Keren! Dosen Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Sulap Limbah Jadi Ladang Pangan Lewat Inovasi Dutch Bucket & Cocopeat
EDUCARE.CO.ID – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan berkelanjutan, perguruan tinggi vokasi dituntut menghadirkan inovasi yang aplikatif dan mudah diterapkan masyarakat. Komitmen itu diwujudkan oleh Politeknik Pertanian Negeri Samarinda melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan warga di tingkat lingkungan. Kampus vokasi ini membuktikan bahwa solusi pangan tidak selalu membutuhkan lahan luas, tetapi kreativitas dan kemauan untuk bergerak bersama.
Dosen Politani Samarinda, Haryatie Sarie, memberikan pelatihan hidroponik sistem Dutch bucket berbasis cocopeat kepada warga RT 036 Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang. Pelatihan ini menjadi wujud nyata transfer teknologi tepat guna yang dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan perkotaan sekaligus mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga secara produktif. Dengan pendekatan sederhana namun inovatif, warga diajak melihat pekarangan rumah sebagai sumber pangan masa depan.
Kegiatan yang digelar di Musholla Al Ikhlas tersebut disambut antusias puluhan warga. Mereka mendapatkan pendampingan teknis mulai dari perakitan instalasi Dutch bucket, pemanfaatan jerigen dan galon bekas sebagai wadah tanam, hingga penggunaan sabut kelapa (cocopeat) sebagai media tanam hemat air dan ramah lingkungan. Tidak hanya belajar teknik budidaya, peserta juga dibangun kesadarannya untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pengurangan sampah plastik dan pengelolaan limbah yang lebih bijak.
Sebagai praktisi pertanian bersertifikat BNSP, Haryatie menekankan pentingnya memulai aksi dari lingkungan terdekat. Warga diajak mengaplikasikan sistem ini di halaman rumah maupun area perkantoran agar praktik budidaya berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi kebutuhan dapur keluarga. Melalui inovasi Dutch bucket berbasis cocopeat ini, Politani Samarinda menegaskan perannya sebagai kampus vokasi yang tak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan solusi konkret untuk membangun ketahanan pangan mandiri, berkelanjutan, dan berbasis kepedulian lingkungan.
