Mahasiswa ITB Raih Juara 3 dalam Kompetisi Keselamatan Kerja SAFECOM UGM

EduNews

Bandung (educare.co.id) – Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim Safety First berhasil meraih juara ketiga dalam Safety Competition (SAFECOM) yang merupakan bagian dari Process Engineering Series of Events (POISE) 2024. Acara ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan tema “Enhancing Safety in Processes: Innovations for a Sustainable and Green Industrial Future”. Kompetisi ini bertujuan mendorong inovasi mahasiswa teknik kimia dan disiplin ilmu terkait dalam menangani isu keberlanjutan industri.

Tim Safety First yang terdiri dari Agnes Silvia Lee, Ahmad Affandi R., dan Devina Eldiana N. mengalahkan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam kompetisi yang digelar pada Minggu (10/10/2024) di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Mereka mengusulkan inovasi berjudul “Penanganan Kasus Kebocoran Amonium Karbamat pada Petrokimia Gresik dengan Analisis HAZID, HAZOP, Penilaian Risiko, LOPA, dan ALOHA.”

Dalam penelitian mereka, tim awalnya mengidentifikasi akar penyebab insiden serta mekanisme kejadiannya. Mereka kemudian menyusun rangkaian kejadian secara menyeluruh untuk memahami skenario dari awal hingga konsekuensi akhir. Identifikasi bahaya dilakukan menggunakan metode Hazard Identification (HAZID) untuk mengenali potensi bahaya secara umum dan Hazard and Operability (HAZOP) untuk memastikan operabilitas sistem berjalan sesuai rancangan tanpa menyebabkan kegagalan operasional.

Tim juga menerapkan berbagai pendekatan dalam menilai risiko yang mungkin timbul. Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk mengidentifikasi penyebab utama kegagalan, seperti korosi atau kerusakan mekanis pada valve. Sementara itu, Event Tree Analysis (ETA) membantu mengevaluasi jalur kejadian dari insiden awal dan mekanisme mitigasi yang dapat diterapkan, seperti sistem alarm, shutdown otomatis, dan inspeksi berkala.

Metode lain yang digunakan termasuk Layer of Protection Analysis (LOPA) untuk mengkaji efektivitas lapisan pengamanan, seperti sistem kendali proses dasar (BPCS), pressure relief system (PRV), dan inhibitor korosi. Selain itu, simulasi ALOHA dilakukan untuk memodelkan jangkauan serta dampak kebocoran gas.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITB Raih Juara di Kompetisi Farmasi Nasional KOFEIN 2025

Berdasarkan analisis risiko yang dilakukan, tim memberikan rekomendasi baik dari sisi teknis maupun edukasi. “Kami memberikan rekomendasi teknis meliputi perbaikan material untuk meminimalkan risiko korosi, pemasangan perangkat tambahan serta pelaksanaan perawatan rutin. Dari sisi edukasi, kampanye penyuluhan kepada warga sekitar fasilitas industri diusulkan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya potensial, prosedur evakuasi, dan tanda-tanda awal paparan gas berbahaya agar dapat mencegah insiden serupa di masa depan,” ungkap Ridwan, dalam siaran tertulis itb (11/2).

Ketiga mahasiswa ini menghadapi tantangan besar dalam kompetisi, terutama karena mereka belum menerima mata kuliah Keselamatan Pabrik Proses yang menjadi inti dalam lomba tersebut. Selain itu, mereka juga harus membagi waktu dengan kesibukan akademik lainnya.

Meski demikian, mereka tetap bersemangat dan menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain untuk tidak takut mencoba tantangan baru, termasuk mengikuti kompetisi. Menurut mereka, mengikuti lomba dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi materi perkuliahan yang belum dipelajari serta mengembangkan keterampilan di luar kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *