EDUCARE.CO.ID – Perguruan tinggi di Bali memperkuat langkah kolaboratif melalui pembentukan Konsorsium Pendidikan Bali. Inisiatif ini bertujuan mempererat kerja sama antarkampus sekaligus meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Berdasarkan rilis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), pembentukan konsorsium tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepahaman yang berlangsung di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Senin (15/6/2026). Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pendidikan Tinggi Perlu Bergerak Lebih Kolaboratif
Kemdiktisaintek menilai pendidikan tinggi masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain kesenjangan akses pendidikan, perguruan tinggi juga perlu meningkatkan kualitas lulusan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi nasional mencapai 32,89 persen. Sementara itu, Bali mencatat APK sebesar 38,15 persen atau berada di atas rata-rata nasional.
Meski demikian, peningkatan mutu pendidikan tinggi tetap menjadi pekerjaan bersama. Karena itu, pemerintah mendorong kampus untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat agar manfaat pendidikan tinggi dapat dirasakan secara luas.
Konsorsium Jadi Ruang Kerja Sama Antarkampus
Konsorsium Pendidikan Bali hadir sebagai wadah kerja sama strategis bagi perguruan tinggi di Pulau Dewata. Melalui forum ini, kampus dapat menyatukan kekuatan dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi dan mendukung pembangunan daerah.
Selain memperkuat sinergi akademik, konsorsium juga mendorong pengembangan solusi berbasis riset, program mentoring antarkampus, serta kerja sama dengan pemerintah, industri, masyarakat, dan media melalui pendekatan pentahelix.
Dengan langkah tersebut, perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Wamendiktisaintek: Kampus Harus Memberikan Dampak
Dalam kuliah umum yang berlangsung di Undiksha, Wamendiktisaintek Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menghasilkan nilai tambah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kampus tidak cukup hanya menghasilkan penelitian dan publikasi akademik. Sebaliknya, perguruan tinggi harus mampu menerjemahkan hasil riset menjadi solusi yang mendukung pembangunan daerah.
“Perguruan tinggi harus mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Melalui kolaborasi, hasil riset dan inovasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Fauzan.
Ia juga menilai banyak penelitian berkualitas yang berkembang di berbagai kampus. Namun, kolaborasi yang lebih erat akan memperkuat dampak dari hasil penelitian tersebut.
Undiksha Dorong Kerja Sama Tanpa Sekat
Rektor Universitas Pendidikan Ganesha, I Wayan Lasmawan, menyambut baik pembentukan Konsorsium Pendidikan Bali. Menurutnya, kerja sama antarkampus perlu terus diperkuat agar dunia pendidikan mampu menjawab berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.
Ia berharap konsorsium ini dapat menjadi ruang kolaborasi tanpa batas. Dengan demikian, perguruan tinggi di Bali dapat bekerja bersama untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, kerja sama yang terbangun diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah.
Percepat Hilirisasi Riset dan Inovasi
Konsorsium Pendidikan Bali juga mendukung implementasi kebijakan Diktisaintek Berdampak yang menekankan pentingnya hilirisasi riset dan inovasi.
Melalui kolaborasi lintas kampus, berbagai hasil penelitian dapat berkembang menjadi program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Kampus juga dapat menjalankan riset bersama, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik berbasis isu daerah, hingga program pendampingan antarkampus.
Kemdiktisaintek berharap model kolaborasi seperti ini dapat berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat berperan lebih aktif sebagai motor penggerak pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi menuju Indonesia Emas 2045.



