Kenali SISEDAP dan ACC, Dua Inovasi RS Pratama Yogyakarta untuk Masyarakat

Must read

EDUCARE.CO.ID – Rumah Sakit Pratama Kota Yogyakarta memperkenalkan dua inovasi layanan kesehatan dalam Festival Inovasi Jogja (FIJ) 2026. Kedua inovasi tersebut ialah SISEDAP (Sajian Bergizi, Sehat, dan Sedap) dari Instalasi Gizi serta ACC (Adults and Adolescents Community Center) yang berfokus pada kesehatan mental.

Festival Inovasi Jogja 2026 berlangsung pada 13–15 Oktober 2026. Tahun ini, festival mengusung tema “Mewujudkan Inovasi Jogja yang Otentik Konkret” dan mempertemukan berbagai inovasi dari perangkat daerah, institusi, perguruan tinggi, serta pelaku inovasi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada hari terakhir festival, RS Pratama Kota Yogyakarta menampilkan SISEDAP dan ACC kepada pengunjung. Kedua program tersebut menunjukkan upaya rumah sakit dalam memperluas layanan kesehatan, mulai dari pemenuhan gizi hingga edukasi dan pendampingan kesehatan mental.

Berdasarkan sumber laman resmi RS Pratama Kota Yogyakarta, SISEDAP dan ACC menjadi bagian dari pengembangan inovasi pelayanan kesehatan yang diperkenalkan dalam Festival Inovasi Jogja 2026. Melalui kedua program tersebut, rumah sakit berupaya memperluas jangkauan layanan gizi dan kesehatan mental agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

SISEDAP Hadirkan Pilihan Katering Sesuai Kebutuhan Gizi

Instalasi Gizi RS Pratama Kota Yogyakarta mengembangkan SISEDAP sebagai layanan katering yang mengutamakan keseimbangan gizi, kesehatan, dan cita rasa. Program ini menawarkan pilihan makanan yang menyesuaikan kebutuhan gizi serta kondisi kesehatan konsumen.

SISEDAP menyediakan sejumlah pilihan menu, termasuk diet rendah energi dan diet diabetes melitus. Layanan ini juga menawarkan menu untuk kebutuhan kesehatan lainnya.

Tenaga ahli gizi RS Pratama Kota Yogyakarta turut menyusun menu agar setiap sajian memperhatikan kebutuhan gizi yang sesuai. Dengan pendekatan tersebut, SISEDAP ingin membantu masyarakat memilih makanan sehari-hari dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan mereka.

Selama ini, masyarakat lebih mengenal layanan gizi rumah sakit melalui kebutuhan pasien selama menjalani perawatan. Melalui SISEDAP, Instalasi Gizi memperluas jangkauan layanannya ke masyarakat di luar lingkungan rumah sakit.

Masyarakat di wilayah Kota Yogyakarta dapat memanfaatkan layanan pemesanan SISEDAP sebagai salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Kemudahan pemesanan dan variasi menu menjadi bagian dari upaya rumah sakit mendekatkan layanan gizi kepada masyarakat.

SISEDAP juga membawa pesan penting bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari ruang perawatan. Masyarakat dapat memulainya melalui kebiasaan makan dan pemilihan menu yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

ACC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mental

Selain mengembangkan layanan gizi, RS Pratama Kota Yogyakarta menghadirkan ACC untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental.

Program ini menjawab kebutuhan akan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih proaktif, mudah dijangkau, dan berkelanjutan. Sebelum mengembangkan ACC, rumah sakit lebih banyak melayani kesehatan mental melalui konsultasi psikologi bagi pasien yang datang secara langsung.

Rumah sakit kemudian memperluas pendekatan tersebut melalui program yang menggabungkan skrining, edukasi, konsultasi atau konseling, tindak lanjut, hingga rujukan sesuai kebutuhan peserta.

ACC juga mengembangkan pendekatan yang lebih proaktif melalui skrining digital dan media edukasi kesehatan mental. Kedua sarana tersebut mendukung upaya rumah sakit menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Pelaksanaan program melibatkan berbagai tenaga dan tim pendukung. Di antaranya terdapat psikiater, psikolog klinis, perawat, tim promosi kesehatan, tim teknologi informasi, dan tim administrasi.

ACC turut membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan dan komunitas. Program ini menyasar kelompok emerging adults berusia 18–25 tahun, mahasiswa, serta siswa. Melalui sasaran tersebut, ACC mendorong upaya deteksi dini dan pencegahan masalah kesehatan mental.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti skrining untuk mengetahui kondisi kesehatan mental mereka. Peserta dengan hasil skrining kategori normal hingga ringan memperoleh edukasi kesehatan mental. Sementara itu, peserta dengan hasil kategori sedang hingga sangat berat mendapatkan konsultasi kesehatan mental.

ACC Jangkau 714 Mahasiswa dalam Skrining Kesehatan Mental

Program ACC telah menjangkau 714 mahasiswa melalui kegiatan skrining kesehatan mental. Data pelaksanaan program mencatat 348 peserta atau 48,74 persen berada dalam kategori normal hingga ringan.

Kelompok tersebut memperoleh edukasi kesehatan mental untuk mendukung pemahaman dan kesadaran mereka terhadap pentingnya menjaga kesehatan jiwa.

Sementara itu, sebanyak 366 peserta atau 51,26 persen masuk kategori sedang hingga sangat berat. Mereka mendapatkan konsultasi kesehatan mental sebagai tindak lanjut dari hasil skrining.

Hasil pelaksanaan ACC juga menggambarkan beragam persoalan yang dihadapi peserta. Beberapa di antaranya meliputi stres akademik, masalah relasi dengan teman, pasangan, maupun keluarga, serta kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Tim program juga menemukan persoalan terkait pengelolaan emosi, kemampuan menghadapi stres yang kurang adaptif, masalah perilaku, hingga persoalan psikososial pada individu dengan disabilitas.

Temuan tersebut dapat membantu institusi pendidikan memahami kebutuhan kesehatan mental mahasiswa. Institusi pendidikan juga dapat menggunakan informasi itu sebagai bahan pertimbangan untuk merancang pendampingan lanjutan bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan lebih intensif.

Dengan demikian, ACC tidak hanya mengandalkan skrining sebagai langkah awal. Program ini juga menghubungkan hasil identifikasi dengan edukasi dan konsultasi agar peserta memperoleh tindak lanjut sesuai kebutuhan mereka.

Perlu dipahami bahwa hasil skrining menunjukkan tingkat kebutuhan tindak lanjut, bukan diagnosis klinis. Karena itu, peserta yang masuk kategori sedang hingga sangat berat tetap memerlukan penilaian profesional untuk memahami kondisi mereka secara lebih menyeluruh.

SISEDAP dan ACC Perkuat Inovasi Pelayanan Kesehatan

Keikutsertaan RS Pratama Kota Yogyakarta dalam Festival Inovasi Jogja 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengembangan layanan sekaligus berbagi praktik inovasi dengan masyarakat dan peserta lainnya.

SISEDAP dan ACC mengangkat bidang yang berbeda, tetapi keduanya membawa tujuan serupa: mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan menyesuaikannya dengan kebutuhan sehari-hari.

SISEDAP mengajak masyarakat memperhatikan pemenuhan gizi melalui pilihan makanan yang mempertimbangkan kondisi kesehatan. Sementara itu, ACC memperluas akses terhadap edukasi, skrining, konsultasi, dan tindak lanjut kesehatan mental.

Kedua inovasi tersebut memperlihatkan bahwa upaya menjaga kesehatan dapat berjalan melalui berbagai pendekatan. Masyarakat dapat memulainya dari pemilihan makanan sehari-hari sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article