EDUCARE.CO.ID – Pendidikan vokasi kembali menunjukkan kualitasnya. Kali ini, alumni SMKN 1 Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, berhasil menorehkan prestasi di bidang teknologi hingga tingkat internasional.
Sosok tersebut adalah Wahyu Amirullah, lulusan Konsentrasi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang kini berkarier sebagai software engineer. Berkat kemampuan yang terus diasah sejak sekolah, ia berhasil mengikuti kompetisi teknologi tingkat Asia Pasifik dan mengembangkan berbagai solusi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Ketertarikan pada Coding Berawal dari Bangku SMK
Wahyu mulai mengenal dunia pemrograman saat menempuh pendidikan di SMKN 1 Gunung Putri. Sejak itu, ia menaruh minat besar pada teknologi digital dan pengembangan perangkat lunak.
Tidak berhenti setelah lulus, Wahyu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan bidang studi yang masih sejalan dengan dunia teknologi. Selain kuliah, ia juga membangun karier profesional sebagai Software Engineer di PT IDS Teknologi Indonesia.
Menurut Wahyu, pengalaman kuliah sambil bekerja membantunya mengasah banyak kemampuan penting.
“Membagi waktu antara tugas kuliah, proyek kampus, dan tanggung jawab profesional benar-benar melatih kedisiplinan serta cara berpikir kritis saya,” ujarnya.
Fokus Mengembangkan Teknologi AI
Seiring berkembangnya karier, Wahyu mulai mendalami teknologi kecerdasan buatan. Saat ini, ia menaruh perhatian besar pada pengembangan solusi berbasis Retrieval Augmented Generation (RAG) dengan memanfaatkan Vertex AI dari Google Cloud.
Teknologi tersebut memungkinkan sistem AI mengambil data dari dokumen atau basis data sebelum menghasilkan jawaban. Karena itu, hasil yang diberikan menjadi lebih akurat dan relevan.
Selain meningkatkan kualitas informasi, pendekatan ini juga membantu mengurangi risiko kesalahan data yang sering muncul pada sistem AI generatif.

Tampil di Kompetisi Asia Pasifik
Kemampuan yang dimiliki Wahyu membawanya mengikuti Google APAC Solution Challenge. Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa, pengembang, dan inovator teknologi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.
Dalam ajang tersebut, Wahyu mempresentasikan gagasan mengenai pemanfaatan AI untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat. Ia juga mempelajari lebih dalam teknologi Vertex AI sekaligus memperluas wawasan tentang perkembangan industri digital global.
Tidak hanya itu, Wahyu memperoleh kesempatan untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan para developer dari berbagai negara saat kegiatan berlangsung di Manila, Filipina.
Bukti Lulusan SMK Mampu Bersaing Secara Global
Pengalaman tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan karier Wahyu. Menurutnya, kompetisi internasional membuka banyak peluang untuk belajar sekaligus mengukur kemampuan diri.
Selain menambah pengalaman, ajang tersebut memperlihatkan bahwa lulusan SMK memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di industri teknologi dunia.
“Pengalaman berkompetisi di tingkat Asia Pasifik membuka mata saya tentang besarnya potensi teknologi dalam membantu kehidupan masyarakat. Karena itu, saya ingin terus belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan kemampuan,” ungkap Wahyu.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Wahyu menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan talenta digital yang kompetitif. Dengan kemauan belajar yang tinggi, siswa SMK dapat membangun karier profesional bahkan menembus panggung internasional.
Karena itu, pengalaman Wahyu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin menekuni bidang teknologi. Dunia digital terus berkembang dan membuka banyak peluang bagi mereka yang siap belajar serta berinovasi.




