EDUCARE.CO.ID – Penantian panjang hampir dua dekade akhirnya menemukan titik terang bagi SMA Swasta Afore Susua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.
Sekolah yang berdiri sejak 2006 itu kini menjalani revitalisasi melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program tersebut membawa perubahan bagi lingkungan belajar yang sebelumnya menghadapi berbagai persoalan fisik. Atap ruang kelas mulai bocor, plafon rusak, sementara lantai, jendela, dan pintu juga membutuhkan perbaikan.
Berdasarkan Siaran Pers Kemendikdasmen, pemerintah mengarahkan program revitalisasi untuk membantu sekolah yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, terutama di wilayah 3T.

Revitalisasi Sasar Sekolah di Wilayah 3T
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh anak memperoleh tempat belajar yang layak, termasuk mereka yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kami ingin memastikan anak-anak di mana pun mereka berada tetap mendapatkan tempat belajar yang layak. Karena itu, revitalisasi tahun ini diarahkan kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T, sekolah dengan kondisi fisik rusak berat, dan sekolah yang terdampak bencana,” ujar Abdul Mu’ti.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas lingkungan belajar. Kondisi bangunan sekolah menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam program tahun ini.
Nias Selatan Dapat Bantuan Rp118,7 Miliar
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 menjangkau 106 satuan pendidikan di Kabupaten Nias Selatan.
Total bantuan untuk wilayah tersebut mencapai sekitar Rp118,7 miliar. Pemerintah membagi anggaran tersebut ke beberapa jenjang pendidikan.
Rinciannya mencakup:
- 30 PAUD dengan bantuan Rp16,3 miliar.
- 46 SD dengan bantuan Rp54,6 miliar.
- 18 SMP dengan bantuan Rp34,7 miliar.
- 6 SMA dengan bantuan Rp7,8 miliar.
- 6 SMK dengan bantuan Rp5,3 miliar.
Salah satu penerima bantuan tersebut ialah SMA Swasta Afore Susua di Kecamatan Susua.
Pada 2026, sekolah tersebut memperoleh Rp1.103.448.000 untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas atau ruang serbaguna beserta perabotnya.
Hingga saat ini, proses revitalisasi sudah mencapai 72 persen.
SMA Swasta Afore Susua Berdiri Sejak 2006
Kepala SMA Swasta Afore Susua, Esti Jefriani Giawa, mengatakan sekolahnya memiliki sejarah panjang dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat Kecamatan Susua.
Sekolah tersebut berdiri pada 2006 sebagai sekolah pertama di Kecamatan Susua. Yayasan mendirikannya karena akses pendidikan jenjang SMA di wilayah tersebut masih terbatas.
Sejak awal, sekolah hadir dengan fasilitas sederhana. Namun, keterbatasan itu tidak menghalangi sekolah untuk melayani pendidikan bagi anak-anak setempat.
“Dengan bangunan seadanya dan fasilitas alakadarnya, sekolah ini dibangun dengan tujuan membantu putra-putri daerah Kecamatan Susua mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” ujar Esti.
Selama hampir 20 tahun, sekolah tersebut telah meluluskan hampir 2.000 alumni. Para lulusan kemudian berkontribusi di tengah masyarakat dalam berbagai bidang.
Kondisi Sekolah Mulai Berubah
Sebelum revitalisasi berjalan, sejumlah ruang belajar berada dalam kondisi yang cukup memprihatinkan.
Atap mengalami kebocoran. Plafon juga menunjukkan kerusakan. Selain itu, kondisi lantai, jendela, dan pintu membutuhkan perbaikan.
Kini, perubahan mulai terlihat seiring berjalannya proses rehabilitasi.
Ruang belajar yang sebelumnya mengalami kerusakan mulai tampak lebih kokoh dan rapi. Kondisinya pun semakin mendekati standar ruang belajar yang layak.
Meski pekerjaan belum selesai sepenuhnya, para guru dan murid sudah menantikan penggunaan ruang yang telah direhabilitasi.
Perubahan tersebut menjadi pengalaman penting bagi sekolah yang selama bertahun-tahun menjalankan kegiatan belajar dengan fasilitas terbatas.
Mimpi Sekolah Layak Akhirnya Terwujud
Esti mengungkapkan rasa syukur atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya.
Menurutnya, program tersebut menjawab harapan sekolah untuk memiliki bangunan dan fasilitas belajar yang lebih layak.
“Mimpi kami untuk bisa mendapatkan bangunan yang layak dan fasilitas yang layak telah terwujud pada tahun 2026 ini atas program revitalisasi yang telah diberikan di sekolah kami,” ungkap Esti.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diterima sekolah.
“Saya mewakili civitas akademika, para guru, tenaga kependidikan, seluruh siswa-siswi, serta orang tua murid mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan program revitalisasi yang telah diberikan di sekolah kami,” lanjutnya.
Revitalisasi Buka Harapan Baru bagi Siswa
Revitalisasi SMA Swasta Afore Susua tidak hanya menyentuh bangunan fisik. Perbaikan ruang belajar juga membuka harapan baru bagi murid dan guru.
Lingkungan sekolah yang lebih layak dapat mendukung kegiatan belajar sehari-hari. Guru pun memiliki ruang yang lebih baik untuk menjalankan proses pembelajaran.
Bagi sekolah yang telah melayani masyarakat selama hampir dua dekade, perubahan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan di Kecamatan Susua.
Program revitalisasi juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan sarana pendidikan di wilayah 3T.
Dengan dukungan tersebut, SMA Swasta Afore Susua kini memasuki babak baru. Sekolah yang dahulu berdiri dengan fasilitas terbatas mulai menata lingkungan belajar yang lebih layak bagi generasi muda Nias Selatan.

