educare.co.id, Kulon Progo – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi’i memberikan perhatian serius terhadap pengembangan pendidikan vokasi madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saat meresmikan hasil rehabilitasi gedung pendidikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di MAN 2 Kulon Progo, Minggu (4/1/2026), Wamenag secara tegas mendorong madrasah tersebut bertransformasi menjadi pusat keterampilan atau MAN Kejuruan unggulan. Menurutnya, madrasah harus berani melangkah lebih jauh dengan menjawab kebutuhan dunia kerja tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
Dorongan ini sejalan dengan selesainya rehabilitasi infrastruktur melalui skema PHTC yang menghadirkan wajah baru MAN 2 Kulon Progo. Fasilitas ruang kelas yang lebih modern dinilai Wamenag sebagai modal penting untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik. Apalagi, Kementerian Agama pusat tengah merancang pembentukan Direktorat Vokasi Madrasah guna menyelaraskan pendidikan Islam dengan kebutuhan industri dan pasar kerja masa kini. “Madrasah tidak boleh hanya kuat di akademik, tetapi juga harus melahirkan lulusan yang siap kerja,” tegas Romo Syafi’i.
Gayung bersambut, Kantor Wilayah Kemenag DIY menyatakan komitmennya mematangkan transformasi MAN 2 Kulon Progo menjadi Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN). Konsep yang disiapkan adalah split system dalam satu kesatuan terintegrasi, di mana penguatan vokasi dilakukan secara intensif tanpa meninggalkan fondasi akademik dan keagamaan. Dengan lima program keterampilan unggulan—Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Desain Komunikasi Visual, Teknik Audio Video, Tata Boga, dan Tata Busana—MAN 2 Kulon Progo dinilai siap menyongsong era baru pendidikan vokasi Islam.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Daerah Kulon Progo. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kulon Progo, Jazil Ambar Was’an, menilai madrasah kini mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat karena menawarkan paket pendidikan yang lengkap: karakter agama yang kuat, akademik berkualitas, dan keterampilan praktis. Sinergi antara dukungan Presiden melalui PHTC, visi kebijakan Kemenag, strategi Kanwil Kemenag DIY, serta dukungan Pemda diyakini akan menjadikan MAN 2 Kulon Progo sebagai barometer madrasah vokasi modern dan berdaya saing nasional.