EDUCARE.CO.ID – Inovasi dari perguruan tinggi kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Tim Program Mahasiswa Berdampak dari Universitas Teuku Umar (UTU) mengembangkan bubu dasar jaring (Budar), alat tangkap ikan ramah lingkungan yang membantu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus pendapatan nelayan di Aceh Barat.
Tim UTU memperkenalkan inovasi tersebut dalam Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 yang digelar Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Dalam kegiatan itu, tim memamerkan prototipe Budar sekaligus membagikan hasil pendampingan yang mereka lakukan bersama kelompok nelayan binaan.
Dosen tim pelaksana Universitas Teuku Umar, Afdal Fuadi, menjelaskan bahwa tim mengembangkan Budar sebagai solusi atas penggunaan alat tangkap yang kurang mendukung keberlanjutan sumber daya laut.
“Kami melihat masih ada nelayan yang menggunakan alat tangkap yang kurang ramah lingkungan. Karena itu, kami memperkenalkan Budar sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan pendapatan nelayan,” ujar Afdal.
Tangkap Ikan Bernilai Tinggi Tanpa Umpan
Budar memiliki desain yang berbeda dibanding alat tangkap konvensional. Tim menggunakan daun pinang dan daun kelapa sebagai atraktor alami untuk menarik ikan masuk ke dalam perangkap.
Alat ini menargetkan ikan karang bernilai ekonomi tinggi seperti kakap merah, kerapu, dan jenaha.
Selain itu, tim merancang ukuran mata jaring lebih besar agar ikan berukuran kecil dapat keluar kembali. Cara ini membantu menjaga populasi ikan sekaligus mendukung praktik perikanan yang berkelanjutan.
Mahasiswa Terlibat Langsung di Lapangan
Program ini juga melibatkan mahasiswa dalam seluruh tahapan kegiatan. Mereka ikut melakukan riset, pengujian laboratorium, sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan masyarakat.
Salah satu mahasiswa yang terlibat, Zarkasyi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UTU, mengatakan pengalaman tersebut memberinya kesempatan menerapkan ilmu secara langsung.
“Sebelum turun ke masyarakat, kami melakukan berbagai pengujian di laboratorium bersama dosen. Saat mendampingi nelayan, kami belajar bagaimana ilmu yang diperoleh di kampus bisa memberikan manfaat nyata,” katanya.
Hasil Tangkapan Naik, Pendapatan Ikut Meningkat
Tim Universitas Teuku Umar telah memproduksi 45 unit Budar untuk digunakan kelompok nelayan binaan.
Berdasarkan hasil penelitian tim, waktu perendaman selama 10 hari menghasilkan tangkapan paling optimal. Dalam salah satu penggunaan, nelayan bahkan berhasil mendapatkan ikan kakap merah dengan berat mencapai 16 kilogram.
Dampak ekonomi dari inovasi ini juga cukup signifikan. Nelayan yang menggunakan dua unit Budar mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp1,5 juta per perjalanan melaut.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding hasil tangkapan menggunakan jaring tradisional yang rata-rata menghasilkan sekitar Rp500 ribu per trip.
“Nelayan merasakan langsung manfaatnya. Hasil tangkapan meningkat dan kualitas ikan yang diperoleh juga lebih baik sehingga nilai jualnya lebih tinggi,” jelas Afdal.
Dorong Pemberdayaan Keluarga Nelayan
Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya fokus pada alat tangkap ikan. Tim juga memberdayakan keluarga nelayan melalui pengolahan hasil tangkapan sampingan.
Kelompok istri nelayan mengolah ikan menjadi berbagai produk pangan seperti nugget ikan, bakso ikan, dan kaki naga. Langkah ini membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.
Menurut tim, pendekatan tersebut membantu memperkuat ekonomi keluarga nelayan secara lebih menyeluruh.
Kampus Hadirkan Solusi untuk Masyarakat Pesisir
Berdasarkan rilis Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek pada Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025, inovasi Budar menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi mahasiswa, dosen, dan masyarakat mampu menghasilkan solusi yang menjawab kebutuhan lokal sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui program ini, Universitas Teuku Umar berharap inovasi ramah lingkungan dapat terus berkembang di sektor perikanan. Selain menjaga kelestarian sumber daya laut, inovasi tersebut juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.



