Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka resmi mengirim 25 peserta Batch Satu Program Pembelajaran Bahasa Mandarin ke Tiongkok. Program tersebut lahir dari kerja sama antara Pemkab Kolaka dan PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).
Menurut keterangan Pemkab Kolaka, para peserta akan berangkat pada 10 Juni 2026. Melalui program ini, pemerintah daerah ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Selain itu, program tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang seiring masuknya investasi dan pertumbuhan sektor industri di Kolaka.
Pemkab Kolaka Fokus Tingkatkan Kompetensi Generasi Muda
Bupati Kolaka, Amri, menegaskan bahwa pengembangan SDM menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Menurutnya, Kolaka membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan bahasa asing, wawasan global, dan kesiapan menghadapi dunia kerja modern.
Karena itu, pemerintah daerah menghadirkan program pembelajaran Bahasa Mandarin sebagai bagian dari strategi peningkatan kompetensi masyarakat.
“Program ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global,” ujar Amri.
Ia menilai kemampuan internasional akan membuka lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda Kolaka. Selain itu, kemampuan tersebut juga mendukung kebutuhan industri yang terus berkembang di daerah.
Program Disambut Antusias Masyarakat
Program Bahasa Mandarin tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sejak awal pendaftaran.
Panitia membuka pendaftaran pada Maret 2026 dan berhasil menarik 116 peserta. Selanjutnya, panitia melaksanakan seleksi administrasi dan wawancara pada April 2026.
Kemudian, panitia memilih peserta terbaik dan membaginya ke dalam tiga kelompok, yaitu Batch Satu, Batch Dua, dan Batch Tiga.
Sebanyak 25 peserta Batch Satu berhasil lolos seluruh tahapan seleksi. Setelah itu, mereka mengikuti pemeriksaan kesehatan serta mengurus dokumen perjalanan sebelum keberangkatan ke Tiongkok.
Tidak Hanya Belajar Bahasa, Peserta Juga Bangun Karakter
Amri menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa Mandarin.
Sebaliknya, pemerintah juga ingin membentuk karakter peserta agar lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
Selain itu, peserta diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru serta memperluas wawasan internasional selama mengikuti program.
Menurut Amri, keberhasilan program akan terlihat dari kemampuan peserta dalam menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke daerah.
“Kesuksesan program ini tidak hanya diukur dari kemampuan berbahasa Mandarin yang diperoleh, tetapi juga dari karakter, kemandirian, tanggung jawab, serta semangat untuk kembali membangun daerah,” katanya.
Kolaborasi dengan IPIP Perkuat Pengembangan SDM Lokal
Dalam kesempatan tersebut, Amri menyampaikan apresiasi kepada PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) yang mendukung pengembangan SDM di Kolaka.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor industri sangat penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Karena itu, Pemkab Kolaka berharap kerja sama tersebut terus berkembang melalui berbagai program peningkatan kompetensi lainnya.
Sementara itu, General Manager Center PT IPIP, Li Jin Long, menegaskan bahwa perusahaan mendukung peningkatan kualitas generasi muda Kolaka melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.
Ia menilai penguasaan Bahasa Mandarin menjadi nilai tambah penting bagi masyarakat yang ingin berkarier di lingkungan industri modern.
Selain itu, kemampuan bahasa asing juga membantu generasi muda memperluas peluang kerja di tingkat internasional.
Diharapkan Kembali dan Berkontribusi untuk Kemajuan Daerah
Pemkab Kolaka berharap seluruh peserta dapat mengikuti program dengan sungguh-sungguh selama berada di Tiongkok.
Melalui pengalaman tersebut, peserta dapat meningkatkan kemampuan bahasa, memahami budaya internasional, dan memperluas jaringan pengetahuan.
Kemudian, pemerintah daerah berharap mereka kembali ke Kolaka dengan membawa keterampilan baru yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Oleh karena itu, program ini tidak hanya menjadi investasi pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak SDM unggul di Kabupaten Kolaka.
“Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan selama menjalani program pendidikan di Tiongkok serta dapat kembali mengabdikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh bagi kemajuan Kabupaten Kolaka,” tutup Amri.



