EDUCARE.CO.ID – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa. Berdasarkan rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), program yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto ini juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pelibatan tenaga kerja lokal dan penggunaan material dari usaha setempat.
Salah satu contoh dampak program tersebut terlihat di SD Negeri Leuwibatu 02 dan SD Negeri Leuwibatu 03 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebelum revitalisasi dilakukan, kedua sekolah menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas. Siswa belajar di ruang kelas dengan kondisi bangunan yang kurang layak, sementara fasilitas pendukung pembelajaran juga masih terbatas.
Kini suasana sekolah berubah signifikan. Ruang kelas baru berdiri lebih kokoh dan nyaman. Selain itu, siswa juga menikmati fasilitas sanitasi yang lebih baik, halaman sekolah yang lebih luas, serta perabot belajar yang mendukung kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Lingkungan Belajar Lebih Nyaman
Perubahan fasilitas sekolah membawa dampak positif terhadap semangat belajar siswa dan tenaga pendidik. Kondisi sekolah yang lebih baik menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.
Guru kelas 2 SD Negeri Leuwibatu 02, Nurul Komariyah, mengaku para siswa sangat antusias menggunakan gedung baru yang telah lama mereka nantikan.
“Anak-anak sangat senang. Mereka menjadi lebih semangat belajar. Kami sebagai guru juga lebih bersemangat ketika mengajar setiap hari,” ujarnya seperti dikutip dalam rilis Kemendikdasmen.
Menurut Nurul, sebelum pembangunan selesai, para siswa kerap menanyakan kapan mereka bisa menempati ruang kelas baru. Setelah revitalisasi rampung, semangat belajar siswa terlihat semakin meningkat.
Warga Sekitar Ikut Terlibat
Selain meningkatkan kualitas pendidikan, program revitalisasi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar sekolah.
Kepala SD Negeri Leuwibatu 02, Sudrajat, menjelaskan bahwa sekolah melibatkan warga dan komite sekolah selama proses pembangunan berlangsung. Kolaborasi tersebut membantu memperlancar pelaksanaan proyek sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami melibatkan komite sekolah dan masyarakat sekitar sejak awal pembangunan. Alhamdulillah, masyarakat memberikan dukungan yang sangat baik,” katanya.
Tidak hanya itu, proyek revitalisasi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal. Berbagai kebutuhan material pembangunan diperoleh dari toko dan pelaku usaha di sekitar wilayah sekolah.
Miliaran Rupiah untuk Perbaikan Fasilitas
Kemendikdasmen mencatat SD Negeri Leuwibatu 02 menerima pembangunan enam ruang kelas baru, rehabilitasi tiga ruang kelas, serta pembangunan satu unit toilet dengan total anggaran sekitar Rp2,1 miliar.
Sementara itu, SD Negeri Leuwibatu 03 memperoleh tiga ruang kelas baru, satu ruang administrasi, dan rehabilitasi empat ruang kelas dengan nilai anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Saat ini kedua sekolah tersebut telah bergabung dan beroperasi sebagai SD Negeri Leuwibatu 02.
Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah memiliki manfaat ganda. Selain meningkatkan kualitas layanan pendidikan, program tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Revitalisasi sekolah tidak hanya memperbaiki sarana pendidikan. Program ini juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal karena pelaksanaannya mengutamakan tenaga kerja setempat serta pembelian material dari toko-toko sekitar,” ujar Abdul Mu’ti dalam rilis Kemendikdasmen.
Menurutnya, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada tahun 2026. Jika setiap proyek melibatkan sedikitnya 10 tenaga kerja lokal, maka program tersebut berpotensi menyerap lebih dari 710 ribu pekerja.
Jumlah itu bahkan dapat meningkat karena beberapa proyek revitalisasi membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang lebih besar.
Bukti Komitmen Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menilai revitalisasi sekolah sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Menurutnya, seluruh anak Indonesia berhak memperoleh akses pendidikan yang layak, aman, dan nyaman, termasuk mereka yang tinggal di daerah pinggiran.
“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pendidikan. Semua anak Indonesia harus memiliki kesempatan belajar di sekolah yang layak, termasuk mereka yang berada di daerah pinggiran,” tegas Pratikno.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah. Program ini juga memperkuat kualitas pembelajaran, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar satuan pendidikan.



