Ciptakan Game Anti-Bullying Berbasis NFC, Enam Siswa SD Ini Raih Emas ISIF 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Enam siswa SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta meraih medali emas dalam International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Mereka menciptakan BulliGo (United Against Bullying), sebuah permainan edukatif untuk membantu anak memahami dan mencegah perundungan.

Tim The Warriors terdiri atas Adeeva Alya Zalmira, Gadhug Tahsinul Ahwal, Hengkara Gibran Abimanyu, Idris Abdulfattah, Kanaka Luvino Ibrahim, dan Sulthan Keinantara Habibie. Keenam siswa ini menggabungkan permainan papan, teknologi digital, dan pendidikan karakter dalam satu inovasi.

ISIF 2026 berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Ajang internasional tersebut melibatkan 1.562 tim dari 25 negara.

BulliGo Gabungkan Board Game dan Teknologi NFC

BulliGo menawarkan pengalaman berbeda dari permainan papan biasa. Sebab, tim The Warriors memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC) dan menghubungkannya dengan perangkat elektronik serta aplikasi digital.

Integrasi teknologi tersebut membuat permainan terasa lebih interaktif. Selain mengikuti alur permainan, peserta juga perlu berpikir cepat dan menentukan tindakan sesuai situasi.

BulliGo mengangkat berbagai skenario perundungan yang dekat dengan kehidupan anak generasi Alpha di sekolah. Melalui skenario tersebut, pemain mempelajari persoalan dari dua sudut pandang, yaitu korban dan saksi perundungan.

Setiap pilihan menghadirkan konsekuensi yang berbeda. Karena itu, pemain perlu mempertimbangkan risiko sebelum menentukan tindakan. Mekanisme ini mengajak anak memahami bahwa keputusan mereka dapat memengaruhi diri sendiri dan orang lain.

Latih Empati dan Cara Menghadapi Bullying

BulliGo tidak hanya mengenalkan bentuk-bentuk perundungan. Lebih dari itu, permainan ini mengajak anak memikirkan langkah yang tepat ketika menghadapi situasi tersebut.

Pemain belajar menentukan kapan harus bersikap tegas, mendukung korban, atau mencari bantuan. Dengan demikian, mereka dapat memahami bahwa keberanian tidak selalu berarti melawan secara fisik.

Sebaliknya, anak juga perlu mempertimbangkan keselamatan diri dan orang lain. Mereka dapat menunjukkan kepedulian dengan mendampingi korban atau meminta pertolongan kepada pihak yang tepat.

Melalui pendekatan tersebut, The Warriors ingin menumbuhkan empati, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, BulliGo mengajak anak melihat perundungan dari sudut pandang yang berbeda.

Permainan interaktif ini juga membawa edukasi anti-perundungan lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa. Dengan begitu, anak dapat belajar memahami persoalan melalui skenario yang mereka temui selama bermain.

Wakil Ketua KPAI Pusat Kunjungi Booth BulliGo

Wakil Ketua KPAI Pusat, Jasra Putra mengapresiasi tim The Warriors dari SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta yang berhasil meraih Gold Medal dalam ajang International Science and Invention Fair 2026 (Istimewa)

Dalam kompetisi ISIF 2026, The Warriors mempresentasikan konsep BulliGo di hadapan dewan juri. Mereka juga memperagakan cara kerja permainan dan menjelaskan penerapan teknologi NFC.

Tak hanya itu, tim memaparkan potensi BulliGo sebagai media edukasi untuk mencegah perundungan di kalangan anak usia sekolah. Presentasi tersebut memperlihatkan upaya mereka menggabungkan teknologi dengan pembelajaran karakter.

BulliGo juga menarik perhatian Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, Dr. Jasra Putra, S.Fil.I., M.Pd. Ia mengunjungi langsung stan BulliGo untuk melihat inovasi karya para siswa.

Dalam kunjungan tersebut, Jasra Putra dan dewan juri mengapresiasi konsep BulliGo. Mereka menilai permainan ini menarik karena memadukan interaksi, teknologi, dan pendidikan karakter.

Selain itu, mereka melihat potensi BulliGo untuk melatih empati dan mendukung pencegahan perundungan sejak dini. Jasra Putra juga memberikan sejumlah masukan kepada tim.

Masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi The Warriors. Dengan pengembangan lebih lanjut, tim berharap BulliGo semakin siap menjangkau lebih banyak anak dan lingkungan sekolah.

The Warriors Kembangkan BulliGo untuk Edukasi di Sekolah

Raihan medali emas di ISIF 2026 mendorong The Warriors untuk terus menyempurnakan BulliGo. Mereka berharap sekolah dapat memanfaatkan permainan ini sebagai media pembelajaran yang interaktif.

Melalui semangat United Against Bullying, BulliGo membawa pesan bahwa setiap anak memiliki peran dalam mencegah perundungan. Karena itu, upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada korban atau orang yang berani bertindak.

Saksi perundungan juga dapat mengambil peran dengan memberikan dukungan dan mencari bantuan. Namun, setiap tindakan tetap perlu mempertimbangkan keselamatan diri serta orang lain.

Pada akhirnya, BulliGo mengajak anak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sosialnya. Permainan ini juga menekankan pentingnya mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi perundungan.

Tim The Warriors meraih medali emas melalui BulliGo, permainan edukatif berbasis NFC. Inovasi tersebut menggabungkan teknologi interaktif dengan edukasi anti-perundungan, empati, dan pendidikan karakter bagi anak.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article