EDUCARE.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai menjalankan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 pada Agustus ini. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya melengkapi status imunisasi anak sekaligus memperkuat perlindungan mereka dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Berdasarkan sumber Kementerian Kesehatan, Direktur Imunisasi Kemenkes Indri Yogyaswari menjelaskan bahwa BIAS menjadi langkah penting untuk meningkatkan kekebalan anak usia sekolah. Program ini menyasar anak yang belum menerima imunisasi lengkap serta anak yang memerlukan dosis penguat (booster).
“BIAS bertujuan meningkatkan kekebalan anak, menjangkau mereka yang belum mendapat imunisasi lengkap, dan memberikan booster agar perlindungan tetap kuat hingga dewasa,” ujar Indri dalam media briefing BIAS 2026, Rabu (5/8/2026).
Fokus Cegah Empat Penyakit Utama
Kemenkes memfokuskan BIAS 2026 pada pencegahan campak, difteri, tetanus, dan infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang menjadi penyebab utama kanker leher rahim.
Indri menuturkan bahwa kasus campak dan difteri memang menurun secara nasional. Namun, pemerintah masih menemukan kasus sporadis di beberapa daerah sehingga petugas kesehatan perlu memperkuat pelaksanaan imunisasi.
Jadwal Imunisasi Agustus dan November 2026
Pada tahap pertama bulan Agustus, petugas kesehatan akan memberikan:
- Vaksin campak-rubela (MR) kepada siswa kelas 1 SD usia sekitar 7 tahun.
- Vaksin HPV kepada siswa kelas 5 SD usia sekitar 11 tahun.
Sementara itu, pada tahap kedua bulan November, pemerintah akan memberikan:
- Vaksin difteri-tetanus (DT) untuk siswa kelas 1.
- Vaksin tetanus-difteri (Td) untuk siswa kelas 2.
- Vaksin Td untuk siswa kelas 5.
Kemenkes Mulai Berikan Vaksin HPV kepada Anak Laki-laki
Selain melindungi anak perempuan dari risiko kanker serviks di masa depan, Kemenkes mulai memperluas pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki kelas 5 SD di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.
Kemenkes juga menyediakan imunisasi kejar bagi anak yang belum menerima vaksin HPV pada tahun sebelumnya.
Puskesmas dan Sekolah Laksanakan Program BIAS
Petugas kesehatan dari puskesmas akan melaksanakan BIAS di seluruh SD, Madrasah Ibtidaiyah, dan sekolah sederajat.
Anak yang tidak bersekolah tetap dapat memperoleh imunisasi di puskesmas, pos pelayanan imunisasi, atau posyandu sesuai jadwal daerah masing-masing. Selain itu, anak yang berhalangan hadir saat pelaksanaan di sekolah masih bisa mendapatkan imunisasi susulan di fasilitas kesehatan.
Kemenkes Minta Orang Tua Lebih Aktif Mendukung Imunisasi Anak
Indri menekankan bahwa keberhasilan BIAS membutuhkan dukungan orang tua, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mencari informasi imunisasi dari sumber resmi dan tidak mudah percaya pada informasi yang keliru di media sosial.
“Imunisasi aman, bermanfaat, dan terbukti melindungi anak. Jangan lewatkan BIAS 2026 karena program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” tegasnya.
Kemenkes berharap BIAS 2026 dapat menjaga kesehatan anak Indonesia sehingga mereka tetap aktif belajar dan tumbuh optimal menuju masa depan yang lebih baik.



