Bukan Sekadar Pameran Seni, FKI XIII Dorong Kampus Lahirkan Maestro Budaya Indonesia

Must read

EDUCARE.CO.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong perguruan tinggi seni memperkuat perannya dalam menjaga warisan budaya Indonesia. Ia menilai kampus memiliki posisi penting untuk meneruskan tradisi, mengembangkan kreativitas, dan menyiapkan generasi seniman berikutnya.

Fadli menyampaikan hal tersebut saat membuka Festival Kesenian Indonesia (FKI) XIII di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 20 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi dapat menjaga keberlanjutan nilai budaya melalui pendidikan dan proses regenerasi.

Menurut Fadli, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Kekayaan tersebut mencakup karya seni, tradisi lisan, adat istiadat, hingga pengetahuan masyarakat yang diwariskan lintas generasi.

“Di Sumatera Barat ini juga kaya dengan tradisi lisan, misalnya tambo dan petatah petitih. Semua itu adalah bagian dari tradisi lisan, di mana ada manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, dan olahraga tradisional di dalamnya,” tutur Fadli.

Perguruan Tinggi Seni Punya Peran dalam Regenerasi Budaya

Fadli menilai pelestarian budaya membutuhkan lebih dari sekadar pementasan atau pameran karya. Indonesia perlu membangun sistem yang mampu menjaga pengetahuan tradisional sekaligus meneruskannya kepada generasi muda.

Dalam hal ini, perguruan tinggi seni dapat menjadi penghubung antara tradisi dan perkembangan zaman. Kampus juga berperan dalam mendokumentasikan pengetahuan budaya, mengembangkan praktik kesenian, serta mencetak seniman yang memahami akar tradisinya.

Fadli menyoroti keberadaan Institut Seni Indonesia (ISI) yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Menurutnya, lembaga pendidikan tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan ekspresi budaya.

“Institut Seni Indonesia atau ISI yang ada di ujung barat hingga timur Indonesia menjadi institusi-institusi yang sangat penting. Ke depannya, kita juga harus menghadirkan lebih banyak perguruan tinggi seni di bagian daerah Indonesia. Apabila tidak ada institusionalisasi di dalam warisan budaya dan ekspresi budaya kita, tentu akan ada ketinggalan di dalam proses regenerasi ke depan,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan komunitas. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat ekosistem kebudayaan sekaligus membuka ruang bagi seniman untuk terus berkarya.

Fadli Zon Dorong Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi

Selain menjaga identitas bangsa, Fadli melihat kebudayaan sebagai sumber daya yang dapat mendukung pembangunan nasional. Ia menilai seni dan tradisi memiliki potensi ekonomi apabila masyarakat mengelolanya secara berkelanjutan.

Menurutnya, Indonesia perlu memperluas pemanfaatan budaya agar tidak hanya berfungsi sebagai simbol identitas. Ekosistem budaya juga dapat menciptakan peluang ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan internasional.

“Kita ingin menjadikan seni ini bukan sekadar identitas, tapi harus juga menjadi satu investasi. Budaya kita harapkan juga menjadi new engine of economic growth atau ekonomi budaya sirkular yang berkesinambungan. Sehingga ekonomi kita tidak selalu harus berbasis pada ekonomi ekstraktif, tetapi budaya akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar sekaligus alat diplomasi lunak (soft power),” tegas Fadli.

Pandangan tersebut menempatkan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan. Seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat dapat membuka peluang usaha serta memperluas apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia.

FKI XIII Angkat Tema Seni, Folklor, dan Ekologi

Festival Kesenian Indonesia XIII merupakan ajang seni rupa berskala nasional yang diselenggarakan oleh konsorsium Perguruan Tinggi Seni se-Indonesia melalui Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI).

Tahun ini, FKI XIII mengusung tema Art, Folklore and Ecology atau Seni, Folklor, dan Ekologi. Festival tersebut menghadirkan karya seniman akademisi, dosen, serta mahasiswa seni dari berbagai perguruan tinggi.

Para peserta memadukan kearifan lokal dengan pendekatan kreatif yang mengikuti perkembangan zaman. Melalui karya-karya tersebut, festival membuka ruang pertemuan antara tradisi, ekspresi seni kontemporer, dan isu lingkungan.

FKI XIII juga menjadi wadah bagi civitas akademika untuk bertukar gagasan dan memperluas jejaring. Kegiatan ini menegaskan bahwa kampus seni tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang pengembangan kebudayaan.

ISI Padang Panjang Soroti Dampak Seni bagi Masyarakat

Rektor ISI Padang Panjang, Febri Yulika, turut menekankan pentingnya peran seni dan perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan zaman. Ia menilai karya seni dapat mendorong kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan, termasuk krisis lingkungan.

“Seni tidak hanya melahirkan karya yang indah, tetapi juga karya yang menggerakkan kepedulian dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Febri.

Pernyataan tersebut sejalan dengan tema FKI XIII yang menghubungkan seni, cerita rakyat, dan ekologi. Melalui pendekatan itu, para seniman dapat menyampaikan gagasan mengenai hubungan manusia dengan lingkungan serta nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.

Festival ini sekaligus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan karya dan mengembangkan pengalaman berkesenian. Interaksi antara mahasiswa, dosen, seniman, dan komunitas juga dapat memperkaya proses pembelajaran di luar ruang kelas.

Hadirkan Pemangku Kepentingan Seni dan Pemerintahan

Pembukaan FKI XIII turut dihadiri Wali Kota Padang Panjang Hendri Anis, Wakil Wali Kota Padang Panjang Alex Saputra, dan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi seni anggota BKS-PTSI, pejabat daerah, seniman, komunitas seni, serta mahasiswa peserta festival juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Fadli Zon turut didampingi Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat Nurmatias.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan keterlibatan pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku seni dalam mendukung pengembangan kebudayaan nasional.

FKI XIII Diharapkan Lahirkan Maestro Seni Muda

Fadli berharap FKI XIII dapat mendorong lahirnya seniman muda yang memiliki kompetensi dan karakter kuat. Ia juga menginginkan festival ini terus berlanjut dan memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka.

“Mudah-mudahan, FKI XIII terus berkelanjutan dan bisa melahirkan seniman yang mumpuni dari mahasiswa, yang kemudian akan menjadi empu atau maestro yang membawa nama Indonesia ke peradaban dunia,” tutup Fadli.

Berdasarkan sumber siaran pers Kementerian Kebudayaan, penyelenggaraan FKI XIII menegaskan pentingnya perguruan tinggi seni dalam menjaga warisan budaya dan menyiapkan regenerasi seniman. Melalui tema seni, folklor, dan ekologi, festival ini juga membuka ruang bagi dunia pendidikan untuk merespons persoalan sosial dan lingkungan melalui karya kreatif.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article