EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan (TRP) Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) menghadirkan inovasi pangan berbahan lokal. Mereka mengembangkan yogurt bar sehat dengan memanfaatkan biji ketapang dan bubuk daun murbei sebagai bahan utama.
Inovasi tersebut lahir dari upaya mahasiswa untuk mengolah bahan alami yang melimpah di sekitar lingkungan kampus menjadi produk pangan bernilai tambah. Selain menawarkan manfaat kesehatan, produk ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Berdasarkan sumber rilis Politeknik Negeri Jember (Polije), produk tersebut menjadi salah satu hasil pembelajaran berbasis proyek yang menggabungkan riset, inovasi, dan kewirausahaan.
Berawal dari Potensi Biji Ketapang
Vita Marvella bersama tim mahasiswa Teknologi Rekayasa Pangan menggagas produk ini setelah melihat banyak biji ketapang yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Ide ini berawal dari keprihatinan kami terhadap melimpahnya biji pohon ketapang di lingkungan,” ujar Vita.
Tim kemudian mengolah biji ketapang melalui beberapa tahapan. Mereka mengupas kulit luar, menyangrai biji dengan suhu tertentu, lalu mengekstraknya menjadi sari yang menjadi bahan utama yogurt bar.
Setelah itu, tim menambahkan bubuk daun murbei untuk meningkatkan kandungan gizi sekaligus memperkaya cita rasa produk.
Hadirkan Camilan Sehat Bernilai Gizi
Menurut Vita, biji ketapang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Namun, masyarakat masih jarang memanfaatkannya sebagai bahan pangan.
Karena itu, tim ingin menunjukkan bahwa bahan yang sering terabaikan dapat menjadi produk pangan fungsional yang menarik dan bermanfaat.
“Kami ingin membuktikan bahwa bahan yang kerap terbuang ini memiliki kandungan protein tinggi,” jelas Vita.
Hasil pengembangan tersebut melahirkan yogurt bar dengan tekstur padat dan praktis untuk dikonsumsi. Produk ini juga menawarkan alternatif camilan sehat bagi masyarakat.
Latih Jiwa Wirausaha Mahasiswa
Selain mengembangkan produk, tim juga memperkenalkan yogurt bar kepada masyarakat melalui pameran kewirausahaan kampus.
Mereka menjual produk tersebut dengan harga Rp7.000 per kemasan. Sistem penjualan pre-order membantu mahasiswa memahami proses pemasaran sekaligus mengasah kemampuan bisnis.
Pengalaman tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari manajemen usaha, strategi promosi, dan pengelolaan produk secara langsung.
Dukung Inovasi Pangan Lokal
Jurusan Teknologi Pertanian Polije memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dihasilkan mahasiswa. Kampus menilai proyek ini mampu mengembangkan kompetensi teknis sekaligus memperkuat semangat kewirausahaan.
Melalui metode Project Based Learning, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori. Mereka juga menghasilkan produk nyata yang memiliki potensi pasar.
Vita berharap inovasi ini dapat mendorong pemanfaatan bahan baku lokal secara lebih luas. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan pangan fungsional berbasis sumber daya Indonesia.
“Semoga inovasi pangan fungsional ini mampu mendorong optimalisasi potensi bahan baku lokal Indonesia,” tutupnya.



