EDUCARE.CO.ID – Turnamen Polytron Pontianak International Challenge 2026 kembali menghadirkan kejutan manis bagi dunia bulu tangkis Indonesia. Di ajang bergengsi yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, pasangan ganda putra anyar Wahyu Agung Prasetyo dan Pulung Ramadhan sukses mencuri perhatian publik dengan penampilan impresif mereka sejak babak awal hingga final.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa regenerasi pemain ganda putra Indonesia terus berjalan positif. Meski masih berstatus pasangan baru, Prasetyo/Ramadan menunjukkan kematangan mental dan teknik yang mumpuni, terutama saat menghadapi tekanan di partai puncak melawan sesama wakil Indonesia, Rambitan/Patra Harapan.
Laga Final Mendebarkan
Partai final yang mempertemukan dua pasangan Indonesia ini berlangsung sengit dan penuh dukungan gemuruh penonton di dalam GOR Ayani Terpadu. Suasana ruangan yang penuh sorak sorai membuat pertandingan semakin semarak, terutama karena kedua pasangan saling kejar poin secara ketat.
Dalam laga tersebut, Prasetyo/Ramadan tampil lebih tenang dan berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan dua gim langsung, 22-20 dan 21-15.
Perjalanan Ketat di Gim Pertama
Pada gim pertama, kedua pasangan saling beradu poin dengan ketat. Prasetyo/Ramadan sempat unggul, namun beberapa kesalahan membuat mereka harus bersusah payah menutup gim dengan skor 22-20.
“Alhamdulillah kami diberikan kemenangan. Kami ini pasangan baru, tetapi bersyukur bisa menjadi juara,” ujar Prasetyo.
Dia menjelaskan bahwa laga final ini benar-benar menguji ketenangan mental. Secara fisik, teknik, dan pengalaman, kedua pasangan Indonesia ini sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi.
Gim Kedua: Menemukan Ritme
Memasuki gim kedua, lawan sempat menekan di awal permainan. Namun, Prasetyo/Ramadan berhasil kembali tenang, menemukan ritme permainan, dan menjaga keunggulan hingga menutup laga dengan skor 21-15.
Kemenangan ini menjadi pencapaian spesial bagi pasangan baru tersebut, yang langsung meraih gelar juara dalam turnamen berlevel International Challenge.
Penulis: Andini Namira Saskirana


