Dokter Kulit Ungkap Manfaat Tomat untuk Kulit, dari Kolagen hingga Paparan UV

Must read

EDUCARE.CO.ID – Menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan menggunakan produk perawatan dari luar. Asupan makanan sehari-hari juga ikut menentukan nutrisi yang diterima sel kulit.

Salah satu makanan yang banyak mendapat perhatian ahli dermatologi adalah tomat. Buah berwarna merah ini mengandung vitamin C dan likopen yang memiliki peran berbeda dalam mendukung kesehatan kulit.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari EatingWell dan keterangan dokter kulit yang dikutip dalam laporan tersebut, vitamin C pada tomat membantu tubuh dalam proses pembentukan kolagen. Sementara itu, likopen memiliki sifat antioksidan yang telah diteliti terkait perlindungan kulit dari sebagian efek paparan sinar ultraviolet (UV).

Namun, manfaat tersebut tidak berarti tomat bisa menggantikan tabir surya. Perlindungan dari sinar matahari tetap menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan kulit.

Vitamin C Tomat Bantu Pembentukan Kolagen

Kulit membutuhkan kolagen untuk mempertahankan struktur dan kekuatannya. Tubuh kemudian menggunakan vitamin C dalam sejumlah proses pembentukan kolagen.

Tomat dapat menjadi salah satu sumber vitamin C dalam pola makan sehari-hari. Satu buah tomat mentah berukuran sedang mengandung sekitar 17 miligram vitamin C, atau sekitar 19 persen dari nilai harian yang direkomendasikan.

Dermatolog Patrick Tan, MD, menjelaskan bahwa vitamin C juga berperan dalam menjaga kolagen yang mendukung struktur kulit.

Karena itu, konsumsi tomat dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin C. Namun, tubuh tetap membutuhkan beragam sumber nutrisi lain agar kebutuhan hariannya terpenuhi.

Likopen Tomat Beri Perlindungan Tambahan

Selain vitamin C, tomat juga mengandung likopen. Senyawa ini memberikan warna merah pada tomat dan memiliki aktivitas antioksidan.

Sejumlah penelitian yang dikutip EatingWell menunjukkan bahwa konsumsi tomat atau likopen berpotensi membantu mengurangi sebagian kemerahan kulit yang muncul setelah paparan sinar UV.

Paparan UV dapat meningkatkan pembentukan spesies oksigen reaktif. Molekul tersebut dapat merusak sel ketika jumlahnya melampaui kemampuan sistem pertahanan antioksidan tubuh.

Likopen dapat berperan sebagai salah satu komponen antioksidan dari makanan. Meski begitu, konsumsi tomat tidak membuat kulit kebal terhadap sinar matahari.

Tomat juga tidak dapat menggantikan sunscreen dalam melindungi kulit dari paparan UV atau risiko kanker kulit.

Tomat Juga Berkaitan dengan Perlindungan Kolagen

Paparan sinar UV dapat memengaruhi kolagen pada kulit. Kondisi tersebut kemudian dapat berkontribusi terhadap perubahan struktur kulit akibat paparan lingkungan dalam jangka panjang.

Vitamin C dan likopen pada tomat memiliki aktivitas yang berkaitan dengan perlindungan sel dari stres oksidatif. Kedua senyawa tersebut dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan kulit.

Namun, penelitian yang ada belum membuktikan bahwa konsumsi tomat secara langsung dapat meningkatkan elastisitas kulit atau menghilangkan kerutan.

Karena itu, manfaat tomat sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai solusi tunggal untuk masalah penuaan kulit.

Tomat Mentah atau Dimasak, Mana yang Lebih Baik?

Cara mengolah tomat dapat memengaruhi kandungan nutrisi yang tubuh dapatkan.

Tomat mentah masih menyediakan vitamin C dalam jumlah yang baik. Namun, proses pemanasan dapat mengurangi sebagian kandungan vitamin C.

Di sisi lain, proses memasak dapat membuat likopen lebih mudah diserap tubuh. Likopen juga termasuk senyawa yang larut dalam lemak.

Karena itu, kamu bisa mengombinasikan tomat dengan sumber lemak sehat. Salah satu contohnya adalah minyak zaitun.

Dermatolog Debra Jaliman, MD, merekomendasikan olahan tomat yang dimasak bersama minyak zaitun. Kamu juga bisa menambahkan bawang putih dan bawang bombai untuk memperkaya rasa.

Selain pasta tomat, kamu dapat membuat sup tomat dengan tambahan bawang bombai, minyak zaitun, dan kaldu. Sajian tersebut bisa menjadi pilihan menu makan siang bersama sandwich.

Tomat Bukan Satu-Satunya Kunci Kulit Sehat

Walaupun tomat memiliki sejumlah nutrisi yang mendukung kesehatan kulit, dermatolog tetap menempatkan perlindungan dari sinar matahari sebagai langkah utama.

Gunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih tinggi untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV. Pilih produk yang tahan air jika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan atau mudah berkeringat.

Selain itu, berhenti merokok juga penting. Menurut Jaliman, kebiasaan merokok dapat mempercepat proses penuaan kulit.

Pola makan juga perlu mencakup berbagai jenis makanan. Jangan hanya mengandalkan tomat untuk mendapatkan nutrisi bagi kulit.

Kombinasikan tomat dengan buah, sayuran, sumber protein, dan makanan bergizi lainnya. Dengan pola makan yang beragam serta perlindungan kulit yang konsisten, tubuh mendapat dukungan nutrisi yang lebih lengkap.

Tomat Bisa Jadi Bagian dari Pola Makan untuk Kulit Sehat

Tomat menawarkan dua kandungan yang menarik untuk kesehatan kulit, yaitu vitamin C dan likopen. Vitamin C membantu proses pembentukan kolagen, sedangkan likopen memiliki aktivitas antioksidan yang berkaitan dengan perlindungan terhadap sebagian dampak paparan UV.

Meski begitu, manfaat tomat tidak boleh dipahami secara berlebihan. Konsumsi tomat tidak menggantikan sunscreen dan belum terbukti secara langsung menghilangkan kerutan atau mengembalikan elastisitas kulit.

Jadikan tomat sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Pada saat yang sama, lindungi kulit dari sinar matahari, hindari rokok, dan jaga kebiasaan hidup sehat.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article