EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program ini bertujuan menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar anak Indonesia.
Berdasarkan rilis Kemendikdasmen, pemerintah melibatkan berbagai kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan agar program berjalan tepat sasaran. Selain itu, kolaborasi tersebut memastikan manfaat revitalisasi dapat dirasakan langsung oleh peserta didik.
Komitmen tersebut terlihat saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, meninjau SDN Cimahpar 5 di Kota Bogor.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang masuk dalam prioritas nasional.

Fokus pada Sarana Belajar yang Lebih Berkualitas
Melalui program ini, pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.
Perbaikan mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang belajar baru, peningkatan fasilitas sanitasi, penyediaan sarana pendukung pembelajaran, hingga penataan lingkungan sekolah.
Kemendikdasmen menilai lingkungan belajar yang baik akan membantu peserta didik belajar lebih nyaman dan berkembang secara optimal.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.
Program ini juga mendukung pemerataan layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat pengawasan agar setiap program berjalan sesuai target.
Pemerintah Pastikan Program Berjalan Tepat Mutu
Kemendikdasmen menjadikan kegiatan visitasi sebagai salah satu cara untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
Melalui kunjungan lapangan, pemerintah dapat memantau kualitas pembangunan sekaligus melihat berbagai kebutuhan yang masih memerlukan tindak lanjut.
Menko PMK Pratikno mengatakan revitalisasi sekolah membutuhkan kerja sama banyak pihak.
“Melalui visitasi ini kita melihat revitalisasi sekolah telah selesai dilaksanakan dengan anggaran sekitar Rp2,6 miliar. Panitia lokal mengerjakan pembangunan secara swakelola dengan pendampingan dari Kemendikdasmen, pemerintah kota, dan pihak terkait,” ujarnya.
Menurut Pratikno, koordinasi yang kuat menjadi kunci agar program berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi siswa.
SDN Cimahpar 5 Rasakan Manfaat Revitalisasi
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi pelaksanaan revitalisasi di SDN Cimahpar 5.
Ia berharap fasilitas baru tersebut dapat mendukung proses belajar sekaligus mendorong lahirnya generasi yang cerdas dan berprestasi.
Sementara itu, Kepala SDN Cimahpar 5, Iim Rohimah, menyampaikan rasa syukur atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya.
Menurutnya, kondisi sekolah yang lebih baik akan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri. Kini kami memiliki gedung sekolah yang lebih layak sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sekolah akan fokus meningkatkan hasil belajar siswa serta kompetensi guru.
Dukung Target Pendidikan Nasional
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Melalui program ini, pemerintah tidak hanya memperbaiki fasilitas pendidikan. Pemerintah juga ingin meningkatkan angka partisipasi sekolah dan memperkuat pendidikan inklusif.
Selain itu, revitalisasi sekolah diharapkan dapat membantu menekan angka anak tidak sekolah serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Kemendikdasmen optimistis program ini dapat memperluas akses pendidikan berkualitas. Dengan dukungan berbagai pihak, revitalisasi sekolah diharapkan mampu menciptakan layanan pendidikan yang lebih merata dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia.



