EDUCARE.CO.ID – Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) terus mendorong lahirnya inovasi yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Salah satu praktik baik hadir di Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di wilayah ini, kolaborasi perguruan tinggi berhasil memperkuat sektor ekowisata melalui teknologi air bersih, pengelolaan limbah, dan pengembangan produk lokal.
Berdasarkan siaran pers Kemdiktisaintek, Program Kosabangsa mempertemukan tim dari Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta sebagai pelaksana dengan Universitas AKPRIND Indonesia sebagai pendamping. Kedua perguruan tinggi tersebut bekerja sama bersama masyarakat untuk meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Teknologi Air Bersih Buka Peluang Usaha Baru
Ketua tim pelaksana, Novi Irawati, menjelaskan bahwa program memprioritaskan penyediaan teknologi air minum berbasis reverse osmosis (RO). Teknologi tersebut memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan wisata sekaligus membuka peluang usaha baru bagi kelompok pengelola.
Kelompok masyarakat memasarkan air hasil pengolahan RO kepada warga sekitar dengan harga sekitar Rp7.000 per galon. Langkah tersebut meningkatkan omzet pengelola hingga sekitar 8 persen sekaligus memperluas sumber pendapatan masyarakat.
Produk Lokal Menjadi Daya Tarik Wisata
Selain menghadirkan teknologi air bersih, tim Kosabangsa mengembangkan berbagai produk unggulan berbasis potensi desa. Masyarakat mengolah hasil panen singkong dan pisang menjadi aneka keripik yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Di sisi lain, warga memanfaatkan tempurung serta daun kelapa menjadi gelas, mangkuk, sendok, dan berbagai kerajinan ramah lingkungan. Produk tersebut melengkapi pengalaman wisata edukasi sekaligus memperkuat identitas Desa Wisata Tinalah.
Novi menilai langkah tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus mengurangi limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Paket Wisata Baru Tingkatkan Daya Saing Desa
Tim pelaksana juga menyusun paket wisata baru agar Desa Wisata Tinalah memiliki lebih banyak pilihan aktivitas bagi wisatawan. Selain itu, tim menyusun buku panduan wisata edukasi sebagai pedoman masyarakat dalam mengembangkan destinasi secara berkelanjutan.
Melalui strategi tersebut, pengelola desa dapat menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada pengunjung.
Omzet Masyarakat Naik Berkat Kolaborasi
Menurut Novi, berbagai inovasi yang diterapkan memberi dampak ekonomi dalam waktu relatif singkat. Fasilitas baru meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Selama enam bulan terakhir, kelompok pengelola mencatat omzet sekitar Rp400 juta. Angka tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dan inovasi mampu memperkuat ekonomi desa secara nyata.
Kolaborasi Perguruan Tinggi Perkuat Ekowisata
Kemdiktisaintek menilai praktik baik di Desa Purwoharjo menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah.
Melalui Program Kosabangsa, kampus tidak hanya menghadirkan teknologi tepat guna. Perguruan tinggi juga memperkuat kapasitas masyarakat, mengembangkan potensi lokal, serta menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.




