Hari Pertama Sekolah, Mendukbangga Ajak Ayah Antar Anak ke Sekolah

Must read

EDUCARE.CO.ID – Tahun ajaran baru selalu membawa semangat baru bagi jutaan anak Indonesia. Seragam yang masih rapi, buku-buku baru, dan suasana sekolah yang kembali ramai menjadi awal perjalanan mereka memasuki babak pembelajaran berikutnya.

Namun, di balik antusiasme tersebut, banyak anak juga merasakan gugup saat melangkah ke sekolah pada hari pertama. Karena itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, mengajak para ayah meluangkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah.

Menurutnya, kehadiran ayah pada momen sederhana itu dapat memberikan dampak emosional yang besar bagi tumbuh kembang anak.

Berdasarkan sumber Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dalam mendukung perkembangan anak sejak hari pertama sekolah.

Kehadiran Ayah Bangun Rasa Aman Anak

Wihaji menjelaskan bahwa perjalanan menuju sekolah mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Akan tetapi, bagi seorang anak, momen tersebut dapat menjadi kenangan yang membekas hingga dewasa.

Selama perjalanan, ayah memiliki kesempatan membangun komunikasi yang hangat dengan anak.

Obrolan ringan, pelukan sebelum berpisah, atau ucapan penyemangat mampu menumbuhkan rasa percaya diri anak ketika memasuki lingkungan sekolah.

Menurut Wihaji, perhatian seperti itu membuat anak merasa dicintai, dihargai, dan didukung oleh keluarganya.

“Hal-hal kecil inilah yang membuat anak merasa dicintai, didukung, dan dihargai sebagai individu,” ujar Wihaji, Senin (13/7/2026).

Peran Ayah Kini Semakin Penting

Wihaji menegaskan bahwa peran ayah saat ini tidak lagi terbatas sebagai pencari nafkah.

Sebaliknya, ayah juga berperan sebagai pendamping dalam setiap tahap tumbuh kembang anak.

Kehadiran tersebut menjadi bekal penting ketika anak menghadapi berbagai pengalaman baru, termasuk saat memasuki tahun ajaran baru.

Oleh sebab itu, ia mengajak para ayah untuk lebih aktif mendampingi anak dalam kehidupan sehari-hari.

Waktu dan Perhatian Menjadi Hadiah Terbaik

Menurut Wihaji, hadiah paling berharga bagi anak bukanlah barang mahal.

Sebaliknya, anak lebih membutuhkan waktu, perhatian, dan kehadiran orang tua.

Karena itu, ia berharap para ayah memanfaatkan momen mengantar anak ke sekolah sebagai kesempatan membangun hubungan yang lebih dekat.

Perjalanan singkat tersebut dapat menjadi kenangan indah yang terus diingat anak hingga dewasa.

“Jadikan perjalanan singkat itu sebagai awal dari kenangan yang akan mereka bawa seumur hidup. Bagi anak, kehadiran ayah selalu berarti,” katanya.

Keluarga Tetap Bisa Menggantikan Peran Ayah

Wihaji juga menegaskan bahwa tidak semua anak tumbuh bersama sosok ayah.

Dalam kondisi tersebut, ibu maupun anggota keluarga lain tetap dapat menjalankan peran pendamping.

Yang terpenting, anak tetap merasakan dukungan dan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya.

Melalui pendampingan tersebut, keluarga dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan percaya diri.

Sebagai penutup, Wihaji mengajak seluruh keluarga menjadikan hari pertama sekolah sebagai momentum untuk menunjukkan perhatian kepada anak.

“Mari kita jadikan hari pertama sekolah tahun ini sebagai momen untuk menunjukkan bahwa kita ada untuk mereka. Selamat memasuki tahun ajaran baru,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img