Peran Sekolah Kejuruan Wujudkan SDM Unggul melalui Penguatan Literasi dan Praktik Industri

EduNews EduSchool Edutainment

educare.co.id, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz Muksin, bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, serta tim efektif melakukan kunjungan kerja ke SMKN 1 Bawen, Jalan Kartini No.119, Semarang, Jawa Tengah.

Kunjungan tersebut menyoroti pentingnya pembelajaran dan praktik industri pangan dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai pilar ketahanan pangan nasional.

Menurut Hafidz, SMK memiliki peran vital dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan adaptif. “Salah satu fondasi penting dalam peningkatan SDM adalah literasi agar mereka memiliki pengetahuan, daya kritis, analitis, kreatif, dan mampu memahami kebutuhan serta peluang dunia usaha dan industri pangan,” tegas Hafidz (28/8).

Ia menambahkan perlunya penyelarasan kurikulum SMK dengan kebutuhan industri, serta peningkatan bahan bacaan literasi pangan di sekolah. “Sejumlah SMK telah diarahkan khusus sebagai pusat keunggulan untuk mengasah keterampilan praktis siswa agar menghasilkan lulusan yang kompeten dan terserap di dunia kerja,” jelasnya.

SMKN 1 Bawen Jadi Rujukan Pusat Keunggulan

SMKN 1 Bawen dipilih sebagai lokasi patok banding karena memiliki enam program keahlian, mulai dari agribisnis pertanian hingga tata boga dan pariwisata. Didukung lahan seluas 9,8 hektare, sekolah ini berhasil mencetak SDM unggul di bidang pangan.

Kepala SMKN 1 Bawen, Nana Mulyana, menjelaskan strategi sekolah dalam menyiapkan lulusan. “Misi besar yang telah dibangun di SMKN 1 Bawen adalah lulusan bukan sibuk mencari pekerjaan, tetapi sibuk mencari karyawan. Sehingga sumbangsih SDM unggul untuk ketahanan pangan lebih nyata,” ujarnya.

Berbagai produk hasil praktik siswa seperti sayuran hidroponik, jagung, ayam, sapi perah, hingga kambing tidak hanya diproduksi tetapi juga dipasarkan oleh siswa. Langkah ini menjadi pembelajaran kewirausahaan sekaligus mendorong lahirnya petani milenial dan wirausaha muda.

Penguatan Literasi Bahasa

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, menekankan pentingnya kemahiran berbahasa untuk mendukung literasi pangan. “Sebagai wujud nyata, para guru dan siswa SMKN 1 Bawen akan mengikuti sosialisasi, pendampingan, dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang difasilitasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah,”  Seperti yang dikutip pada (kemendikdasmen.go.id)

Langkah ini diharapkan semakin memperkuat literasi, baik di bidang pangan maupun bahasa, sehingga SDM lulusan SMK lebih siap menjawab tantangan dunia usaha dan industri. ( SCP )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *