181 Satuan PAUD Ikuti Bimtek Digitalisasi, Peserta Disiapkan Jadi Penggerak Daerah

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meningkatkan kemampuan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam menggunakan teknologi digital. Program ini berlangsung melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan I di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 7–9 Oktober 2026.

Berdasarkan rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat membuka kegiatan tersebut pada Rabu (7/10). Ia menjelaskan bahwa pengembangan PAUD menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah ingin memperluas akses pendidikan melalui program wajib belajar 13 tahun. Selain itu, pemerintah mendorong perbaikan fasilitas PAUD, penguatan karakter, pembiasaan etika, dan penerapan perilaku hidup bersih sejak dini.

“Ini adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang cukup masif sebagai respons yang cepat tepat agar pendidikan kita juga bisa diakselerasi untuk peningkatan kualitasnya mulai dari pendidikan anak usia dini. Makanya pendidikan anak usia dini itu fasilitas fisiknya direhabilitasi,” jelas Atip Latipulhayat.

Atip Latipulhayat: Teknologi Harus Mendukung Proses Belajar

Atip mengingatkan guru agar tidak menjadikan teknologi sebagai tujuan akhir pendidikan. Menurutnya, perangkat digital harus membantu pendidik meningkatkan mutu pembelajaran.

Ia menyoroti penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP). Guru perlu mengoptimalkan perangkat tersebut untuk membangun interaksi antara pendidik, murid, dan teknologi.

Interaksi yang aktif dapat mendorong anak mengeksplorasi ide, berkreasi, dan mengembangkan inovasi. Karena itu, guru perlu memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan serta tahap perkembangan anak.

“Teknologi itu betul-betul bukan tujuan, akan tetapi medium, alat sarana untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut itu tadi yaitu pendidikan yang bermutu,” tutur Atip Latipulhayat.

Atip juga meminta guru memberi ruang bagi rasa ingin tahu anak. Pada usia dini, anak memiliki dorongan besar untuk bertanya, mencoba, dan mengenali lingkungan sekitarnya.

“Kita tidak boleh memberikan ruang kosong atas keingintahuan anak-anak pada usia yang curiosity-nya itu sangat tinggi sekali,” jelas Wamen Atip.

Melalui pembelajaran interaktif, guru dapat mengarahkan rasa ingin tahu tersebut ke kegiatan yang menyenangkan. Pendidik juga dapat menanamkan karakter dan kebiasaan positif sejak awal.

Kemendikdasmen Latih Guru Merancang Pembelajaran Digital

Direktur PAUD Kemendikdasmen Kurniawan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru memegang peran penting dalam program digitalisasi. Menurutnya, pengadaan perangkat saja tidak cukup untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Karena itu, Kemendikdasmen menyelenggarakan Bimtek untuk membantu guru menguasai penggunaan teknologi dalam proses belajar. Program ini juga melatih pendidik memadukan teknologi, metode pengajaran, dan tujuan pembelajaran.

“Bimtek Digitalisasi pembelajaran ini dirancang bukan hanya untuk memberikan pengetahuan mengenai perangkat, tetapi terutama untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang memadukan teknologi, pedagogi, dan tujuan pembelajaran,” jelas Kurniawan.

Kurniawan menjelaskan bahwa program Digitalisasi Pembelajaran PAUD tahun 2026 memiliki tiga pilar utama. Pemerintah menyediakan Papan Interaktif Digital, menghadirkan bahan ajar digital interaktif, dan meningkatkan kompetensi guru melalui bimbingan teknis.

Ketiga pilar tersebut saling melengkapi. Guru dapat memanfaatkan perangkat dan bahan ajar digital secara optimal ketika mereka memahami cara menggunakannya dalam kegiatan belajar.

“Dengan demikian yang kita bangun bukan hanya PAUD yang memiliki perangkat digital, tetapi PAUD yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat untuk memperkuat kualitas interaksi, pengalaman, dan proses belajar anak,” ujar Kurniawan.

Target Penyaluran Papan Digital Menjangkau 75.974 Satuan PAUD

Direktorat PAUD menargetkan penyaluran lanjutan Papan Interaktif Digital kepada 75.974 satuan PAUD pada 2026. Pemerintah telah menjalankan proses verifikasi dan validasi terhadap satuan pendidikan yang masuk dalam target tersebut.

Kemendikdasmen juga mendorong peserta Bimtek angkatan pertama menjadi penggerak digitalisasi di daerah masing-masing. Para peserta diharapkan mendampingi rekan sejawat dan membagikan praktik pembelajaran yang berhasil.

Peran tersebut dapat memperluas dampak pelatihan ke lebih banyak sekolah. Dengan begitu, guru tidak hanya mengenal perangkat digital, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.

Bimtek Digitalisasi PAUD Libatkan Tiga Provinsi

Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan I berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 7–9 Oktober 2026.

Kegiatan ini melibatkan 181 satuan PAUD penerima Papan Interaktif Digital. Para peserta mewakili 39 kabupaten/kota di tiga provinsi, yakni Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

Melalui program ini, Kemendikdasmen ingin memperkuat keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke kegiatan belajar. Pemerintah juga mendorong pendidik untuk mengembangkan interaksi yang berkualitas, merangsang kreativitas, dan membangun fondasi karakter anak sejak dini.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article