EDUCARE.CO.ID – Menghafal Al-Qur’an bisa membuka jalan menuju pendidikan tinggi. Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyediakan Beasiswa Jalur Tahfiz bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an. Program ini menawarkan bantuan biaya pendidikan hingga 100 persen.
UMJ menghadirkan program tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi para penghafal Al-Qur’an. Kampus tidak hanya melihat jumlah hafalan saat mahasiswa pertama kali mendaftar. UMJ juga membina penerima beasiswa dan mendorong mereka terus menambah hafalan selama kuliah.
Berdasarkan hasil wawancara Educare dengan Wakil Rektor IV UMJ, Dr. Septa Candra, S.H., M.H., UMJ telah mengembangkan Beasiswa Jalur Tahfiz selama lebih dari satu dekade. Kini, program tersebut membuka kesempatan bagi penghafal Al-Qur’an dari berbagai fakultas.
Berawal dari Apresiasi untuk Penghafal Al-Qur’an
Septa Candra mengatakan UMJ menciptakan Beasiswa Jalur Tahfiz karena ingin memberikan apresiasi kepada para penghafal Al-Qur’an.
Sebagai perguruan tinggi Islam, UMJ melihat kemampuan menghafal Al-Qur’an sebagai prestasi yang layak mendapat dukungan dalam pendidikan tinggi.
Menurut Septa, UMJ mulai merintis gagasan tersebut sekitar 15 tahun lalu. Pada tahap awal, program ini memberikan kesempatan kepada penghafal 30 juz untuk memperoleh beasiswa penuh.
Seiring perkembangan program, UMJ kemudian memperluas kesempatan tersebut ke berbagai fakultas.
“Pertama, idenya karena kita kampus Islam. Kita sangat mengapresiasi para penghafal Al-Qur’an,” ujar Septa kepada Educare.
Kini, calon mahasiswa tidak selalu harus memiliki hafalan 30 juz untuk mengikuti jalur tersebut. UMJ membuka peluang bagi calon mahasiswa dengan jumlah hafalan yang berbeda sesuai dengan klasifikasi beasiswa.
Hafal 30 Juz Bisa Dapat Beasiswa 100 Persen
UMJ menentukan besaran Beasiswa Jalur Tahfiz berdasarkan jumlah hafalan Al-Qur’an calon mahasiswa.
Penghafal 30 juz dapat memperoleh beasiswa hingga 100 persen. Sementara itu, calon mahasiswa dengan hafalan yang lebih sedikit tetap memiliki kesempatan memperoleh bantuan biaya pendidikan.
Untuk sejumlah fakultas, calon mahasiswa dapat mengikuti jalur tahfiz mulai dari hafalan sekitar lima juz. UMJ memberikan bantuan pendidikan dengan persentase awal sekitar 60 persen.
Namun, penerima beasiswa tidak bisa berhenti menambah hafalan setelah mendapatkan bantuan pendidikan.
UMJ mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan hafalan selama masa kuliah. Dalam empat tahun, kampus menargetkan mahasiswa mampu menambah hafalan secara bertahap hingga mencapai target yang telah ditentukan.
“Kalau sudah mendapatkan beasiswa, kami tidak ingin mereka berada di zona nyaman. Mereka harus terus menambah hafalannya,” kata Septa.
Mahasiswa juga berpeluang meningkatkan persentase beasiswa seiring bertambahnya hafalan. Karena itu, program ini menggabungkan dukungan biaya pendidikan dengan proses pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan.
UMJ Evaluasi Hafalan Mahasiswa Setiap Tahun
UMJ menerapkan seleksi dan evaluasi secara berkala dalam program Beasiswa Jalur Tahfiz.
Calon mahasiswa terlebih dahulu mengikuti tes kemampuan membaca Al-Qur’an. Setelah itu, mereka menjalani seleksi hafalan sesuai jumlah juz yang dimiliki.
Jumlah peserta seleksi dapat mencapai 200 hingga 300 orang. Tim terkait kemudian menilai kemampuan peserta dan mengelompokkan mereka berdasarkan jumlah hafalan.
Lembaga pengkajian dan pengembangan Al-Islam kemudian melanjutkan proses penilaian sebelum kampus menetapkan penerima beasiswa.
Setelah menerima beasiswa, mahasiswa tetap harus mengikuti evaluasi setiap tahun.
UMJ kembali menguji hafalan penerima beasiswa untuk melihat perkembangan mereka. Mahasiswa perlu menunjukkan peningkatan hafalan agar dapat mempertahankan dan mengembangkan manfaat beasiswa sesuai ketentuan.
Sistem tersebut membuat mahasiswa memiliki target yang jelas selama menjalani pendidikan tinggi.
Mahasiswa Tahfiz Mendapat Pembinaan Rutin
UMJ tidak hanya memberikan bantuan biaya kuliah kepada penerima Beasiswa Jalur Tahfiz. Kampus juga menyediakan program pembinaan untuk membantu mahasiswa menjaga dan meningkatkan hafalan.
Septa menjelaskan bahwa UMJ bekerja sama dengan pihak yang memiliki metode khusus dalam pembelajaran tahfiz.
Mahasiswa mengikuti pendampingan secara rutin melalui pertemuan daring setiap minggu. Mereka juga mengikuti pertemuan langsung secara berkala di kampus.
Dalam proses pembinaan, mahasiswa dapat menyetorkan hafalan, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, dan mempelajari metode menghafal yang lebih efektif.
Program tersebut membantu mahasiswa karena setiap orang memiliki kemampuan dan cara menghafal yang berbeda.
UMJ berharap pembinaan rutin dapat memperkuat hafalan mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an mereka.
Lebih dari 200 Penerima Beasiswa Sudah Lulus
Beasiswa Jalur Tahfiz telah melahirkan ratusan lulusan UMJ.
Septa menyebut jumlah penerima program yang telah menyelesaikan pendidikan mencapai lebih dari 200 orang dari beberapa angkatan.
Para penerima memiliki jumlah hafalan yang beragam. Namun, seluruh mahasiswa tetap menjalani proses pembinaan dan evaluasi selama mengikuti program.
UMJ juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang menunjukkan capaian terbaik dalam hafalan Al-Qur’an.
Pada sejumlah momentum wisuda, kampus memberikan apresiasi kepada lulusan dengan prestasi tahfiz terbaik.
Menurut Septa, mahasiswa penghafal Al-Qur’an juga memiliki peluang besar untuk mengikuti berbagai kompetisi.
Kompetisi tahfiz kini hadir di tingkat nasional maupun internasional. Ajang tersebut tidak hanya berlangsung di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berkembang di berbagai negara lain.
Beasiswa Tahfiz Tersedia di Berbagai Fakultas
Setiap perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki kewenangan untuk mengembangkan kebijakan sesuai dengan kemampuan dan karakter kampus masing-masing.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan kebijakan umum. Sementara itu, masing-masing perguruan tinggi mengatur pelaksanaan program selama tetap mengikuti statuta dan ketentuan yang berlaku.
UMJ membuka Beasiswa Jalur Tahfiz di berbagai fakultas.
Namun, jumlah hafalan yang menjadi syarat dapat berbeda sesuai dengan fakultas dan skema bantuan pendidikan.
Penghafal 30 juz berpeluang memperoleh beasiswa penuh hingga 100 persen. Sementara itu, calon mahasiswa dengan hafalan mulai dari lima juz dapat memperoleh bantuan pendidikan dengan persentase tertentu.
Mahasiswa dapat meningkatkan persentase beasiswa dengan menambah hafalan selama menjalani masa studi.
Lulus Kuliah, Penerima Beasiswa Bebas Menentukan Masa Depan
UMJ tidak mewajibkan penerima Beasiswa Jalur Tahfiz untuk menjalani ikatan dinas setelah lulus.
Lulusan bebas menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka dapat bekerja, melanjutkan studi, membangun usaha, atau mengabdikan diri di lembaga sosial dan keagamaan.
Mereka juga dapat memilih untuk berkontribusi di lingkungan Muhammadiyah.
“Setelah lulus, mereka bebas mau mengabdi di mana. Tidak ada ikatan dinas,” jelas Septa.
UMJ memberikan kebebasan tersebut sebagai bagian dari apresiasi kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an.
Booth UMJ Hadir di EduNation Festival 2026
Pelajar dan orang tua yang ingin mengetahui informasi mengenai UMJ dapat mengunjungi booth Universitas Muhammadiyah Jakarta di EduNation Festival 2026.
UMJ hadir dalam acara tersebut untuk memperkenalkan berbagai program pendidikan, pilihan fakultas, jalur masuk, dan peluang beasiswa kepada masyarakat.
Pengunjung dapat datang langsung ke booth UMJ untuk mencari informasi mengenai Beasiswa Jalur Tahfiz serta program beasiswa lainnya.
Calon mahasiswa juga dapat berkonsultasi mengenai pilihan pendidikan yang sesuai dengan minat dan rencana masa depan.
Kehadiran UMJ di EduNation Festival 2026 memberikan kesempatan bagi pelajar untuk mengenal kampus tersebut secara lebih dekat.
Bagi pelajar yang memiliki hafalan Al-Qur’an dan ingin melanjutkan pendidikan tinggi, booth UMJ dapat menjadi salah satu tempat untuk mendapatkan informasi langsung mengenai peluang Beasiswa Jalur Tahfiz.
Hafalan Al-Qur’an dan Pendidikan Tinggi Bisa Berjalan Bersama
Melalui Beasiswa Jalur Tahfiz, UMJ ingin menunjukkan bahwa kemampuan menghafal Al-Qur’an dapat berjalan seiring dengan pendidikan akademik.
Mahasiswa tetap dapat mengejar pendidikan tinggi, mengembangkan keterampilan profesional, dan mempersiapkan masa depan tanpa meninggalkan proses menjaga hafalan Al-Qur’an.
Program tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terus berkembang selama kuliah.
UMJ tidak hanya memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an. Kampus juga mengajak mereka untuk menjaga hafalan, meningkatkan kemampuan, dan terus mengembangkan potensi.
Dengan pendekatan tersebut, Beasiswa Jalur Tahfiz UMJ menjadi salah satu bentuk dukungan pendidikan bagi generasi muda yang ingin mengembangkan prestasi akademik sekaligus memperkuat hafalan Al-Qur’an.


