Semangat Tanpa Batas, Kisah Alumnus UNAIR Raih Beasiswa di Negeri Paman Sam

Must read

EDUCARE.CO.ID, Surabaya – Semangat dan ketekunan yang tinggi mengantarkan Reza Maulana Hikam, alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), menempuh studi magister di Amerika Serikat. Reza, yang merupakan lulusan Program Studi Administrasi Negara (kini Administrasi Publik) FISIP UNAIR tahun 2019, berhasil meraih beasiswa Graduate Degree Fellowship dari East-West Center. East-West Center adalah lembaga riset di bawah Pemerintah Federal Amerika Serikat yang berlokasi di Honolulu, Hawaii.

Latar Belakang Studi

Pria kelahiran Gresik yang besar di Surabaya ini memutuskan untuk melanjutkan studi S2 Sejarah di University of Hawai‘i at Mānoa (UH Mānoa). Keinginannya untuk memahami akar persoalan sosial dan ideologi menjadi motivasi di balik pilihan jurusannya. “Dulu di administrasi negara saya diajari cara menganalisis masalah. Tapi saya ingin melihat lebih dalam lagi, mencari akar dari persoalan sosial, termasuk soal terorisme dan ideologi,” ujarnya.

Selama di UH Mānoa, Reza dibimbing oleh Leonard Andaya, seorang sejarawan Asia Tenggara. Reza merasa beruntung bisa belajar langsung di bawah bimbingan Leonard Andaya karena memiliki lokus kajian yang sama, terutama mengenai Sulawesi.

Pengalaman dan Tips Beasiswa

Reza menjelaskan bahwa beasiswa East-West Center (EWC) terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara di Asia Timur dan Asia Tenggara. Ia menyarankan calon pendaftar untuk menyiapkan urusan administrasi dan menentukan dosen pembimbing potensial (Dosbing).

“Mendapatkan dosbing sebelum mendaftar itu bisa menjadi nilai tambah saat pendaftaran. Hal itu menunjukkan kalau kita serius berkuliah ke luar negeri. Mereka lah yang akan menjadi penanggung jawab kita saat kuliah di luar negeri,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menyiapkan dokumen seperti paspor yang belum akan kadaluarsa dalam 6 bulan saat penerimaan mahasiswa, serta hasil tes Bahasa Inggris (ToEFL iBT atau IELTS, kadang juga GRE). Beberapa universitas dan beasiswa juga mewajibkan ijazah dalam Bahasa Inggris dan sudah dilegalisir.

Karier dan Pesan

Kini, Reza aktif sebagai peneliti bidang sejarah dan ideologi di Nusantara Center for Social Research, Surabaya, sekaligus Tenaga Ahli Editor (ad hoc) di Komnas Perempuan. Ia mengungkapkan bahwa ketelitian dalam penelitian dan kepenulisan yang dilatih selama kuliah di Honolulu sangat berguna dalam pekerjaannya sekarang. Pembimbingnya, Leonard Andaya, melatihnya untuk memahami data secara cermat dan menulis tanpa bertele-tele.

Bagi mahasiswa UNAIR yang bercita-cita kuliah ke luar negeri, Reza berpesan: “Kuliah di luar negeri itu untuk belajar, bukan liburan. Fokuslah pada kurikulum, pusat kajian, dan kualitas dosen. Pastikan juga semua dokumen administratif lengkap dan siap,”. (DSM)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article