Mahasiswa UMC Bikin Alat Pengering Rengginang, UMKM Ceu Imas Tak Lagi Jemur di Ruang Terbuka

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 50 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menghadirkan solusi sederhana bagi pelaku UMKM rengginang di Desa Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Mahasiswa membuat alat pengering empat tingkat untuk membantu proses produksi rengginang milik Ceu Imas. Inovasi tersebut menjawab persoalan pengeringan yang selama ini mengandalkan penjemuran langsung di ruang terbuka.

Melalui alat tersebut, mahasiswa ingin membantu pelaku usaha menjaga kebersihan produk sekaligus membuat proses pengeringan lebih terkontrol.

Mahasiswa UMC Melihat Masalah dari Proses Produksi

Sebelum membuat alat, mahasiswa KKM 50 melakukan pengamatan terhadap aktivitas produksi rengginang di rumah Ceu Imas.

Proses penjemuran masih berlangsung di ruang terbuka. Kondisi ini membuat rengginang berisiko terkena debu dan berbagai paparan dari lingkungan sekitar.

Mahasiswa kemudian mencari alternatif yang tetap memanfaatkan panas matahari. Mereka merancang rak pengering dengan sistem tertutup agar produk tidak langsung bersentuhan dengan lingkungan luar.

Konsep tersebut menghasilkan alat pengering empat tingkat. Desainnya memungkinkan pelaku UMKM menata rengginang secara lebih rapi selama proses pengeringan.

Rak Pengering Tampung Banyak Rengginang

Alat buatan mahasiswa memiliki ruang pengering bertingkat. Setiap tingkat mampu menampung hingga 72 keping rengginang.

Mahasiswa juga melapisi bagian luar rak dengan lembaran plastik UV. Material tersebut membantu menangkap panas matahari sehingga proses pengeringan tetap memanfaatkan energi alami.

Pada saat mahasiswa melakukan uji coba dalam kondisi cuaca terik, proses pengeringan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari.

Sistem tertutup juga membantu menjaga rengginang dari paparan debu selama proses berlangsung.

Dengan begitu, Ceu Imas dapat mengeringkan produk dalam ruang yang lebih terlindungi dibandingkan metode penjemuran terbuka.

Ceu Imas Sambut Alat Pengering Baru

Mahasiswa menyerahkan alat tersebut langsung kepada Ceu Imas di rumah produksinya pada Minggu, 14 September 2026.

Ceu Imas menyambut bantuan tersebut dengan antusias. Menurutnya, rak pengering dapat membantu menjaga kebersihan rengginang selama proses produksi.

“Alhamdulillah, sangat membantu sekali karena selama jemur di luar rawan kena debu,” ujar Ceu Imas.

Bagi Ceu Imas, persoalan kebersihan menjadi salah satu hal penting dalam proses produksi makanan.

Dengan rak tertutup, ia dapat menata rengginang sekaligus mengurangi risiko produk terkena debu dari lingkungan sekitar.

Ia juga berharap alat tersebut dapat membantu kelancaran produksi setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan KKM.

Teknologi Sederhana untuk UMKM Desa

Berdasarkan sumber mengenai kegiatan KKM Kelompok 50 UMC, mahasiswa merancang alat tersebut sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Program ini tidak hanya memberikan bantuan berupa produk. Mahasiswa juga belajar memahami persoalan yang muncul dalam aktivitas usaha warga.

Mereka kemudian menerjemahkan persoalan tersebut menjadi rancangan teknologi sederhana yang bisa langsung digunakan.

Pendekatan seperti ini membuat kegiatan pengabdian terasa lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa tidak sekadar menjalankan program, tetapi juga mencari solusi berdasarkan kondisi yang mereka temukan di lapangan.

Dukung Kualitas Produksi Rengginang

Rengginang menjadi salah satu produk rumahan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat desa. Karena itu, proses produksi perlu mendapat perhatian, termasuk pada tahap pengeringan.

Penggunaan alat pengering tertutup dapat membantu pelaku usaha menjaga lingkungan pengeringan agar lebih terlindungi.

Selain itu, rak bertingkat memberikan ruang yang lebih terorganisasi untuk menata rengginang. Kapasitasnya pun cukup besar sehingga pelaku usaha dapat mengeringkan banyak produk dalam satu alat.

Ke depan, Ceu Imas dapat terus menggunakan alat tersebut untuk mendukung aktivitas produksinya.

Dari KKM UMC untuk Penguatan UMKM

Inovasi alat pengering rengginang menunjukkan bahwa kegiatan KKM dapat menghasilkan solusi yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Mahasiswa KKM 50 UMC membawa pengetahuan dari kampus ke lingkungan usaha warga. Mereka melihat persoalan sederhana, merancang alat, lalu menyerahkannya kepada pelaku UMKM.

Bagi Ceu Imas, alat tersebut menjadi sarana baru untuk membantu proses pengeringan rengginang. Sementara bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi bagian dari proses belajar menerapkan ilmu di tengah masyarakat.

Program tersebut juga memperlihatkan bahwa teknologi tepat guna tidak selalu membutuhkan sistem yang rumit. Solusi sederhana pun dapat memberi manfaat ketika mahasiswa merancangnya sesuai kebutuhan pengguna.

Dengan pemanfaatan yang berkelanjutan, alat pengering empat tingkat ini diharapkan dapat membantu Ceu Imas menjaga proses produksi sekaligus mendukung perkembangan usaha rengginang rumahan di Desa Jamblang.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article