EDUCARE.CO.ID-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong sekolah menjadi tempat belajar yang nyaman sekaligus ramah lingkungan. Karena itu, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kemendikdasmen menggelar Gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dirangkai dengan kegiatan penanaman mangrove di Kalimantan Timur.
Program tersebut bertujuan membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat pendidikan karakter melalui peningkatan kepedulian terhadap lingkungan.
Berdasarkan rilis resmi Kemendikdasmen, kegiatan berlangsung di SMA Negeri 8 Balikpapan, Kalimantan Timur. Sekolah ini dikenal sebagai sekolah mangrove pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Sekolah Mangrove Jadi Simbol Gerakan Sekolah ASRI
SMA Negeri 8 Balikpapan berada di kawasan Kelurahan Margomulyo, Balikpapan Barat. Lokasinya yang berdampingan dengan hutan mangrove menjadikan sekolah tersebut sebagai simbol pelestarian lingkungan berbasis pendidikan.
Melalui Gerakan Sekolah ASRI, Kemendikdasmen ingin menghadirkan lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, dan indah. Pada saat yang sama, program ini mendorong peserta didik untuk memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sejak dini.
Karena itu, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik. Sekolah juga berperan sebagai ruang pembentukan karakter dan kebiasaan hidup ramah lingkungan.
Abdul Mu’ti: Harmoni dengan Alam Harus Terus Dijaga
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian penting dari upaya membangun kehidupan yang damai dan harmonis.
Menurutnya, manusia tidak hanya perlu menjaga hubungan baik dengan sesama. Namun, masyarakat juga harus membangun hubungan yang selaras dengan alam.
“Sesungguhnya sesuai dengan cita-cita bangsa, kita membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, hubungan yang harmonis dengan alam, membangun toleransi dan juga membangun kerukunan,” ujar Abdul Mu’ti, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan, termasuk penanaman pohon dan mangrove, memiliki manfaat besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Selain memperindah kawasan, mangrove membantu menjaga ekosistem pesisir. Tanaman ini juga berfungsi mengurangi risiko abrasi dan mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat di masa depan.
Karena itu, Abdul Mu’ti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kaltim Dorong Generasi Berkarakter dan Peduli Alam
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menilai pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan.
Menurutnya, peserta didik tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan. Mereka juga perlu memiliki kecerdasan ekologis dan tanggung jawab sosial.
“Pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak muda, generasi bangsa, dan generasi emas 2045 yang memiliki ilmu pengetahuan, kecerdasan ekologis, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, Kalimantan Timur memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, kesadaran menjaga alam perlu ditanamkan sejak usia sekolah.
Sekolah Jadi Garda Depan Pendidikan Lingkungan
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai sekolah memiliki posisi penting dalam membangun karakter peserta didik.
Menurutnya, tantangan global seperti perubahan iklim dan kerusakan lingkungan menuntut sekolah untuk lebih aktif menanamkan kepedulian terhadap alam.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana dapat menjadi langkah awal yang efektif. Misalnya menjaga kebersihan, menanam pohon, bekerja sama, dan merawat lingkungan sekitar.
Selain itu, sekolah juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.
Wujudkan Sekolah Aman, Sehat, dan Ramah Lingkungan
Melalui Gerakan Sekolah ASRI, Kemendikdasmen berharap semakin banyak sekolah yang menerapkan budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan.
Tidak hanya itu, program ini juga diharapkan mampu membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan bumi.
Dengan demikian, sekolah dapat menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi yang siap menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan masa depan.



