EDUCARE.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali datang dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR). Chandra Trisna Pangestu, alumnus Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), berhasil meraih Beasiswa Unggulan untuk melanjutkan studi Magister Bioteknologi Perikanan dan Kelautan di UNAIR.
Berdasarkan rilis Universitas Airlangga, pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi Chandra dalam mengembangkan kemampuan akademik, riset, dan kontribusi di bidang perikanan serta konservasi lingkungan. Saat ini, ia menaruh fokus pada pengembangan bioteknologi untuk mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
Lingkungan Akademik Dorong Perkembangan Diri
Chandra menilai pengalaman belajar di FPK UNAIR berperan besar dalam membentuk karakter dan pola pikir ilmiahnya. Ia merasakan dukungan kuat dari dosen serta lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang.
“Selama menempuh pendidikan di FPK UNAIR, saya merasakan lingkungan akademik yang sangat positif dan suportif. Dosen-dosen tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga motivasi dan teladan yang membentuk saya menjadi pribadi yang lebih disiplin, terbuka, dan terus berkembang,” ujarnya.
Selama kuliah, Chandra aktif mengikuti penelitian dosen, program pengabdian masyarakat, dan publikasi ilmiah. Berbagai pengalaman tersebut membantunya memahami penerapan ilmu perikanan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain itu, keterlibatannya dalam berbagai kegiatan akademik mengasah kemampuan analisis, komunikasi, dan kerja sama tim.
Aktif dalam Kegiatan Konservasi
Di luar kampus, Chandra turut berkontribusi dalam berbagai kegiatan konservasi. Ia bergabung bersama Blue Seed Indonesia sebagai asisten peneliti sekaligus field facilitator.
Melalui kegiatan tersebut, ia terlibat langsung dalam program konservasi dan edukasi lingkungan pesisir. Ia juga pernah mempresentasikan hasil penelitiannya dalam seminar nasional di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Menurut Chandra, konservasi memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Bagi saya, konservasi adalah upaya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan keberlanjutannya. Tantangan terbesar adalah bagaimana kebutuhan manusia yang bergantung pada alam tetap dapat terpenuhi tanpa merusak ekosistem,” jelasnya.
Kembangkan Inovasi Produk Mangrove
Saat menempuh pendidikan sarjana, Chandra mengembangkan inovasi pemanfaatan buah mangrove menjadi selai lembaran bernilai ekonomis. Inovasi tersebut menawarkan alternatif produk pangan tanpa mengganggu kelestarian ekosistem mangrove.
Ia juga menuangkan gagasannya dalam buku Mangrove Non-Timber yang diterbitkan Airlangga University Press. Buku tersebut membahas berbagai potensi pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan.
Melalui inovasi dan publikasi tersebut, Chandra berupaya mendorong pemanfaatan sumber daya alam yang tetap memperhatikan aspek konservasi.
Fokus Teliti DNA Hiu
Pada jenjang magister, Chandra mendalami penelitian tentang DNA barcoding untuk identifikasi spesies hiu. Penelitian itu menggunakan sampel sirip hiu kering guna meningkatkan akurasi identifikasi spesies.
Riset tersebut memperkuat kompetensinya di bidang biologi molekuler dan bioteknologi perikanan. Selain itu, penelitian ini juga mendukung upaya konservasi laut yang berbasis data ilmiah.
Teknologi DNA barcoding dinilai mampu membantu pengawasan perdagangan satwa laut serta memperkuat perlindungan spesies yang rentan terhadap eksploitasi.
Beasiswa Hasil Konsistensi dan Dedikasi
Program Beasiswa Unggulan yang diraih Chandra merupakan salah satu program prestisius dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program ini menilai prestasi akademik, karya ilmiah, serta kontribusi penerimanya di masyarakat.
Chandra menjelaskan bahwa proses seleksi menuntut rekam jejak yang kuat dan konsisten. Karena itu, ia aktif membangun pengalaman melalui penelitian, seminar, publikasi, pengabdian masyarakat, dan penulisan buku.
“Semua proses tersebut saya jalani sebagai bagian dari pembelajaran, dan pengalaman tersebut menjadi penguat dalam proses seleksi,” katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk terus belajar dan berani mencoba berbagai peluang baru. Menurutnya, setiap pengalaman akan menjadi modal berharga untuk menghadapi masa depan.
Inspirasi Generasi Muda Perikanan
Perjalanan Chandra menunjukkan bahwa konsistensi, kerja keras, dan kemauan belajar dapat membuka banyak peluang. Melalui riset dan kegiatan konservasi, ia membuktikan bahwa generasi muda mampu mengambil peran penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dalam melahirkan lulusan yang berdampak bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan sektor perikanan nasional.




