Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Bilingual agar Murid Tuli Mendapat Kesempatan Belajar yang Setara

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat layanan pendidikan inklusif di Indonesia. Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui Program Pendidikan Bilingual untuk Murid Tuli yang dikembangkan bersama Pijar Foundation dan sejumlah mitra strategis.

Program ini bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi murid Tuli. Selain itu, program tersebut diharapkan membantu peserta didik memahami materi pelajaran dengan lebih baik, mengembangkan potensi, serta meningkatkan rasa percaya diri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.

Kolaborasi Wujudkan Sekolah yang Lebih Inklusif

Kemendikdasmen menilai pendidikan inklusif membutuhkan dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, kementerian menggandeng komunitas Tuli, organisasi pendidikan, dunia usaha, dan lembaga filantropi.

Kolaborasi tersebut bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang lebih ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan pendidikan inklusif merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan yang setara.

Menurutnya, makna “pendidikan bermutu untuk semua” mencakup seluruh anak Indonesia, termasuk peserta didik dengan hambatan fisik, sensorik, intelektual, sosial, emosional, maupun psikologis.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat sistem pendidikan agar setiap anak memperoleh hak belajar yang sama.

Sekolah Inklusif Terus Berkembang

Fajar menjelaskan bahwa layanan bagi murid Tuli bukan sekadar program pelengkap. Sebaliknya, layanan tersebut telah menjadi bagian penting dari sistem pendidikan nasional.

Ia juga mengungkapkan jumlah peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusif terus meningkat.

Saat ini terdapat lebih dari 381 ribu peserta didik berkebutuhan khusus di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 217 ribu anak belajar di sekolah reguler yang menerapkan pendidikan inklusif.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perubahan paradigma pendidikan nasional. Kini semakin banyak sekolah yang membuka ruang belajar bagi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.

Pembelajaran Menggabungkan BISINDO dan Bahasa Indonesia

Melalui Program Pendidikan Bilingual, Pijar Foundation mengembangkan metode belajar yang memadukan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dengan bahasa Indonesia tulis dan lisan.

Direktur Eksekutif Pijar Foundation, Cazadira Fediva Tamzil, mengatakan penguasaan bahasa isyarat menjadi fondasi penting dalam proses belajar murid Tuli.

Dengan pendekatan tersebut, peserta didik lebih mudah memahami pelajaran sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir dan berinteraksi.

Sementara itu, Ketua Tim Kurikulum dan Peneliti Bahasa Isyarat Pijar Foundation, Adhi Kusumo Bharoto, mengajak masyarakat melihat perbedaan sensorik sebagai bagian dari keberagaman.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang jika memperoleh dukungan dan kesempatan yang sama.

Pengalaman Internasional Jadi Inspirasi

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra internasional.

Executive Director The Nippon Foundation, Ichiro Kabasawa, membagikan pengalaman sejumlah negara di Asia Tenggara yang berhasil menerapkan pendidikan bilingual bagi murid Tuli.

Menurutnya, pendekatan tersebut mampu melahirkan lulusan yang mandiri, percaya diri, dan aktif berkontribusi di tengah masyarakat.

Sinergi Jadi Kunci Pendidikan Inklusif

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga filantropi.

Ia menilai kerja sama lintas sektor menjadi fondasi penting untuk memperluas akses pendidikan inklusif di Indonesia.

Menurut Pratikno, kolaborasi tersebut bukan sekadar penandatanganan kerja sama. Lebih dari itu, seluruh pihak menunjukkan komitmen bersama agar anak-anak Tuli memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas.

Melalui Program Pendidikan Bilingual, Kemendikdasmen berharap semakin banyak sekolah mampu menghadirkan pembelajaran yang inklusif. Dengan demikian, setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img