EDUCARE.CO.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak perguruan tinggi menghasilkan inovasi yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kampus tidak cukup hanya mencetak lulusan atau menerbitkan jurnal ilmiah. Perguruan tinggi juga harus menghadirkan solusi nyata untuk berbagai persoalan bangsa.
Brian menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri Reuni Akbar Alumni Institut Pendidikan Darussalam (IPD), Institut Studi Islam Darussalam (ISID), dan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam rangka Milad ke-63 UNIDA Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (12/7).
Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai sains dan teknologi. Namun, kemampuan akademik harus berjalan seiring dengan integritas, akhlak, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), penguatan pendidikan tinggi menjadi bagian penting untuk mencetak talenta unggul sekaligus mempercepat pembangunan nasional.
Kampus Harus Menjadi Solusi bagi Daerah
Brian mengapresiasi Pondok Modern Gontor yang selama hampir satu abad konsisten melahirkan kader bangsa berkarakter kuat. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang menjunjung integritas dan tidak mudah tergoda kepentingan pribadi.
Ia juga menilai filosofi pendidikan Gontor sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak. Program tersebut menempatkan ilmu pengetahuan sebagai sarana menyelesaikan persoalan masyarakat.
Karena itu, Brian mengajak perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut akan membuat hasil penelitian lebih relevan dengan kebutuhan lapangan.
“Bangsa ini membutuhkan terobosan dari perguruan tinggi. Kampus harus menyelesaikan persoalan daerah melalui hasil risetnya,” kata Brian.
Ia berharap UNIDA Gontor mampu menjadi motor pembangunan di Kabupaten Ponorogo. Menurutnya, kampus dapat berkontribusi melalui inovasi di bidang pengelolaan sampah, pertanian, kesehatan, hingga tata kota.
Brian menegaskan bahwa kampus yang maju selalu menghadirkan dampak nyata. Kontribusi tersebut harus dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Fakultas Kedokteran dan Program 100 Doktor Dapat Apresiasi
Dalam kesempatan itu, Brian juga mengapresiasi pembukaan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor. Ia berharap fakultas tersebut melahirkan dokter yang siap mengabdi di daerah yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada program 100 Doktor untuk 100 Tahun Gontor. Menurutnya, program tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kapasitas akademik perguruan tinggi.
Brian menilai investasi pada pendidikan tinggi akan menentukan daya saing Indonesia di masa depan. Semakin banyak talenta unggul, semakin besar peluang Indonesia menjadi negara maju.
Hilirisasi Riset Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Brian menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya bergantung pada teknologi. Indonesia juga membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas, moral, dan nilai-nilai agama.
“Kekuatan sains dan teknologi akan jauh lebih besar ketika berpadu dengan integritas dan moralitas,” ujarnya.
Ia kemudian mengajak seluruh perguruan tinggi mempercepat hilirisasi hasil penelitian. Menurutnya, kampus harus membangun startup serta industri berbasis inovasi.
Langkah tersebut akan membuat hasil riset tidak berhenti sebagai laporan ilmiah. Sebaliknya, penelitian dapat berkembang menjadi produk, teknologi, dan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Brian berharap semakin banyak kampus membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Dengan cara itu, karya akademik dapat memperkuat ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.




