EDUCARE.CO.ID – Tidur bukan sekadar waktu untuk menghilangkan rasa kantuk. Tubuh membutuhkan tidur yang cukup untuk memulihkan energi, menjaga fungsi fisik, dan membantu otak bekerja secara optimal.
Sayangnya, banyak orang masih mengabaikan kebutuhan tidur. Sebagian sengaja mengurangi waktu tidur karena aktivitas yang padat. Sebagian lainnya mengalami gangguan tidur yang membuat waktu istirahat tidak optimal.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kesehatan. Dampaknya tidak hanya muncul dalam bentuk tubuh yang lemas, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi, berat badan, suasana hati, hingga kesehatan mental.
Kurang Tidur Bikin Konsentrasi Menurun
Kurang tidur dapat membuat seseorang sulit mempertahankan konsentrasi. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk belajar dan bekerja.
Selain sulit fokus, seseorang juga dapat menjadi lebih mudah lupa. Otak membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk menjalankan berbagai fungsi dengan baik.
Berdasarkan sumber Kementerian Kesehatan RI, tidur berkualitas membantu menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi, memperbaiki suasana hati, serta mendukung produktivitas sehari-hari.
Sebaliknya, waktu tidur yang kurang atau kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Hal tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kesehatan RSUP Dr. Kariadi Semarang melalui tema Sleep Well, Live Better pada Juni 2026.
Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Berat Badan
Masalah tidur juga berkaitan dengan berat badan. Kementerian Kesehatan memasukkan obesitas sebagai salah satu risiko yang dapat muncul ketika seseorang terus mengalami kurang tidur.
Waktu tidur yang tidak cukup juga dapat memengaruhi rasa lapar. Akibatnya, seseorang mungkin lebih sering ingin makan atau mengalami perubahan pola makan.
Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, asupan makanan yang meningkat dapat ikut memengaruhi berat badan.
Karena itu, menjaga waktu tidur menjadi salah satu bagian dari pola hidup sehat. Kebiasaan tersebut dapat berjalan bersama dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.
Suasana Hati Ikut Terganggu
Kurang tidur juga dapat memengaruhi kondisi emosional. Ketika tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup, seseorang bisa lebih mudah merasa lelah dan sulit mengendalikan emosi.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami perubahan suasana hati. Seseorang juga dapat lebih mudah merasa marah, sedih, atau stres.
Kondisi tersebut bisa terasa semakin berat jika kurang tidur berlangsung dalam jangka panjang. Masalah tidur yang terus terjadi juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan.
Karena itu, tidur yang cukup memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan fisik sekaligus emosional.
Tidur Juga Penting untuk Kesehatan Otak
Tidur berkaitan erat dengan fungsi otak. Saat tubuh beristirahat, otak tetap menjalankan berbagai proses penting untuk mendukung fungsi tubuh dan aktivitas pada hari berikutnya.
Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta juga menyoroti hubungan antara kualitas tidur dan kesehatan otak dalam edukasi kesehatan pada Maret 2026.
Kualitas tidur yang baik dapat membantu tubuh dan otak menjalani proses pemulihan. Sebaliknya, kebiasaan tidur yang buruk dapat mengganggu fungsi tubuh jika terus berlangsung.
Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan bukan hanya jumlah jam tidur, tetapi juga kualitas istirahat yang mereka dapatkan.
Jangan Abaikan Gangguan Tidur
Kurang tidur terkadang muncul karena kebiasaan sehari-hari. Namun, gangguan tidur juga dapat menjadi penyebab seseorang sulit mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Jika masalah tidur terus berulang dan mulai mengganggu aktivitas, masyarakat sebaiknya tidak mengabaikannya.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat yang mengalami masalah atau gangguan tidur untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan dapat membantu menentukan penyebab sekaligus langkah penanganan yang sesuai.
Tidur Cukup Jadi Bagian dari Hidup Sehat
Tidur yang cukup membantu tubuh mengisi kembali energi setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Pada saat yang sama, tidur juga mendukung konsentrasi, suasana hati, produktivitas, dan kesehatan otak.
Sebaliknya, kurang tidur dapat menimbulkan berbagai dampak. Mulai dari sulit fokus dan mudah lupa hingga perubahan suasana hati serta peningkatan risiko masalah kesehatan.
Karena itu, menjaga waktu dan kualitas tidur bukan sekadar cara menghindari rasa kantuk. Kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan fisik dan mental.
Jika gangguan tidur terus muncul atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan menunggu kondisi semakin berat. Konsultasikan masalah tersebut kepada tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
Penulis: Andini Namira Saskirana

