EDUCARE.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pendidikan dan budaya menjadi fondasi penting dalam hubungan Indonesia dan Mesir. Kedua sektor tersebut terus memperkuat hubungan antarmasyarakat dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri peringatan Hari Nasional Republik Arab Mesir di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Al-Azhar Perkuat Hubungan Pendidikan Indonesia-Mesir
Menurut Nasaruddin Umar, ribuan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir selama puluhan tahun telah menjadi jembatan persahabatan kedua negara.
Hubungan pendidikan itu semakin kuat setelah Universitas Al-Azhar membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia pada Fakultas Bahasa dan Terjemah. Program tersebut mulai berjalan sejak November 2025.
Menag menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama pendidikan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di Mesir.
“Generasi mahasiswa Indonesia telah lama belajar di Universitas Al-Azhar. Pertukaran pendidikan ini memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara,” ujar Nasaruddin Umar.
Selain itu, program studi tersebut membuka peluang lebih besar bagi masyarakat Mesir untuk mengenal bahasa dan budaya Indonesia.
Kemitraan Strategis Masuki Fase Baru
Indonesia dan Mesir telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1947. Kini, kedua negara memasuki fase baru setelah menandatangani Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis pada April 2025.
Menag menjelaskan bahwa hubungan tersebut lahir dari semangat saling menghormati, solidaritas, dan komitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Karena itu, Indonesia dan Mesir terus memperluas kerja sama di berbagai bidang. Mulai dari pendidikan, budaya, ekonomi, hingga diplomasi internasional.
“Hubungan yang kuat ini mencerminkan komitmen bersama untuk perdamaian, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Indonesia dan Mesir Perluas Kolaborasi Global
Di tengah dinamika geopolitik dunia, Indonesia mendorong kolaborasi yang lebih erat dengan Mesir. Fokus kerja sama meliputi stabilitas energi, keamanan maritim, dan pembangunan ekonomi.
Selain itu, Indonesia mengapresiasi kontribusi Mesir dalam organisasi D-8. Forum tersebut mempertemukan negara-negara berkembang dengan populasi mayoritas Muslim.
Nasaruddin Umar berharap Mesir terus berpartisipasi aktif dalam berbagai agenda internasional yang melibatkan Indonesia.
Menurutnya, dialog dan kerja sama menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan kemakmuran bersama.
Mesir Kenang Sejarah Panjang Bersama Indonesia
Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, Yasser Elshemy, menegaskan bahwa kedua negara memiliki hubungan historis yang sangat kuat.
Ia mengingatkan bahwa Mesir menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Tahun 2026 menandai 81 tahun pengakuan bersejarah tersebut.
Yasser juga menilai kedua negara memiliki banyak kesamaan nilai dan visi pembangunan.
Selain itu, ia mengapresiasi dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina dan berbagai upaya kemanusiaan yang dilakukan di tingkat internasional.
“Meskipun terpisah jarak geografis, kedua negara memiliki nilai bersama dan visi yang sama untuk masa depan,” ujar Yasser.
Pendidikan Tetap Menjadi Prioritas
Pembukaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar menjadi simbol kuat hubungan Indonesia dan Mesir.
Melalui pendidikan dan budaya, kedua negara tidak hanya mempererat hubungan diplomatik. Mereka juga membangun pemahaman lintas budaya bagi generasi muda.
Karena itu, pemerintah berharap kerja sama tersebut terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat kedua negara.




