EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) membawa pulang prestasi dari ajang inovasi internasional di Malaysia. Dua tim dari Program Studi Administrasi Bisnis Internasional, Jurusan Administrasi Niaga, berhasil meraih Gold Medal dalam Hussein Innovation and Talent Symposium (HITS) × International Undergraduate Innovation Competition (IUIC) 2026.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 26–27 Oktober 2026 di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Johor, Malaysia. Selain meraih medali emas, salah satu tim Polbeng juga memperoleh penghargaan khusus atas inovasi yang mengangkat integrasi perajin dengan pasar melalui teknologi digital.
Dua tim tersebut berkompetisi dalam kategori Social Sciences, Humanities, Business & EdTech. Mereka menghadirkan gagasan yang berbeda, mulai dari pemerataan akses buku dan literasi hingga pengembangan pasar furnitur berbasis digital.
Nusantara BookLink Dorong Pemerataan Akses Buku
Tim pertama yang terdiri atas Azwa Mayuni dan Febiola, dengan pendamping M. Fuad Asrofillah, mengembangkan inovasi bertajuk Nusantara BookLink: A Data-Driven Digital Ecosystem for Equitable Book Distribution and Literacy Access in Indonesia.
Gagasan ini berfokus pada pengembangan ekosistem digital berbasis data untuk mendukung pemerataan distribusi buku dan memperluas akses literasi di Indonesia.
Melalui pendekatan tersebut, tim ingin menghadirkan solusi yang menjawab tantangan akses bahan bacaan. Pemerataan distribusi buku menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat di berbagai wilayah memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh bahan bacaan.
Inovasi Nusantara BookLink juga menunjukkan bagaimana bidang administrasi dan bisnis dapat berkontribusi terhadap persoalan sosial melalui pemanfaatan data dan pengembangan ekosistem digital.
FURNIQUES Raih Gold Medal dan Sustainable Innovation Award
Prestasi lainnya datang dari tim Feby Amara dan Angel Syafriana yang mendapat bimbingan Armita Novriana Rambe. Mereka mengusung inovasi FURNIQUES: An Asset-Light Marketplace Bridging the Market Gap Between Urban Demand and Isolated Artisans via Interactive 3D Customization and Direct Artisan Integration.
FURNIQUES menawarkan gagasan marketplace yang menghubungkan permintaan pasar perkotaan dengan para perajin yang memiliki keterbatasan akses pasar. Inovasi ini mengandalkan kustomisasi interaktif berbasis teknologi 3D serta integrasi langsung dengan perajin.
Pendekatan tersebut berupaya mempertemukan kebutuhan konsumen dengan produk yang dibuat para perajin. Teknologi kustomisasi juga menjadi bagian dari gagasan untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif dalam memilih atau menyesuaikan produk furnitur.
Atas inovasi tersebut, tim Feby dan Angel berhasil meraih Gold Medal sekaligus Sustainable Innovation Award. Penghargaan ini melengkapi capaian Polbeng dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara.
Persiapan Satu Bulan untuk Kompetisi Internasional
Capaian kedua tim tidak terlepas dari proses persiapan sebelum mengikuti kompetisi. Selama kurang lebih satu bulan, para mahasiswa mematangkan gagasan inovasi dan menyiapkan berbagai materi untuk kebutuhan penilaian.
Persiapan tersebut meliputi penyusunan paper, perancangan poster, serta pembuatan video presentasi. Setiap tahap membantu tim merumuskan ide dan menyampaikan nilai inovasi mereka kepada panel juri.
Para mahasiswa mengaku bersyukur atas hasil yang mereka raih. Bagi mereka, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperoleh penghargaan, tetapi juga kesempatan menguji gagasan, memperkuat kerja sama, dan memperoleh pengalaman di tingkat internasional.
“Prestasi ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan selama mengikuti kompetisi. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa Polbeng lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berinovasi, dan berani mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Azwa.
IUIC 2026 Hadirkan Ajang Inovasi Mahasiswa Internasional
Hussein Innovation and Talent Symposium (HITS) × International Undergraduate Innovation Competition (IUIC) 2026 merupakan ajang inovasi internasional bagi mahasiswa sarjana yang diselenggarakan oleh Pusat Pembangunan Pelajar UTHM.
Mengusung tema “Driving Talent and Innovation for Sustainable Future”, kompetisi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian, produk inovatif, serta gagasan kreatif yang menjawab kebutuhan nyata.
IUIC 2026 menggunakan format hybrid. Peserta internasional mengikuti penilaian daring pada 17–24 Oktober 2026, sedangkan penilaian langsung berlangsung pada 26–27 Oktober 2026 di Dewan Sultan Ibrahim, UTHM.
Panel juri internasional menilai peserta berdasarkan sejumlah aspek, termasuk inovasi, orisinalitas, dampak, kemampuan presentasi, dan potensi komersialisasi.
Kriteria tersebut mendorong peserta untuk tidak hanya menghadirkan gagasan baru, tetapi juga menjelaskan manfaat dan peluang penerapan inovasinya.
Prestasi Polbeng Tunjukkan Potensi Inovasi Mahasiswa Indonesia
Keberhasilan dua tim Polbeng memperlihatkan beragamnya kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan solusi inovatif. Nusantara BookLink mengangkat persoalan pemerataan akses buku, sedangkan FURNIQUES berfokus pada peluang integrasi perajin dengan pasar melalui teknologi digital.
Keduanya berangkat dari persoalan yang berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan upaya mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Berdasarkan sumber Politeknik Negeri Bengkalis, dua tim dari Program Studi Administrasi Bisnis Internasional berhasil meraih Gold Medal, dengan tim FURNIQUES turut memperoleh Sustainable Innovation Award. Capaian ini menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa Polbeng dalam mengembangkan gagasan, berkolaborasi, dan menunjukkan potensi inovasi Indonesia di forum internasional.

