SBU dan NIB Ternyata Beda! Pengusaha Wajib Tahu Sebelum Urus Legalitas

Must read

EDUCARE.CO.ID – Banyak pengusaha masih mengira SBU dan NIB merupakan dokumen yang sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi berbeda dalam legalitas usaha.

NIB menjadi identitas resmi pelaku usaha untuk memulai atau menjalankan kegiatan bisnis di Indonesia. Sementara itu, SBU berkaitan dengan persyaratan badan usaha pada sektor jasa konstruksi.

Karena itu, pengusaha perlu memahami fungsi keduanya sebelum mengurus legalitas perusahaan.

Apa Itu NIB?

Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan identitas resmi pelaku usaha dalam sistem perizinan berusaha.

Pelaku usaha mengurus NIB melalui Online Single Submission (OSS). Sistem OSS saat ini menerapkan pendekatan perizinan berbasis risiko. Artinya, pemerintah menentukan kebutuhan izin berdasarkan jenis kegiatan dan tingkat risiko usaha.

Pada kegiatan berisiko rendah, NIB menjadi jenis perizinan berusaha yang berlaku. Untuk kegiatan dengan risiko lebih tinggi, pelaku usaha dapat membutuhkan NIB sekaligus sertifikat standar atau izin lainnya.

Dengan demikian, pengusaha tidak bisa menyamakan kebutuhan legalitas setiap bisnis.

Jenis kegiatan, KBLI, dan tingkat risiko akan menentukan dokumen yang perlu perusahaan urus.

Apa Itu SBU?

Sertifikat Badan Usaha (SBU) berkaitan dengan badan usaha yang menjalankan kegiatan jasa konstruksi.

Regulasi jasa konstruksi mengatur klasifikasi dan layanan usaha, termasuk persyaratan yang harus perusahaan penuhi untuk menjalankan kegiatan konstruksi. PP Nomor 22 Tahun 2020 menjadi salah satu dasar pelaksanaan UU Jasa Konstruksi dan kemudian mengalami perubahan melalui PP Nomor 14 Tahun 2021.

Dalam proses perizinan jasa konstruksi, pemerintah juga mengintegrasikan pengajuan NIB dan sertifikat melalui sistem OSS.

Karena itu, SBU memiliki fungsi yang lebih spesifik daripada NIB.

SBU berkaitan dengan klasifikasi dan kualifikasi badan usaha pada bidang jasa konstruksi. Sementara itu, NIB mencakup identitas pelaku usaha dalam sistem perizinan secara umum.

SBU dan NIB Apakah Sama?

Jawabannya tidak.

Perbedaan paling mudah terlihat dari fungsi masing-masing.

NIB berfungsi sebagai:

  • identitas resmi pelaku usaha;
  • bagian dari proses perizinan berusaha melalui OSS;
  • dasar administrasi untuk menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan;
  • pintu masuk untuk melihat perizinan lanjutan sesuai tingkat risiko.

SBU berfungsi untuk:

  • memenuhi persyaratan tertentu pada sektor jasa konstruksi;
  • menunjukkan klasifikasi dan kualifikasi badan usaha;
  • mendukung pemenuhan persyaratan usaha sesuai bidang konstruksi yang perusahaan jalankan.

Jadi, NIB tidak menggantikan SBU.

Sebaliknya, SBU juga tidak menggantikan NIB.

Perusahaan konstruksi perlu melihat kebutuhan kedua dokumen tersebut berdasarkan kegiatan usaha dan ketentuan yang berlaku.

Apakah Perusahaan Konstruksi Membutuhkan SBU?

Jawabannya bergantung pada kegiatan usaha yang perusahaan jalankan dan persyaratan sektor konstruksi.

Pemerintah mengatur jasa konstruksi melalui kerangka regulasi khusus. PP Nomor 22 Tahun 2020 mengatur antara lain klasifikasi, layanan usaha, persyaratan usaha, serta proses pemilihan penyedia jasa konstruksi. PP Nomor 14 Tahun 2021 kemudian mengubah sejumlah ketentuan dalam regulasi tersebut.

Karena itu, perusahaan perlu memeriksa bidang usaha sebelum menentukan SBU yang sesuai.

Perusahaan juga perlu mencocokkan kegiatan bisnis dengan KBLI dan klasifikasi atau subklasifikasi jasa konstruksi.

Langkah tersebut membantu perusahaan menghindari kesalahan ketika memilih jenis layanan atau sertifikasi.

Bagaimana Cara Mengurus NIB?

Pengusaha dapat mengurus NIB melalui sistem OSS.

Secara umum, prosesnya dimulai dengan membuat atau menggunakan akun OSS. Setelah itu, pelaku usaha mengisi data perusahaan dan kegiatan usaha.

Selanjutnya, pengusaha memilih kegiatan usaha sesuai KBLI. Sistem kemudian menampilkan persyaratan perizinan berdasarkan tingkat risiko.

Pelaku usaha mengikuti tahapan yang muncul dalam sistem sampai NIB terbit.

OSS juga menyediakan Panduan Pembuatan NIB untuk membantu pelaku usaha menjalankan proses tersebut.

Namun, pengusaha tetap perlu memastikan seluruh data yang dimasukkan sudah benar.

Kesalahan pada data badan usaha, alamat, KBLI, modal, atau kegiatan usaha dapat memengaruhi proses perizinan berikutnya.

Bagaimana Cara Mengurus SBU?

Proses SBU berbeda dari pengurusan NIB.

Pertama, perusahaan perlu memastikan kegiatan usahanya masuk dalam bidang jasa konstruksi. Setelah itu, perusahaan menentukan klasifikasi dan subklasifikasi yang sesuai.

Perusahaan juga perlu menyiapkan persyaratan badan usaha serta tenaga kerja konstruksi sesuai kebutuhan bidang yang dipilih.

Selanjutnya, perusahaan mengikuti proses sertifikasi dan pengajuan melalui mekanisme yang berlaku pada sistem perizinan jasa konstruksi.

Pemerintah telah mengintegrasikan proses pemenuhan persyaratan usaha jasa konstruksi melalui OSS. Integrasi tersebut mencakup pengajuan NIB dan sertifikat melalui satu pintu.

Karena itu, perusahaan sebaiknya mengecek persyaratan terbaru sebelum memulai pengajuan.

Berapa Biaya Membuat NIB?

Pengusaha sering mencari informasi mengenai biaya pembuatan NIB.

Namun, pengusaha perlu membedakan antara penerbitan NIB dan biaya untuk memenuhi persyaratan atau izin lain.

NIB sendiri terbit melalui sistem OSS. Sementara itu, kegiatan usaha tertentu dapat membutuhkan sertifikat standar, izin, atau pemenuhan persyaratan lain sesuai tingkat risikonya.

Jadi, biaya legalitas usaha tidak bisa disamaratakan untuk semua perusahaan.

Pengusaha perlu melihat jenis kegiatan dan kebutuhan izin terlebih dahulu.

Berapa Biaya Mengurus SBU?

Biaya pengurusan SBU juga tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk semua perusahaan.

Besarnya biaya dapat bergantung pada jenis layanan, klasifikasi atau subklasifikasi, kualifikasi badan usaha, serta kebutuhan persyaratan pendukung.

Selain itu, perusahaan perlu memperhitungkan kebutuhan tenaga kerja konstruksi dan proses sertifikasi yang terkait.

Karena itu, pengusaha sebaiknya menentukan kebutuhan SBU terlebih dahulu sebelum menghitung total biaya.

Pendekatan tersebut membuat perusahaan lebih mudah menyusun anggaran dan menghindari biaya yang tidak perlu.

Jangan Mengira NIB Sudah Cukup

Sebagian pengusaha berhenti mengurus legalitas setelah mendapatkan NIB.

Padahal, NIB tidak otomatis memenuhi seluruh persyaratan kegiatan usaha.

Sistem OSS menggunakan pendekatan berbasis risiko. Karena itu, pemerintah dapat meminta sertifikat standar, izin, atau persyaratan lain untuk kegiatan dengan tingkat risiko tertentu.

Perusahaan konstruksi juga perlu memperhatikan persyaratan khusus pada sektor jasa konstruksi.

Dengan kata lain, NIB merupakan bagian penting dari legalitas usaha, tetapi bukan berarti semua bisnis cukup memiliki NIB saja.

Cara Menentukan Legalitas yang Dibutuhkan

Sebelum mengurus dokumen legalitas, perusahaan sebaiknya memeriksa beberapa hal.

Pertama, tentukan kegiatan usaha yang benar-benar perusahaan jalankan.

Kedua, pastikan KBLI sudah sesuai dengan kegiatan tersebut.

Ketiga, cek tingkat risiko kegiatan melalui OSS.

Setelah itu, lihat persyaratan tambahan yang muncul. Untuk perusahaan yang bergerak di jasa konstruksi, periksa juga kebutuhan SBU dan klasifikasi usaha yang sesuai.

Langkah sederhana ini dapat membantu perusahaan mengurus legalitas secara lebih tepat.

SBU dan NIB Punya Fungsi Berbeda

SBU dan NIB bukan dua dokumen yang saling menggantikan.

NIB berfungsi sebagai identitas resmi pelaku usaha dan menjadi bagian dari sistem perizinan melalui OSS. Sistem tersebut menentukan kebutuhan izin berdasarkan kegiatan serta tingkat risiko usaha.

Sementara itu, SBU berkaitan dengan persyaratan badan usaha pada sektor jasa konstruksi.

Karena itu, perusahaan perlu melihat kebutuhan legalitas berdasarkan kegiatan bisnisnya.

Jangan hanya mengurus dokumen karena mengikuti perusahaan lain. Setiap usaha memiliki kebutuhan perizinan yang bisa berbeda.

Bingung NIB Saja atau Perlu SBU?

Menentukan legalitas usaha sejak awal dapat menghemat waktu dan biaya.

Perusahaan perlu memastikan KBLI, bidang usaha, tingkat risiko, serta persyaratan sektoral sebelum mengajukan dokumen.

Jika Anda masih bingung menentukan kebutuhan NIB, SBU, atau dokumen legalitas lainnya, Colegality.id dapat membantu mengecek kebutuhan usaha Anda.

Tim Colegality dapat membantu menyesuaikan proses legalitas dengan kegiatan dan struktur bisnis perusahaan.

Jangan sampai salah mengurus dokumen. Konsultasikan kebutuhan legalitas usaha Anda bersama Colegality.id dan pastikan setiap dokumen sesuai dengan bidang bisnis yang Anda jalankan.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article