EDUCARE.CO.ID – Program Duta SMA 2026 menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenali potensi, mengasah kepemimpinan, dan menyusun gagasan yang dapat memberi dampak bagi lingkungan pendidikan.
Program yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut tidak berhenti pada proses seleksi dan pengukuhan. Para peserta juga mengikuti pembinaan, bertukar pengalaman dengan pelajar dari berbagai daerah, serta menjalankan kegiatan yang mendorong mereka melihat persoalan di sekitar.
Berdasarkan rilis Kemendikdasmen, pengalaman tersebut menjadi bekal para Duta SMA untuk menjalankan peran sebagai representasi pelajar selama satu tahun ke depan.
Duta SMA Jadi Ruang untuk Menggali Potensi
Duta SMA Nasional Kategori Putri Fidela Shahia Myiesha Susilo dari SMA Negeri 1 Yogyakarta menilai program tersebut memberinya kesempatan untuk mengenali kembali kemampuan yang dapat ia kembangkan.
Menurut Fidela, status sebagai Duta SMA juga membawa tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
“Saya menggali lebih dalam lagi tentang kemampuan saya yang bisa saya sumbangkan untuk Indonesia,” ujar Fidela.
Karena itu, ia mengajak pelajar SMA di berbagai daerah untuk tidak ragu mengeksplorasi kemampuan diri.
“Persiapkan diri kalian dengan baik, gali potensi kalian sedalam-dalamnya. Cari di manakah celah kalian untuk bersinar,” pesannya.
Pelajar dari Berbagai Daerah Susun Gagasan Bersama
Sementara itu, Duta SMA Nasional Kategori Putra Fachri Akbar Triyanto dari SMA Negeri 1 Bojonegoro, Jawa Timur, menyoroti pengalaman berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.
Menurut Fachri, pertemuan tersebut membuka kesempatan bagi para pelajar untuk saling mendukung sekaligus merancang gagasan yang dapat mereka lanjutkan setelah program selesai.
“Kami pastinya menyusun rencana tindak lanjut yang akan menjadi sebuah wadah bagi siswa di Indonesia untuk bisa mengembangkan karya-karyanya,” ujar Fachri.
Ia berharap gagasan tersebut dapat membantu lebih banyak pelajar mengembangkan karya dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Duta SMA Belajar Memahami Persoalan Pelajar
Pengalaman berbeda datang dari Rhiana Abigail Katu dari SMA Negeri 1 Waikabubak, Nusa Tenggara Timur.
Selama mengikuti rangkaian Duta SMA, Rhiana memperoleh materi tentang komunikasi, kepemimpinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta cara mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pelajar.
Pengalaman itu kemudian mendorong Rhiana untuk membawa manfaat program ke daerah asalnya.
Ia berencana menjalankan Teman SMA Impact Challenge sebagai wadah bagi pelajar untuk mengambil peran sebagai agen perubahan.
“Teman-teman SMA itu menjadi agen perubahan,” tutur Rhiana.
Melalui program tersebut, ia ingin melibatkan lebih banyak pelajar SMA di daerahnya dalam kegiatan yang berdampak positif.
Duta SMA Jadi Jembatan Pertukaran Budaya
Selain kepemimpinan dan pengembangan gagasan, program Duta SMA mempertemukan pelajar dari berbagai latar belakang budaya.
Albert Edon dari SMA Negeri 1 Lobalain, Nusa Tenggara Timur, mengaku mendapat pengalaman berharga saat mengenal budaya dari provinsi lain.
Di sisi lain, ia juga memperkenalkan budaya Kabupaten Rote Ndao kepada para peserta dari daerah lain.
“Kita bisa belajar banyak budaya dari provinsi-provinsi lain yang dapat kita lestarikan,” ujar Albert.
Pertukaran budaya tersebut memperkaya pengalaman para pelajar sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga keberagaman Indonesia.
Duta SMA Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Selama menjalani karantina di Yogyakarta, para Duta SMA juga menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Kebiasaan tersebut meliputi:
- bangun pagi,
- beribadah,
- berolahraga,
- makan sehat dan bergizi,
- gemar belajar,
- bermasyarakat,
- tidur lebih cepat.
Selain itu, para peserta mengikuti berbagai aktivitas bersama di SMA Negeri 2 Ngaglik. Mereka juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari kegiatan bersama.
Kemudian, para Duta SMA mengunjungi Keraton Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat sejarah dan warisan budaya daerah tersebut.
Bekal Duta SMA untuk Satu Tahun ke Depan
Berbagai pengalaman selama program menjadi bekal para Duta SMA dalam menjalankan peran selama satu tahun mendatang.
Mereka tidak hanya membawa nama provinsi masing-masing. Lebih jauh, para Duta SMA diharapkan mampu menjadi penggerak yang menginspirasi pelajar lain untuk berani berkarya, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam perubahan.
Program Duta SMA 2026 pun menunjukkan bahwa potensi pelajar dapat berkembang ketika mereka mendapat ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan menyampaikan ide. Dari ruang tersebut, berbagai gagasan baru untuk pendidikan dapat tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.



