Alumni FPK UNAIR Ini Tak Hanya Mengajar, Tapi Juga Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Must read

EDUCARE.CO.ID – Perjalanan karier seseorang tidak selalu berjalan lurus. Hal itu tercermin dari kisah Puguh Yugo Wijanarko, alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), yang memilih meninggalkan dunia perbankan untuk mengabdikan diri di sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia bidang perikanan.

Berdasarkan rilis Universitas Airlangga (UNAIR), Puguh kini fokus membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri perikanan sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Beralih dari Perbankan ke Dunia Pendidikan

Sebelum terjun ke dunia pendidikan, Puguh menjalani karier sebagai analis kredit selama tujuh tahun, tepatnya sejak 2011 hingga 2018. Namun, ketertarikannya terhadap bidang perikanan akhirnya membawanya kembali ke jalur yang sesuai dengan latar belakang akademiknya.

Sejak Januari 2021, ia mengajar sebagai Guru Mata Pelajaran Produktif Perikanan di SMKN Ngadirojo. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan Sarjana Budidaya Perairan di Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR.

Di sekolah tersebut, Puguh tidak hanya mengajar teori. Ia juga mengelola program Teaching Factory, sebuah model pembelajaran berbasis industri yang berfokus pada budidaya ikan nila dan ikan lele.

Melalui pendekatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman praktik yang lebih dekat dengan dunia kerja sehingga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

“Kami berkolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk menyelaraskan kurikulum sekolah dengan kebutuhan kerja saat ini,” ungkap Puguh.

Dorong Lulusan Siap Kerja dan Siap Kuliah

Dedikasi Puguh tidak berhenti pada proses pembelajaran di kelas. Ia juga aktif mendorong peserta didiknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain membangun kesiapan kerja lulusan SMK, ia berupaya meningkatkan minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Keahliannya dalam bidang analisis kualitas air dan penanganan penyakit ikan menjadi modal penting dalam membimbing siswa memahami tantangan nyata di sektor perikanan.

Karena itu, proses pembelajaran yang ia terapkan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menekankan penguasaan keterampilan teknis yang dibutuhkan di lapangan.

Tetap Belajar dan Raih Prestasi Akademik

Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, Puguh tetap melanjutkan pengembangan diri melalui pendidikan formal.

Setelah meraih gelar Sarjana Budidaya Perairan pada 2011, ia kembali menempuh studi Magister Ilmu Perikanan di Universitas Airlangga. Pada tahun 2025, ia berhasil menyelesaikan pendidikan S2 dengan prestasi membanggakan, yakni meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93.

Menurutnya, pengalaman belajar di UNAIR memberikan bekal yang sangat berharga dalam pengembangan karier dan keilmuan.

“Pertama waktu S1 dulu tahun 2006 belum seberapa tahu UNAIR. Setelah masuk saya baru paham kalau UNAIR itu luar biasa dan sangat bangga bisa masuk PTN top di Indonesia. Yang sangat saya suka pembelajaran di kelas dipadukan dengan pembelajaran lapangan. Selain itu, kesempatan melanjutkan S2 sangat membantu meng-upgrade ilmu perikanan saya. Ternyata FPK UNAIR dengan kualitasnya semakin lama semakin top,” ujar Puguh.

Aktif Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Selain berkecimpung di dunia pendidikan, Puguh juga aktif menjalankan usaha di sektor agribisnis. Ia mengelola peternakan ayam petelur dengan populasi sekitar 5.000 ekor.

Tidak hanya itu, ia turut mendukung ketersediaan bahan baku utama bagi pelaku usaha tahu dan tempe di daerahnya.

Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya terbatas pada pendidikan, tetapi juga menyentuh sektor pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui kombinasi pengalaman di industri perbankan, pendidikan, perikanan, dan agribisnis, Puguh menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Bukti Nyata Peran Alumni dalam Masyarakat

Kisah Puguh Yugo Wijanarko menjadi contoh bagaimana alumni perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, serta keterlibatan dalam sektor pangan, ia berkontribusi dalam mencetak generasi unggul sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Perjalanan tersebut juga mencerminkan komitmen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dalam menghasilkan lulusan yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article