Tim ChEnergy ITB Raih Dua Penghargaan di Plant Design Competition IChEC 2025
educare.co.id, Bandung – Tim ChEnergy, yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) — Eva Monica Anandhita, I Gusti Bagus Parama Dwityatmaja, dan Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, berhasil meraih dua penghargaan dalam kompetisi Plant Design Competition. Mereka mendapatkan Juara 3 dalam lomba Rancang Pabrik serta penghargaan Best Poster.
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB (HIMATEK-ITB). Perlombaan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu extended abstract, full paper, dan presentasi final yang digelar pada Sabtu (8/2/2025) di Gedung Labtek X, ITB.
Rancang Pabrik merupakan kompetisi yang menuntut perencanaan matang karena mencakup berbagai aspek, seperti konsep pabrik, proses produksi, pemilihan alat, sistem utilitas, pengolahan limbah, hingga analisis kelayakan ekonomi.
Dalam perlombaan ini, Tim ChEnergy merancang pabrik propilen glikol (PG), senyawa yang umum digunakan sebagai pelarut dan cairan pendingin dalam industri. Keunggulan konsep mereka terletak pada pemanfaatan gliserol sebagai bahan baku, yang berasal dari produk samping biodiesel. Hal ini tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor propilen glikol.
Persiapan lomba telah dimulai sejak Agustus 2024. Ini bukan kali pertama mereka berkompetisi sebagai satu tim, sehingga koordinasi antar anggota telah terjalin dengan baik sejak awal. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, mereka harus mengatur waktu dengan cermat agar dapat menyeimbangkan lomba dengan tugas kuliah, ujian, serta pengerjaan tugas akhir. “Kadang kami merasa mengerjakannya ‘agak’ terburu-buru juga,” ungkap Eva dalam siaran tertulis ITB (6/3).
Tim ChEnergy membagikan tiga kiat utama dalam mengikuti kompetisi serupa, yaitu kemampuan bertahan di bawah tekanan, evaluasi hasil, dan kerja sama tim.
“Lomba ini bukan lomba yang bisa dikebut semalam. Minimal banget harus meluangkan waktu setiap hari untuk mengerjakan. Butuh konsistensi dalam mengerjakannya,” ujar Hasbi.
Selain itu, evaluasi perhitungan yang telah dilakukan menjadi kunci agar tidak cepat puas dengan hasil yang diperoleh. “Tujuan lomba bukan untuk menang, tapi belajar. Oleh karena itu, harus dilakukan bersama teman yang kalian bisa ajak kerja sama, bukan hanya jago,” tambah Parama.
Keberhasilan Tim ChEnergy dalam ajang ini membuktikan bahwa mahasiswa ITB mampu bersaing di bidang teknik kimia dengan konsep inovatif yang berdampak nyata. Semoga prestasi ini menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
