EDUCARE.CO.ID – Kompetisi cerdas cermat nasional Juara Kelas Indonesia hadir sebagai ruang bagi murid untuk mengasah literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis. Tak sekadar mengejar kemenangan, program ini juga mendorong penguatan karakter melalui pengalaman belajar yang edukatif, kompetitif, sekaligus menyenangkan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar menggandeng Garuda TV dan Educourse untuk menyelenggarakan kompetisi tersebut. Melalui ajang ini, penyelenggara ingin memperluas kesempatan bagi murid dari berbagai daerah untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi konsep kompetisi yang menggabungkan unsur pendidikan, perlombaan, dan rekreasi. Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga melatih kemampuan berpikir dan berkomunikasi.
“Diharapkan adik-adik yang mengikuti lomba ini bisa cerdas secara literasi, jago secara numerasi, dan kuat secara karakter. Saya kira, itu tiga kunci keberhasilan adik-adik mengikuti kegiatan Juara Kelas Indonesia ini,” ujar Fajar di Jakarta, Rabu (21/10).
Peserta Diminta Menjunjung Kejujuran dan Menikmati Proses
Selain kemampuan akademik, kompetisi ini menempatkan kejujuran dan karakter sebagai bagian penting dari pengalaman peserta. Fajar mengingatkan para murid agar mengikuti perlombaan dengan semangat positif serta tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Pesan tersebut sejalan dengan tagline Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kemendikdasmen, yakni Jujur dan Gembira. Ia juga menilai bahwa keberhasilan mencapai babak nasional merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.
“Saya harap adik-adik menjalani lomba ini juga dengan semangat jujur dan gembira. Apa pun hasilnya, adik-adik sudah sampai ke level nasional. Pada dasarnya, adik-adik adalah para juara,” tuturnya.
Pesan ini menegaskan bahwa kompetisi pendidikan tidak hanya menjadi ajang menguji pengetahuan. Lebih dari itu, peserta dapat belajar menghadapi tantangan, menghargai proses, dan membangun kepercayaan diri.
Dari 8.822 Pendaftar, 10 Sekolah Melaju ke Babak Nasional
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, menjelaskan bahwa penguatan literasi, numerasi, dan karakter perlu menjangkau murid secara merata. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi untuk membangun kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menghadapi tantangan di masa depan.
Proses seleksi Juara Kelas Indonesia berlangsung melalui beberapa tahapan. Dari 8.822 pendaftar, proses verifikasi dan validasi oleh unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikdasmen menetapkan 7.292 peserta yang memenuhi tahapan berikutnya.
Selanjutnya, seleksi tahap pertama menggunakan tes berbasis komputer atau computer-based test (CBT). Tahap ini menghasilkan 150 sekolah yang mewakili 38 provinsi di Indonesia.
Persaingan kemudian berlanjut melalui seleksi regional di 10 titik. Dari tahap tersebut, penyelenggara memilih 10 sekolah untuk mengikuti babak nasional.
Rangkaian seleksi ini menunjukkan luasnya partisipasi sekolah dari berbagai wilayah. Pada saat yang sama, kompetisi memberikan kesempatan kepada murid untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus belajar menghadapi persaingan secara sehat.
Kenalkan Keberagaman, Siapkan Pemimpin Masa Depan
Salim berpesan agar peserta memanfaatkan kompetisi sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan, bukan hanya mengejar gelar juara. Pertemuan dengan murid dari berbagai daerah juga dapat menjadi ruang untuk mengenal perbedaan budaya dan membangun relasi baru.
Ia berharap pengalaman tersebut membantu peserta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan berkarakter. Menurutnya, para murid memiliki peran penting dalam membangun masa depan Indonesia.
“Adik-adik ini akan menjadi Leaders of Tomorrow, pemimpin masa depan yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Selamat berkompetisi, jadilah bintang-bintang yang akan menyinari negeri hari ini,” ujarnya.
Melalui pengalaman berkompetisi, murid diharapkan dapat mengembangkan keterampilan yang tidak selalu diperoleh dari pembelajaran di kelas. Mereka juga berkesempatan melatih keberanian, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan sikap sportif.
Garuda TV Buka Ruang bagi Potensi Murid dari Berbagai Daerah
Direktur Utama Garuda TV, Fahmi Muhamad Anwari, menilai pendidikan sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, melalui Juara Kelas Indonesia, Garuda TV ingin menghadirkan ruang bagi murid untuk belajar, berkompetisi, meningkatkan kemampuan, dan membangun kepercayaan diri.
Fahmi menegaskan bahwa potensi dan prestasi tidak hanya berasal dari sekolah atau daerah tertentu. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang, selama mereka memperoleh ruang dan dukungan yang memadai.
Menurutnya, predikat juara juga tidak semata-mata ditentukan oleh nilai tertinggi. Kemauan untuk terus belajar, keberanian mencoba hal baru, kemampuan bekerja sama, karakter yang baik, serta ketangguhan menghadapi tantangan turut membentuk makna prestasi.
“Semoga dari program ini lahir lebih banyak anak-anak Indonesia yang berani bermimpi, berani berprestasi, dan berani menjadi bagian dari masa depan bangsa. Kami percaya Indonesia tidak pernah kekurangan anak-anak hebat, yang kita perlukan adalah lebih banyak ruang untuk mereka bersinar. Melalui Garuda TV, kami berkomitmen untuk menghadirkan ruang melalui Juara Kelas Indonesia,” pungkasnya.
Juara Kelas Indonesia Dorong Pembelajaran yang Menyenangkan
Kolaborasi Kemendikdasmen, Garuda TV, dan Educourse melalui Juara Kelas Indonesia menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi murid. Kompetisi ini menggabungkan penguatan kemampuan akademik dengan pembentukan karakter, sehingga peserta tidak hanya belajar menjawab soal, tetapi juga memahami nilai kejujuran, kerja sama, dan sportivitas.
Dengan melibatkan sekolah dari berbagai provinsi, ajang ini turut membuka ruang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan tanpa dibatasi asal daerah. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat motivasi belajar sekaligus menumbuhkan keberanian untuk meraih prestasi yang lebih luas.
Berdasarkan sumber Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Juara Kelas Indonesia merupakan kompetisi cerdas cermat nasional yang diselenggarakan melalui kerja sama Direktorat Sekolah Dasar, Garuda TV, dan Educourse. Dari 8.822 pendaftar, sebanyak 10 sekolah berhasil melaju ke babak nasional setelah melewati proses verifikasi, tes berbasis komputer, dan seleksi regional. Program ini mendorong penguatan literasi, numerasi, berpikir kritis, serta karakter murid melalui kompetisi yang edukatif dan menyenangkan.

