Bukan Lagi Non-Formal, PAUD Qur’an Siap Masuk Sistem Pendidikan Resmi
EDUCARE.CO.ID – Langkah besar tengah disiapkan Kementerian Agama dalam memperkuat pendidikan berbasis Al-Qur’an sejak usia dini. Melalui regulasi baru berupa Keputusan Menteri Agama (KMA), Pendidikan Al-Qur’an untuk Anak Usia Dini (PAUDQU) diarahkan menjadi lembaga pendidikan formal. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan Islam, sekaligus menandai keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi generasi Qur’ani yang lebih terstruktur, modern, dan diakui dalam sistem pendidikan nasional.
Direktur Pesantren Basnang Said menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an harus mampu berjalan seiring dengan perkembangan pendidikan formal maupun non-formal. Dalam forum strategis Muktaniz Ijtima’i PDTPQ di Jakarta, ia menyoroti potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk menghadirkan sistem pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya kuat secara nilai, tetapi juga unggul secara kualitas dan standar nasional.
Transformasi PAUDQU menjadi lembaga formal bukan sekadar perubahan status, tetapi juga peningkatan kualitas secara menyeluruh. Mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hingga kompetensi tenaga pendidik akan disesuaikan dengan standar pendidikan nasional. Sementara itu, Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) tetap diperkuat sebagai jalur non-formal yang fleksibel namun terstandarisasi. Kombinasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang beragam, sekaligus menjaga kualitas pendidikan berbasis Al-Qur’an tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Kasubdit PDTPQ Azis Syafiuddin menilai langkah ini sebagai strategi penting dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang adaptif dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa pendidikan Al-Qur’an tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat, berilmu, dan siap menghadapi tantangan global. Dengan arah kebijakan ini, masa depan pendidikan Al-Qur’an di Indonesia tampak semakin cerah—melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya religius, tetapi juga kompetitif di tingkat nasional hingga internasional.
