Konsumsi Minuman Manis Berlebih, Gen Z Diminta Waspada Risiko Diabetes

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan makanan cepat saji semakin lekat dengan gaya hidup generasi Z. Di balik tren tersebut, tenaga kesehatan mengingatkan adanya risiko penyakit tidak menular (PTM), termasuk diabetes melitus dan hipertensi, yang kini mulai mengancam kelompok usia remaja.

Fenomena ini menjadi perhatian berbagai pihak, mulai dari sekolah hingga petugas kesehatan. Mereka terus mengedukasi pelajar agar lebih bijak memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Nongkrong dan Minuman Kekinian Jadi Tren Remaja

Bagi banyak remaja, nongkrong bersama teman sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini biasanya ditemani kopi, minuman kekinian, atau aneka camilan manis yang tinggi gula.

Yuni, siswi SMA Negeri 2 Batang, mengaku masih menyempatkan diri berkumpul bersama teman beberapa kali dalam sebulan. Namun, ia mulai membatasi konsumsi minuman manis karena memahami dampaknya terhadap kesehatan.

Untuk menjaga kondisi tubuh, Yuni memilih memperbanyak konsumsi makanan rumahan dan sayuran. Ia menilai langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit.

Sementara itu, Rafael mengaku lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya di tempat nongkrong. Dalam satu bulan, frekuensi nongkrongnya bahkan bisa mencapai puluhan kali.

Risiko Diabetes Muncul di Usia Lebih Muda

Petugas kesehatan Puskesmas Batang 3, Andre Prasetyo, menjelaskan bahwa pola makan tinggi gula dan garam dapat meningkatkan risiko diabetes maupun tekanan darah tinggi jika dilakukan terus-menerus.

Menurut Andre, kebiasaan mengonsumsi camilan manis, minuman tinggi gula, dan kurang bergerak menjadi kombinasi yang perlu diwaspadai. Kondisi tersebut semakin sering ditemukan pada remaja yang menghabiskan banyak waktu dengan gawai atau aktivitas sedentari.

Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk mengatur pola konsumsi makanan dan memperbanyak aktivitas fisik agar tubuh tetap sehat.

Sekolah Dorong Pola Hidup Sehat

Selain tenaga kesehatan, pihak sekolah juga aktif mengingatkan siswa tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat.

Pembina Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 2 Batang, Ferawati, mengajak siswa untuk mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola tidur agar tubuh tetap bugar saat mengikuti kegiatan belajar.

Menurutnya, pelajar membutuhkan kondisi fisik yang prima untuk menjalani aktivitas di sekolah maupun di luar sekolah. Oleh sebab itu, siswa perlu membiasakan diri tidur lebih awal dan mengurangi kebiasaan begadang.

Ferawati juga menyarankan siswa untuk lebih sering mengonsumsi makanan yang dimasak di rumah. Selain lebih terjamin kualitasnya, makanan rumahan biasanya memiliki kandungan gizi yang lebih seimbang.

Kesadaran Sehat Perlu Dibangun Sejak Dini

Meningkatnya risiko penyakit tidak menular pada usia muda menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini. Remaja perlu memahami bahwa pilihan makanan dan minuman yang mereka konsumsi hari ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan di masa depan.

Dengan mengurangi konsumsi gula berlebih, memperbanyak makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menjaga pola tidur, generasi Z dapat menekan risiko diabetes serta berbagai penyakit kronis lainnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article