistem organ pencernaan manusia.
Ella juga mendorong uji coba pada lebih banyak sekolah. Langkah tersebut dapat membantu melihat penerapan media pada kondisi kelas dan karakteristik siswa yang berbeda.
Inovasi ini menunjukkan bagaimana penelitian mahasiswa dapat menjawab kebutuhan pembelajaran di sekolah.
FIP UNESA juga terus mendorong riset pendidikan yang memiliki manfaat praktis. Hasil penelitian seperti Digital BigBook dapat membantu guru mencari pendekatan baru dalam mengajarkan materi kepada siswa.
Pada akhirnya, teknologi tidak hanya menghadirkan perubahan pada cara siswa mengakses informasi. Teknologi juga dapat membantu guru mengemas materi yang kompleks menjadi pengalaman belajar yang lebih mudah dipahami.

