Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 sebagai langkah awal untuk membantu murid baru mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter sejak hari pertama belajar.
Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pelaksanaan MPLS Ramah di Sekolah Luar Biasa (SLB) mengutamakan pendekatan inklusif. Program ini memberi ruang bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menjalin hubungan dengan teman sebaya, serta mengembangkan potensinya tanpa diskriminasi.
MPLS Ramah Bebas Perpeloncoan dan Kekerasan
Kemendikdasmen menegaskan bahwa seluruh kegiatan MPLS Ramah harus berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Karena itu, sekolah tidak boleh mengadakan perpeloncoan, penggunaan atribut yang tidak relevan, maupun bentuk kekerasan dalam kegiatan orientasi. Sebaliknya, sekolah perlu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas.
Selain menjamin keamanan, sekolah juga harus merancang setiap kegiatan dengan metode yang sesuai dengan kebutuhan murid di SLB.
Murid Baru Mengenal Lingkungan Sekolah Sejak Hari Pertama
Salah satu kegiatan utama dalam MPLS Ramah ialah mengenalkan lingkungan sekolah kepada murid baru.
Guru mengajak peserta didik berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas seperti ruang kelas, toilet, kantin, hingga area layanan lainnya. Guru mengarahkan murid melalui jalur yang aman dan mudah diakses selama kegiatan berlangsung.
Dengan cara tersebut, peserta didik dapat mengenali lingkungan sekolah sekaligus membangun rasa percaya diri saat beraktivitas.
Anak Belajar Mengenali Emosi Sejak Hari Pertama
Kemendikdasmen juga memasukkan pengenalan emosi sebagai bagian penting dalam MPLS Ramah.
Guru mengajak murid mengenali berbagai perasaan melalui percakapan sederhana maupun media visual berupa gambar ekspresi. Pendekatan tersebut membantu anak menyampaikan perasaan dengan cara yang tepat sekaligus membangun hubungan yang positif dengan teman-temannya.
Kegiatan ini juga mendukung kemampuan sosial dan komunikasi anak berkebutuhan khusus.
Pembiasaan Makan Sehat dan Perilaku Hidup Bersih
Selain penguatan karakter, MPLS Ramah mengenalkan pola hidup sehat kepada murid baru.
Guru membimbing peserta didik mencuci tangan sebelum makan, makan dengan tertib, serta memahami pentingnya makanan bergizi. Melalui pembiasaan tersebut, sekolah membantu anak menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
Murid Belajar Kesiapsiagaan Bencana Sejak MPLS
Kemendikdasmen juga mengajak murid memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Guru menjelaskan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar dengan bahasa sederhana. Selanjutnya, guru menunjukkan isi tas siaga bencana sekaligus menjelaskan fungsi setiap perlengkapan agar murid memahami cara menghadapi situasi darurat.
Dengan demikian, peserta didik mulai mengenal langkah-langkah dasar untuk melindungi diri.
Literasi Digital Jadi Materi Penting dalam MPLS
Di era digital, anak berkebutuhan khusus juga memerlukan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak.
Karena itu, guru mengenalkan fungsi gawai, manfaat teknologi, serta risiko penggunaan media digital yang tidak tepat. Guru mengajak murid mengenali berbagai perangkat digital melalui gambar dan alat peraga.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap peserta didik mampu menggunakan teknologi secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai kebutuhan.
Guru Menanamkan Nilai Inklusivitas dan Kebinekaan Sejak Hari Pertama
Kemendikdasmen turut memasukkan nilai inklusivitas dan kebinekaan dalam MPLS Ramah 2026.
Guru mengajak murid memahami bahwa setiap orang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Melalui video edukasi maupun diskusi sederhana, peserta didik belajar menghargai perbedaan, menolak diskriminasi, serta membangun sikap saling membantu.
Nilai-nilai tersebut membentuk lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Kemendikdasmen berharap MPLS Ramah 2026 tidak hanya menjadi masa orientasi sekolah, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun karakter, kemandirian, dan budaya inklusif bagi seluruh murid di Sekolah Luar Biasa.




