Bukan Sekadar Tumpukan Dokumen, Kemendikdasmen dan ANRI Ubah Arsip Jadi Sumber Belajar

Must read

EDUCARE.CO.ID – Arsip tidak seharusnya hanya tersimpan sebagai kumpulan dokumen lama. Arsip juga dapat menjadi sumber pengetahuan yang membantu generasi masa kini memahami perjalanan bangsa.

Semangat tersebut mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kolaborasi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menandatangani Nota Kesepahaman antara Kemendikdasmen dan ANRI di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Dalam kesempatan yang sama, Kemendikdasmen juga menyerahkan sejumlah arsip kepada ANRI, termasuk naskah national statement Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO ke-43.

Berdasarkan Siaran Pers Kemendikdasmen Nomor 758/sipers/A6/VIII/2026, kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pengelolaan sekaligus pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi, pembelajaran, kebudayaan, dan sejarah bangsa.

Abdul Mu’ti: Arsip Adalah Dokumen Hidup Bangsa

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa arsip memiliki peran penting dalam menjaga ingatan kolektif bangsa.

Menurutnya, arsip dapat menghadirkan kembali berbagai peristiwa penting yang membentuk perjalanan Indonesia.

Ia menilai masyarakat tidak boleh memandang arsip hanya sebagai tumpukan kertas atau dokumen administratif yang tersimpan di ruang penyimpanan.

“Inilah yang menurut saya menjadi bagian dari bagaimana arsip itu menjadi dokumen hidup. Dia tidak hanya menjadi tumpukan kertas, tetapi menjadi dokumen hidup yang membuat bangsa itu juga menjadi kaya dengan dokumennya itu dan bisa berjaya dengan dokumennya itu,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, dokumen masa lalu dapat menjadi modal sejarah sekaligus modal intelektual bagi bangsa.

Melalui arsip, masyarakat dapat memahami perjalanan yang telah dilalui. Selain itu, generasi muda juga dapat mengambil pelajaran untuk menghadapi masa depan dengan perspektif yang lebih luas.

“Menghadirkan kembali dokumen dalam bentuk yang relatif otentik itu menjadi sesuatu yang punya makna dalam konteks kita belajar,” katanya.

Naskah Pidato UNESCO Jadi Bagian Arsip Nasional

Salah satu dokumen penting yang Kemendikdasmen serahkan kepada ANRI adalah naskah national statement Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO ke-43.

Abdul Mu’ti menyebut dokumen tersebut tidak hanya mencatat aktivitas kelembagaan. Arsip itu juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia di tingkat internasional.

Menurutnya, dokumen tersebut turut merekam perkembangan posisi bahasa Indonesia dalam ruang global.

Indonesia kini memiliki peran yang semakin besar dalam dunia internasional, termasuk melalui pengakuan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi dalam forum UNESCO.

“Semuanya adalah bagian dari sejarah bangsa yang menjadi tonggak penting tidak hanya bagi kita sebagai bangsa Indonesia, tetapi juga bagi peradaban dunia,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan kontribusi Indonesia dalam memperkaya khazanah kesusastraan dan peradaban dunia.

ANRI Dorong Arsip Masuk ke Ruang Pendidikan

Kepala ANRI Mego Pinandito mengatakan kerja sama dengan Kemendikdasmen tidak hanya berfokus pada tata kelola kearsipan.

Kolaborasi tersebut juga membuka peluang pemanfaatan arsip secara lebih luas, terutama dalam bidang pendidikan.

Menurut Mego, proses pengelolaan arsip mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyelamatan, pelestarian, hingga pelindungan dokumen.

Namun, arsip tidak boleh berhenti sebagai bukti administrasi atau pertanggungjawaban lembaga.

ANRI ingin mendorong pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi masyarakat.

“Arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI bukan hanya sebagai bukti pertanggungjawaban, tetapi kami terus dorong untuk bisa menjadi bagian penting dari sumber informasi, pendidikan, kebudayaan, dan sejarah,” kata Mego.

Ia berharap kolaborasi dengan Kemendikdasmen dapat memperluas penggunaan arsip dalam proses pembelajaran.

Pengelolaan Arsip Kemendikdasmen Raih Nilai Sangat Memuaskan

Dalam kesempatan tersebut, Mego juga memberikan apresiasi terhadap pengelolaan kearsipan di lingkungan Kemendikdasmen.

Berdasarkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2025, Kemendikdasmen memperoleh nilai 98,14 dengan kategori sangat memuaskan.

Selain itu, tingkat digitalisasi arsip Kemendikdasmen mencapai 98,09 dan juga masuk kategori sangat memuaskan.

Capaian tersebut menunjukkan upaya Kemendikdasmen dalam membangun sistem pengelolaan arsip yang semakin modern.

Mego berharap kementerian dan lembaga lain dapat mengikuti praktik baik yang telah dilakukan Kemendikdasmen.

“Jadi dengan model yang seperti inilah kemudian kami selalu mengharapkan kementerian dan lembaga bisa minimal sama dengan Kemendikdasmen,” ujarnya.

Arsip Akan Dimanfaatkan untuk Pembelajaran dan Buku Pendidikan

Kolaborasi Kemendikdasmen dan ANRI tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman.

Kedua lembaga juga menyusun langkah konkret untuk memanfaatkan arsip statis dalam kegiatan pendidikan.

Rangkaian kegiatan mencakup penyerahan arsip statis Kemendikdasmen kepada ANRI, forum diskusi, serta penandatanganan perjanjian kerja sama.

Melalui kerja sama tersebut, Kemendikdasmen dan ANRI akan mendorong pemanfaatan arsip statis dalam proses pembelajaran dan penyusunan buku pendidikan.

Langkah ini membuka peluang bagi guru dan peserta didik untuk mempelajari sejarah melalui sumber yang lebih autentik.

Arsip dapat membantu pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena siswa tidak hanya mempelajari peristiwa melalui rangkuman, tetapi juga dapat mengenal dokumen yang merekam perjalanan sejarah secara langsung.

Kolaborasi ini sekaligus memperkuat gagasan bahwa arsip memiliki peran penting dalam pendidikan.

Dengan pengelolaan yang baik dan pemanfaatan yang tepat, dokumen masa lalu dapat terus memberikan pengetahuan bagi generasi masa kini dan masa depan.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article