EDUCARE.CO.ID – Masyarakat yang ingin mencari wisata seni di Jakarta dapat mengunjungi Pameran Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru.
Galeri Nasional Indonesia menggelar pameran tersebut di Gedung A. Pameran menghadirkan karya Nasirun bersama karya para seniman yang menjadi guru dan sumber inspirasinya.
Melalui pameran ini, pengunjung dapat mengenal perjalanan Nasirun dalam dunia seni rupa. Sajian karya juga memperlihatkan hubungan antara Nasirun dan para seniman yang memengaruhi perjalanan artistiknya.
Pameran Jadi Penghormatan untuk Nasirun
Pameran Nasirun menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan berkesenian Nasirun. Seniman kelahiran 1965 tersebut dikenal sebagai salah satu maestro seni rupa Indonesia.
Konsep pameran juga berangkat dari keinginan Nasirun yang belum sempat terwujud. Ia ingin menggelar pameran bersama para guru yang memiliki peran penting dalam perjalanan seninya.
Kini, Galeri Nasional Indonesia menghadirkan gagasan tersebut melalui pameran yang mempertemukan karya Nasirun dengan karya para seniman pendahulunya.
Dengan konsep itu, pengunjung tidak hanya melihat karya Nasirun. Mereka juga dapat mengenal sosok dan karya seniman yang menjadi bagian dari perjalanan artistiknya.
Digelar hingga 11 Oktober 2026
Galeri Nasional Indonesia membuka pameran ini sejak 13 September 2026. Masyarakat dapat mengunjunginya hingga 11 Oktober 2026.
Pameran berlangsung di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Selama periode tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai karya yang telah dipilih untuk pameran.
Berdasarkan informasi Galeri Nasional Indonesia, jadwal kunjungan terbagi dalam dua periode.
Pada Selasa hingga Kamis, galeri buka pukul 10.00–18.00 WIB. Sementara itu, pada Jumat hingga Minggu, pengunjung dapat datang hingga pukul 20.00 WIB.
Dengan jam kunjungan tersebut, masyarakat memiliki pilihan waktu yang cukup fleksibel. Pengunjung juga dapat memasukkan agenda pameran ke dalam rencana wisata akhir pekan.
Lukisan hingga Barang Memorabilia
Pameran ini menghadirkan beragam bentuk karya. Pengunjung dapat menemukan lukisan hingga karya tiga dimensi.
Selain itu, penyelenggara turut menampilkan sejumlah barang memorabilia. Peci dan foto juga menjadi bagian dari materi yang dapat dilihat pengunjung.
Beberapa karya Nasirun yang tampil dalam pameran antara lain Persembahan untuk Bathara Guru (1999), Tahta untuk Petruk (2015), dan Realis yang Semurni-Murninya (2018).
Pengunjung juga dapat melihat Kopiah Pertama yang dilukis Nasirun (2023).
Ragam karya tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan kreativitas Nasirun. Pada saat yang sama, benda memorabilia membantu pengunjung melihat sisi lain dari perjalanan sang seniman.
Bersama Karya Para Guru
Salah satu daya tarik pameran terletak pada pertemuan karya Nasirun dengan karya para seniman pendahulunya.
Penyelenggara menempatkan karya-karya tersebut dalam satu rangkaian pameran. Dengan cara itu, pengunjung dapat melihat hubungan antara karya Nasirun dan lingkungan artistik yang membentuk perjalanan seninya.
Konsep tersebut juga mengajak pengunjung memahami pentingnya guru dalam perkembangan seorang seniman.
Bagi Nasirun, para guru tidak hanya memberikan pengetahuan. Mereka juga menjadi sumber inspirasi dalam membangun perjalanan artistik.
Karena itu, pameran ini sekaligus menghadirkan ruang untuk mengenang kontribusi para seniman pendahulu.
Pilihan Wisata Seni di Akhir Pekan
Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, pameran Nasirun dapat menjadi salah satu pilihan wisata seni pada akhir pekan.
Pengunjung dapat menikmati karya seni sekaligus mengenal perjalanan salah satu seniman penting Indonesia. Suasana galeri juga menawarkan pengalaman yang berbeda dari destinasi rekreasi pada umumnya.
Selain itu, pengunjung masih memiliki waktu untuk melihat pameran hingga 11 Oktober 2026.
Galeri Nasional Indonesia menyediakan akses pembelian tiket secara langsung maupun daring. Sebelum berkunjung, masyarakat dapat mengecek informasi terbaru mengenai tiket dan ketentuan kunjungan.
Melalui pameran Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru, Galeri Nasional Indonesia menghadirkan perjalanan seni, penghormatan kepada guru, serta karya para seniman dalam satu ruang.
Bagi pencinta seni maupun masyarakat yang ingin mencari agenda edukatif di Jakarta, pameran ini dapat menjadi salah satu pilihan kunjungan hingga Oktober 2026.
Penulis: Andini Namira Saskirana

